Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Tiga pelaku penganiayaan asisten rumah tangga (ART) di wilayah Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor telah diamankan.
Ketiga pelaku yang menghabisi nyawa RR (26) asal Garut itu yakni diketahui berinisial J, F, dan D yang berasal dari Medan, Sumatera Utara.
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison mengatakan, otak penganiayaan itu dilakukan oleh J yang mengawali tindakan kekerasan.
"Motivasinya itu karena kesal kabel charger hilang ditunjukin ke tempat yang memang tidak ada, jadi karena kesal kabel charger itu hilang," ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Saat ini, kata dia, ketiga pelaku telah diamankan di Mapolsek Cileungsi guna pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi juga turut mengamankan barang bukti berupa ember, gayung, dan obat nyamuk semprot.
Sementara itu, atas perbuatannya pelaku terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
"Pasal yang kita kenakan, Pasal 466 KUHP baru, terkait dengan secara bersama-sama melakukan penganiayaan juga buat orang lain meninggal," katanya.
Korban yang diketahui berinisial RR (26) asal Garut, Jawa Barat itu meninggal dunia pada Sabtu (30/5/2026) diduga akibat dianiaya oleh tiga rekannya.
Peristiwa itu bermula saat sang majikan yang hendak pergi ke luar kota menanyakan charger jam tangan kepada para ART pada 26 Mei 2026.
Akan tetapi, korban mengaku tidak mengetahui dan membuat pelaku kesal hingga melakukan perundungan terhadap korban pada keesokan harinya tepatnya 27 Mei 2026.
Baca juga: Bukan Pertama Kali, ART yang Tewas di Cileungsi Bogor Sering Dianiaya Pelaku Semasa Hidup
"Kata si tiga temannya tuh coba ada di mana kabelnya, kata si korban di sana, nggak ada, di sini, nggak ada. Karena kesal, si korban ini disuruh buka baju kemudian, buka celana, jadi hanya pakai dalaman saja," ujar Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, Senin (1/6/2026).
Dalam perundungan tersebut, korban mendapat perlakuan tak mengenakan hingga mendapat penganiayaan fisik oleh ketiga pelaku secara bergantian.
Di dalam kamar mandi, korban disiram oleh air panas dengan temperatur tinggi hingga kulitnya melepuh.
Tak hanya itu, korban juga dipukul menggunakan tabung kaleng obat nyamuk dan sapu oleh pelaku saat berteriak kesakitan.
Setelah melakukan penganiayaan, para pelaku membawa korban ke kamar ART dalam kondisi yang sudah tak berdaya hingga akhirnya meninggal dunia.
"Di tanggal 28 dia mulai lemah, tanggal 29 dia lemah sekali, 30 lah itu dia meninggal di jam 19.30, barulah mereka ngasih tau ke bosnya bahwa ini sudah meninggal," katanya.
Kompol Edison mengatakan, pada saat kejadian sang majikan tidak mengetahui kejadian tersebut karena sedang tidak berada di rumah.
Sementara itu, ketiga pelaku saat ini telah diamankan di Mapolsek Cileungsi guna pemeriksaan lebih lanjut.
"Majikannya tidak tahu sama sekali, ada di luar kota. Bosnya telepon ke RT/RW dan security untuk dibawakan ambulans, kemudian (korban) dibawa ke rumah sakit," katanya.