BREAKING NEWS: Ribuan Ikan Mati Mengambang di Tanggul Johar Karawang
Kemal Setia Permana June 02, 2026 01:30 PM

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Karawang, Cikwan Suwandi

KARAWANG, TRIBUNJABAR.ID – Ribuan ekor ikan ditemukan mati mengambang di saluran irigasi Tanggul Johar, Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Selasa (2/6/2026).

Peristiwa tersebut menghebohkan warga dan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut sejak pagi hari.

Berdasarkan pantauan di lokasi, bangkai ikan terlihat memenuhi sejumlah titik di sepanjang saluran irigasi. Berbagai jenis ikan air tawar seperti tawes, baung, nilem, mujair hingga keting tampak mengambang dan berkumpul di pinggiran saluran.

Banyaknya ikan yang mati membuat sejumlah warga berdatangan ke lokasi. Sebagian di antaranya bahkan mengambil ikan-ikan tersebut dan mengumpulkannya di tepi irigasi.

Salah seorang warga, Usa (62), mengaku telah melihat ikan mati mengambang sejak Senin (1/6/2026) malam. Namun jumlahnya terus bertambah hingga mencapai ribuan ekor pada Selasa pagi.

Baca juga: Niat Tukang Gorengan Loncat di Jembatan Cirahong Tasikmalaya Urung Berkat Aksi Gercep Seorang Pemuda

"Sejak kemarin malam ikan terlihat mati mengambang. Jumlahnya terus bertambah sampai pagi ini," kata Usa, warga Pundong, Karawang Timur.

Menurutnya, penyebab kematian ikan secara massal tersebut belum diketahui secara pasti. Namun banyak warga menduga peristiwa itu berkaitan dengan pencemaran limbah yang dibuang ke saluran irigasi pada malam hari.

"Penyebab pastinya kita belum tahu. Tapi berdasarkan kejadian sebelumnya ada saja perusahaan yang membuang limbah," ujarnya.

Usa mengaku sengaja datang ke lokasi bersama anaknya, Winda (34), untuk mengambil ikan yang mengambang di permukaan air.

Ia mengatakan ikan-ikan tersebut rencananya akan dikonsumsi bersama keluarga dan sebagian dibagikan kepada tetangga.

"Paling kita makan, mau dipanggang, kemudian dibagikan juga ke tetangga," kata Winda.

DLH Karawang Langsung Turun Tangan

Sementara itu, temuan ikan mati juga menjadi perhatian pemerintah daerah. 

Tim gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang dan Satgas Citarum Harum 

Sektor 10 langsung melakukan penelusuran setelah menerima laporan masyarakat terkait kematian ikan di aliran Sungai Irigasi BTuB2/CKM kawasan Leuweung Seureuh.

Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penataan Peraturan DLH Kabupaten Karawang, Lucky Mantera Dwi Putra Romly, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan  lapangan serta pengujian kualitas air di lokasi.

Baca juga: Tuntut Wali Kota Minta Maaf dan Tagih Janji Politik, Massa Aksi 2626 Padati Balaikota Sukabumi

"Kami bersama Satgas Citarum Harum Sektor 10 langsung melakukan pengecekan dan penelusuran setelah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya ikan mati di aliran sungai wilayah Leuweung Seureuh," ujarnya.

Hasil pengujian awal menunjukkan nilai derajat keasaman (pH) air berada pada angka 6, yang masih masuk dalam rentang baku mutu lingkungan antara 6 hingga 9.

"Hasil pengujian pH menunjukkan angka 6. Nilai tersebut masih berada dalam rentang baku mutu yang dipersyaratkan, yaitu antara 6 sampai 9," katanya.

Meski demikian, DLH tetap akan melakukan pengambilan sampel air untuk diuji di laboratorium guna mengetahui penyebab pasti kematian ikan tersebut.

Menurut Luki, berdasarkan keterangan warga, ikan mulai ditemukan mati sekitar pukul 22.30 pada Senin malam dan masih terlihat mengambang hingga Selasa pagi.

Petugas juga telah menyisir sepanjang aliran sungai guna mencari kemungkinan sumber pencemaran. Namun hingga pemeriksaan selesai dilakukan, belum ditemukan sumber pencemaran secara langsung.

"Penelusuran yang kami lakukan belum menemukan secara langsung sumber pencemaran yang menyebabkan ikan mati di aliran sungai tersebut," katanya.

Di sisi lain, petugas dari Perum Jasa Tirta (PJT) Yudi Mayong menduga kematian ikan tidak disebabkan oleh limbah, melainkan akibat perubahan debit air yang terjadi secara cepat.

Menurut PJT, naik turunnya debit air di saluran irigasi diduga menyebabkan ikan mengalami stres atau mabuk air sehingga banyak yang akhirnya mati dan mengambang ke permukaan.

Meski begitu, penyebab pasti kematian ribuan ikan tersebut masih menunggu hasil analisis laboratorium dan pendalaman lebih lanjut dari instansi terkait. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.