Sejarah Kelam Brasil Tergantung di Carlo Ancelotti, Piala Dunia 2026 Pembuktiannya
Dwi Setiawan June 02, 2026 03:57 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Salah satu pelatih yang memiliki beban berat saat mengarungi Piala Dunia 2026 mendatang adalah Carlo Ancelotti.

Harapan besar berada di pundak Don Carlo untuk menyulap Brasil yang identik dengan sepak bola indah menjadi akrab lagi dengan prestasi.

Sudah cukup lama Brasil tak menjadi juara dunia lagi.

Mereka kali terakhir menggapai piala paling bergengsi seantero jagat itu pada 2002 silam.

Kala itu Brasil berhasil mengalahkan Jerman yang sebenarnya juga diunggulkan sebagai pemenang di akhir kompetisi.

Baca juga: Ancelotti Tak Goyah, Neymar Tetap Masuk Skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026 Meski Cedera

Ada yang menarik dari siklus puasa gelar Piala Dunia yang sedang dialami tim berjuluk Selecao ini.

Brasil tak pernah puasa gelar Piala Dunia lebih dari 5 edisi penyelenggaraan.

Hal itu dihitung sejak mereka menjadi juara dunia pertama kalinya pada 1958 silam yang digelar di Stockholm, Swedia.

Brasil, kala itu, berhasil mengalahkan Swedia yang tampil di hadapan publik sendiri dengan skor telak 5-2.

Itu menjadi gelar Piala Dunia pertama Brasil dalam sejarah mereka mengikuti ajang sepak bola paling bergengsi ini.

Sejak itu, Brasil tak pernah puasa gelar Piala Dunia lebih dari 5 edisi.

Berikut ini rincian raihan gelar juara Brasil di Piala Dunia

  • Gelar Pertama: 1958
  • Gelar Kedua: 1962 (pertahankan gelar)
  • Gelar Ketiga: 1970 (puasa gelar satu edisi, 1966)
  • Gelar Keempat: 1994 (puasa gelar lima edisi, 1974, 1978, 1982, 1996, 1990)
  • Gelar Kelima: 2022 (puasa gelar satu edisi, 1998)
  • Gelar Keenam: Sedang puasa gelar 5 edisi, sejak 2006, 2010, 2014, 2018, 2022

Dengan demikian, tantangan besar ada di tangan Carlo Ancelotti.

Ia sudah berusaha memilih skuad terbaik untuk dibawa ke Piala Dunia 2026 mendatang.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah keputusannya tetap membawa Neymar ke dalam skuad nantinya.

Padahal kondisi kebugaran dan fisik sang pemain tak dalam kondisi yang 100 persen baik-baik saja.

Dalam beberapa bulan terakhir, Neymar akrab dengan cedera yang membuatnya absen di beberapa pertandingan.

Setelah perdebatan panjang dengan pertimbangan yang matang dari Don Carlo berserta jajaran pelatih timnas Brasil, Neymar akhirnya masuk ke dalam skuad final tim Samba.

Ini akan menjadi Piala Dunia ke-4 bagi mantan pemain Barcelona dan PSG itu.

Tapi, hadirnya Neymar menutup peluang bagi pemain yang selama ini sudah tampil regular untuk Brasil dan Ancelotti.

“Sangat sulit untuk memilih 26 pemain ini,” beber Ancelotti dikutip dari The Athletic. 

“Mengapa? Karena persaingan di negara ini sangat, sangat tinggi. Saya tahu beberapa pemain yang telah bersama kami tahun ini akan merasa tidak senang,” tambahnya.

Selain Neymar, Lucas Paqueta juga akan merasa lega. Ini kali pertama dia mendapat panggilan setelah tersisih selama 12 bulan terakhir.

Ancelotti juga memanggil Endrick, bintang baru Real Madrid karena sejak pertengahan musim menjalani masa peminjaman dengan Lyon ia tampil begitu mengesankan. Begitu juga dengan Igor Thiago bersama Brentford.

Jagokan Brasil

Dukungan kepada Brasil di Piala Dunia 2026 juga mengalir dari salah satu pevoli kenamaan Indonesia, Agung Seganti.

Pemain yang kini berusia 36 tahun itu tak hilang harapan melihat Brasil menjadi juara dunia.

"Brasil kalau jagoan saya," jawab singkat Agung Seganti ketika ditanya soal timnas favorit di Piala Dunia 2026 kepada Tribunnews.

Dalam penilaiannya, bukan satu dua pemain yang menjadi landasan utama mengapa mengidolakan Brasil. 

Selain faktor kualitas skuad, yang menurutnya merata di semua lini, faktor pelatih menjadi fator utama mengapa tim Samba merupakan favorit juara dari Agung Seganti.

"Skuadnya komplet, terus dari sektor lapangan tengah dan penyerangan, saya rasa oke," ujar pevoli yang pada pentas Proliga pernah memperkuat Jakarta Pertamina, Aneka Gas Sidoarjo, hingga Palembang Bank SumselBabel.

"Utamanya di sana ada Ancelotti (sebagai pelatih-red). Dia pelatih istimewa sih," jawab Agung Seganti sembari tertawa.

(Tribunnews.com/Guruh, Sina, Giri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.