Tribunlampung.co.id, Tanggamus - Seorang pendaki asal Bandar Lampung dilaporkan tersesat saat melakukan pendakian di Gunung Tanggang, Dusun Pematang Kuyung, Pekon Negeri Kelumbayan, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus.
Baca juga: Curiga Ada Tas Belanja di Lorong Gang, Warga Kaget Isinya Bayi Masih Hidup
Beruntung, berkat upaya cepat warga setempat, pendaki tersebut berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Kapolsek Limau Iptu Fridy Romadhana Panca Rizky mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Saat itu, tujuh pemuda asal Bandar Lampung tiba di rumah Waras, warga Dusun Pematang Kuyung, sebelum memulai pendakian ke Gunung Tanggang.
Sebelum berangkat, rombongan sempat disarankan menggunakan jasa pemandu lokal.
Namun, imbauan tersebut tidak diindahkan, dan mereka tetap melanjutkan pendakian tanpa pendamping.
Ketujuh pendaki tersebut masing-masing adalah Daus (20), Ilham (21), Fadhil (20), Firmansyah (22), Adnan (19), Alfeth (21), dan A. Aris Pratama Anwar (21).
Dalam perjalanan menuju puncak, Aris mengalami kelelahan saat tiba di Pos 1 dan memilih beristirahat, sementara enam rekannya melanjutkan pendakian.
Tak lama kemudian, Aris berupaya menyusul rombongan seorang diri.
Namun, karena tertinggal cukup jauh dan tidak mengenali jalur, ia kehilangan arah dan tersesat di kawasan hutan sekitar Gunung Tanggang.
Sekitar pukul 17.00 WIB, enam pendaki lainnya memutuskan turun.
Setibanya di Pos 1, mereka tidak menemukan Aris dan mengira rekannya sudah lebih dulu kembali ke permukiman warga.
Namun, saat tiba di rumah Waras, Aris belum juga kembali.
Mengetahui hal tersebut, Waras bersama empat warga lainnya segera melakukan pencarian di sekitar kawasan Gunung Tanggang.
Setelah beberapa jam penyisiran, sekitar pukul 21.20 WIB, Aris akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat.
“Pendaki tersebut berhasil ditemukan dalam kondisi sehat dan selamat. Selanjutnya, yang bersangkutan dibawa ke rumah warga untuk beristirahat,” ujar Fridy, Selasa (2/6/2026).
Fridy menambahkan, seluruh pendaki kemudian berkumpul kembali dan bermalam di kediaman Waras di Dusun Pematang Kuyung sebelum kembali ke Bandar Lampung pada Senin (1/6/2026).
Ia juga mengimbau agar kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi para pendaki untuk selalu mengutamakan keselamatan dan menggunakan pemandu lokal, terutama di jalur yang belum dikenal.
“Ke depan, aktivitas pendakian di Gunung Tanggang perlu diatur lebih ketat. Setiap kelompok pendaki sebaiknya didampingi pemandu untuk mengantisipasi kejadian serupa,” pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)