Kronologi ART Disiksa Beberapa Hari dan Disiram Air Panas hingga Meninggal, Pelaku 3 Orang
muslimah June 02, 2026 03:56 PM

 

TRIBUNJATENG.COM - Kronologi kasus kematian seorang asisten rumah tangga (ART) di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Terungkap jika ART tersebut ternyata selama beberapa hari mengalami penyiksaan.

Mulai dipukul hingga disiram dengan air panas yang membuat tubuh ART tersebut sampai melepuh.

Awalnya, kematian korban sempat dianggap sebagai peristiwa biasa, namun penyelidikan polisi menemukan adanya dugaan penganiayaan yang berujung pada hilangnya nyawa korban.

Baca juga: 113 Warga AS Tertipu, Ini Cara F Mantan Artis saat Meyakinkan Para Korban

Korban diketahui berinisial RR (26), seorang perempuan asal Garut, Jawa Barat, yang meninggal dunia pada Sabtu (30/5/2026).

Kecurigaan aparat muncul setelah menerima informasi mengenai kondisi tubuh korban yang dinilai tidak wajar.

Temuan tersebut menjadi titik awal terbongkarnya dugaan kekerasan yang dialami korban sebelum meninggal dunia.

Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, menjelaskan bahwa pihaknya memperoleh informasi penting dari lingkungan sekitar.

"Kami mendapatkan foto dari RT/RW dan Satpam bahwa ada kejanggalan dalam kondisi tubuh korban ini."

"Akhirnya kami datang ke rumah sakit, kita buka kembali, ternyata betul jadi ada tampak meninggalnya karena tidak wajar," ujarnya, Senin (1/6/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal terhadap jenazah, polisi menemukan sejumlah tanda yang mengarah pada dugaan tindak kekerasan.

Temuan tersebut membuat penyidik segera melakukan pendalaman dengan memeriksa salah satu ART yang bekerja bersama korban.

Dalam keterangannya, saksi sempat mengaku bahwa RR meninggal akibat terjatuh dan kemudian tersiram air panas.

Namun, penyidik menilai penjelasan tersebut tidak sesuai dengan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan.

Polisi terus melakukan interogasi secara intensif hingga akhirnya keterangan yang sebenarnya mulai terungkap.

"Begitu kita dalami interogasinya terus, akhirnya mengaku bahwa korban ini dilakukan perundungan oleh tiga orang sesama ART lainnya di kamar atas," katanya.

Pengakuan tersebut membuka tabir mengenai dugaan tindakan perundungan dan kekerasan yang dialami korban selama beberapa hari sebelum meninggal dunia.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa itu bermula dari hilangnya charger jam tangan milik majikan yang hendak bepergian ke luar kota pada 26 Mei 2026.

Saat ditanya mengenai keberadaan barang tersebut, korban mengaku tidak mengetahui sehingga memicu kemarahan rekan-rekannya.

Situasi itu kemudian berkembang menjadi tindakan perundungan yang diduga dilakukan oleh tiga ART lainnya terhadap RR.

Menurut keterangan polisi, korban diperlakukan secara tidak manusiawi dan mengalami tekanan fisik maupun psikologis.

"Kata si tiga temannya tuh coba ada di mana kabelnya, kata si korban di sana, nggak ada, di sini, nggak ada. Karena kesal, si korban ini disuruh buka baju kemudian, buka celana, jadi hanya pakai dalaman saja," ujar Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, Senin (1/6/2026).

Peristiwa memilukan tersebut terjadi di sebuah rumah di kawasan Perumahan Kota Wisata, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Polisi kini masih terus mendalami peran masing-masing pelaku serta mengumpulkan alat bukti tambahan untuk memperkuat proses hukum.

Kasus ini menjadi sorotan karena memperlihatkan bagaimana tindakan perundungan yang awalnya dianggap sepele dapat berujung pada tragedi yang merenggut nyawa seseorang.

Aparat menegaskan akan menangani perkara ini secara serius agar seluruh pihak yang terbukti terlibat dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Disiram Air Panas Sampai Melepuh

Dalam perundungan tersebut, korban mendapat perlakuan tak mengenakan hingga mendapat penganiayaan fisik oleh ketiga pelaku  secara bergantian.

Di dalam kamar mandi, korban disiram oleh air panas dengan temperatur tinggi hingga kulitnya melepuh.

Tak hanya itu, korban juga dipukul menggunakan tabung kaleng obat nyamuk dan sapu oleh pelaku saat berteriak kesakitan.

Setelah melakukan penganiayaan, para pelaku membawa korban ke kamar ART dalam kondisi yang sudah tak berdaya hingga akhirnya meninggal dunia.

"Di tanggal 28 dia mulai lemah, tanggal 29 dia lemah sekali, 30 lah itu dia meninggal di jam 19.30, barulah mereka ngasih tau ke bosnya bahwa ini sudah meninggal," katanya.

Kompol Edison mengatakan, pada saat kejadian sang majikan tidak mengetahui kejadian tersebut karena sedang tidak berada di rumah.

Sementara itu, ketiga pelaku saat ini telah diamankan di Mapolsek Cileungsi guna pemeriksaan lebih lanjut.

"Majikannya tidak tahu sama sekali, ada di luar kota. Bosnya telepon ke RT/RW dan security untuk dibawakan ambulans, kemudian (korban) dibawa ke rumah sakit," katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.