Tribunlampung.co.id, Sulawesi Tenggara - Tabiat suami pelaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga ( KDRT) ibu muda di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara terkuak setelah istrinya meninggal dunia.
Ternyata suami berinisial IS (28) tidak cuma sekali atau dua kali melakukan KDRT terhadap istrinya, AS (24).
Bahkan IS sering melakukan KDRT terhadap AS. Ironisnya tindakan kekerasan tersebut justru memberikan kepuasan bagi si suami.
Dorongan seksual IS justru memuncak saat melihat istrinya merintih kesakitan.
Hal itu berdasar informasi yang dihimpun TribunnewsSultra.com atas kasus KDRT yang merenggut nyawa seorang istri di Konawe Selatan.
Ternyata tak cuma melakukan KDRT, IS juga kerap mempermalukan istrinya AS.
Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, AS diketahui sering menerima kekerasan fisik yang brutal dari sang suami.
Aksi keji pelaku disinyalir akibat rasa cemburu buta yang tak terkendali. Pelaku kerap menuduh korban berselingkuh tanpa alasan yang jelas.
Tuduhan tak berdasar itu selalu berujung pada tindakan kekerasan fisik yang membuat tubuh korban babak belur.
Anehnya, setelah melayangkan tuduhan selingkuh, pelaku kerap memaksa korban keluar rumah dengan pakaian seksi dan nyaris tanpa busana.
Tindakan ini sengaja dilakukan pelaku untuk menghukum sekaligus mempermalukan korban di hadapan pria lain yang dicurigai sebagai selingkuhannya.
Korban dituduh berselingkuh dengan berbagai orang yang ditemuinya saat berbelanja di pasar, mulai dari juru parkir hingga penjual udang.
Penderitaan korban tidak berhenti di situ. Setibanya di rumah setelah dipaksa berpakaian minim di luar, pelaku kembali menyiksanya.
Tanpa rasa belas kasihan, korban disiksa hingga sekujur tubuhnya dipenuhi luka lebam. Bahkan, pelaku sempat menggunting rambut panjang korban demi memuaskan hasratnya.
Tragisnya, tindakan kekerasan ini memberikan kepuasan tersendiri bagi pelaku. Dorongan seksual IS justru memuncak saat melihat istrinya merintih kesakitan.
Usai memukuli korban tanpa ampun, pelaku langsung menyetubuhi korban yang sedang dalam kondisi tidak berdaya.
Puncak dari aksi keji pelaku terjadi pada Sabtu (30/5/2026). Saat pelaku kembali melakukan penganiayaan, korban akhirnya mengembuskan napas terakhir dalam kondisi tanpa busana.
Mirisnya, korban diduga sudah meninggal dunia sejak waktu subuh. Namun, pelaku baru melaporkan kematian istrinya kepada pihak keluarga setelah hari memasuki waktu malam.
Peristiwa berdarah ini terjadi di BTN Rezky, Desa Ambepua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara.
Saat dievakuasi, jasad korban dipenuhi luka lebam di sekujur tubuh akibat siksaan berat yang berulang.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan terduga pelaku.
"Benar, saat tim menerima informasi, kami langsung bergerak ke TKP. Di sana kami langsung mengamankan terduga pelaku IS. Saat ini pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif terkait meninggalnya korban yang ditemukan dengan kondisi fisik dipenuhi luka lebam," ungkap Welliwanto, Minggu (31/5/2026). (*)