BANGKAPOS.COM - Nama mantan artis sekaligus model, Fabiola Elizabeth Agnes, kembali menjadi sorotan tajam publik.
Mantan istri dari personel boyband SMASH, Reza Anugrah, ini harus berhadapan dengan proses hukum setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan daring jaringan internasional.
Jaringan ini menggunakan modus love scamming atau yang dikenal juga dengan istilah pig butchering.
Kasus besar ini berhasil diungkap oleh Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah. Berdasarkan hasil penyelidikan mendalam, Fabiola diduga kuat terlibat dalam sindikat penipuan online yang mengendalikan operasinya dari sebuah kawasan di Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo.
Adapun gelar perkara yang menampilkan Fabiola Elizabeth sebagai tersangka dilakukan di Gedung Borobudur Polda Jawa Tengah, Kota Semarang, pada Senin (1/6/2026).
Lantas apa peran Fabiola dalam kasus ini hingga ikut ditangkap. Dalam jaringan tersebut, Fabiola disebut memiliki peran khusus yang cukup krusial, yaitu sebagai model. Tugas utamanya adalah membangun dan memperkuat kepercayaan korban melalui panggilan video (video call).
Direktur Reserse Siber Polda Jawa Tengah, Himawan Susanto Saragih, mengungkapkan bahwa Fabiola merupakan satu dari 38 tersangka yang diamankan dalam pengungkapan kasus penipuan berskala internasional tersebut. Menurut keterangan kepolisian, sindikat ini secara spesifik menargetkan warga negara asing (WNA), khususnya korban yang berasal dari Amerika Serikat.
Mengenai alur penipuannya, para pelaku lebih dulu membangun kedekatan emosional dengan korban melalui media sosial maupun aplikasi kencan daring (dating apps). Setelah korban merasa nyaman, baper, dan menaruh kepercayaan penuh, pelaku kemudian mengarahkan mereka untuk mengikuti skema investasi yang ternyata fiktif.
Di sinilah peran penting Fabiola Elizabeth masuk. Untuk memperkuat kepercayaan korban, sindikat tersebut menggunakan perempuan yang tampil dalam panggilan video. Sosok perempuan inilah yang berfungsi meyakinkan korban bahwa hubungan yang terjalin benar-benar nyata, bukan akun palsu atau robot.
"Para pelaku yang berperan sebagai marketing mencari korban melalui berbagai platform. Sementara F bertugas melakukan video call agar korban semakin percaya," ujar Himawan seperti dilansir Tribun Jateng, Selasa (2/6/2026).
Pengungkapan kasus ini pun menjadi perhatian besar karena melibatkan jaringan internasional dengan korban yang berada di luar negeri. Hingga kini, penyidik masih terus mendalami peran masing-masing tersangka serta aliran dana yang diduga terkait dengan aktivitas penipuan tersebut.
Polisi menyebutkan bahwa jaringan tempat Fabiola bergabung ini telah beroperasi cukup lama, yakni sejak Juli 2025 hingga Mei 2026. Dalam kurun waktu hampir satu tahun itu, mereka diduga telah menipu sedikitnya 133 korban dengan total keuntungan fantastis mencapai 2,3 juta dollar AS atau sekitar Rp 41,1 miliar.
Modus pig butchering (penyembelihan babi) ini diawali dengan pendekatan emosional bak sepasang kekasih. Setelah hubungan dianggap cukup dekat, korban diarahkan untuk berinvestasi melalui platform perdagangan aset kripto yang ternyata telah dimanipulasi oleh sindikat. Korban yang sudah telanjur percaya akhirnya mentransfer sejumlah dana dengan harapan memperoleh keuntungan besar. Namun, dana tersebut justru langsung masuk ke rekening yang dikendalikan sindikat.
Bekerja dalam sindikat kriminal ini rupanya menjanjikan penghasilan yang tidak sedikit. Dalam struktur organisasi sindikat, para pelaku memiliki peran berbeda-beda, mulai dari kepala jaringan, supervisor, leader, marketing, asisten marketing, hingga model.
Polisi mengungkap bahwa para anggota sindikat menerima bayaran atau gaji antara Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per bulan, tergantung posisi masing-masing. Fabiola Elizabeth sendiri disebut menerima imbalan dalam kisaran angka yang sama selama terlibat dalam operasi penipuan tersebut.
Bagi yang belum tahu apa itu love scamming, ini merupakan bentuk penipuan yang memanfaatkan hubungan romantis palsu untuk memanipulasi korban demi mendapatkan keuntungan finansial (uang).
Pelaku biasanya membangun kedekatan emosional dalam waktu tertentu sebelum akhirnya meminta transfer dana, meminjam uang, atau menawarkan investasi bodong. Modus ini menjadi salah satu bentuk kejahatan siber (cybercrime) yang terus berkembang secara global dan kerap menyasar korban melalui aplikasi kencan maupun media sosial. Kasus yang melibatkan mantan artis F ini menjadi salah satu pengungkapan terbesar terkait jaringan love scamming internasional di Indonesia.
Seiring mencuatnya kasus ini, banyak yang penasaran mengenai profil, biodata, umur, hingga agama Fabiola Elizabeth Agnes.
Berikut adalah rangkuman biodata singkat Fabiola Elizabeth Agnes berdasarkan sumber terbuka yang tersedia:
Fabiola Elizabeth dahulu menikah dengan Reza SMASH pada tahun 2018 dan dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Killian Adam Anugrah Jost.
Namun, pernikahan tersebut kandas dan keduanya resmi bercerai pada tahun 2020. (TribunnewsMaker/ bangkapos.com)