TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Anies Baswedan ikut nimrung dalam polemik antara Dino Patti Djalal dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Ketika Teddy menyindri Dino yang hanya tiga bulan menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri, Anies justru menggambarkan rekam jejak luar biasa Dino.
Sindiran tersebut disampaikan Teddy untuk menyikapi kritik Dino Patti Djalal perihal perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
"Terima kasih atas masukan yang telah diberikan, sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri walau hanya diberi kesempatan sekitar tiga bulan," ucap Teddy di video.
Ketika Teddy menyinggung hal tersebut, Anies Baswedan justru menceritakan rekam jejak Dino Patti Djalal.
"Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia.
Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa.
Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal," tulis Anies.
Sampai kemudian dia pertama kali bertemu langsung dengan Dino.
"Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung.
Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11.
Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru." tulisnya.
Baca juga: Disindir Seskab Teddy Soal Jabatan 3 Bulan, Dino Patti Djalal Banjir Dukungan Publik: Bukan Karbitan
Anies Baswedan memuji sejumlah kebijakan Dino Patti Djalal ketika menjabat sebagai Duta Besar AS.
"Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia.
Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global. " tulis Anies.
Terakhir Anies Baswedan memuji kemampuan hingga pengalaman Dino Patti Djalal.
"Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino.
Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam.
Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat." tutup Anies Baswedan di Thread.
Baca juga: Profil Dino Patti Djalal yang Kritik Prabowo, Dijuluki Bapak Diaspora Indonesia, Pengalaman 40 Tahun
Sebelumnya Dino memposting video berisi saran untuk Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi lawatan ke luar negeri.
Ia menilai Prabowo menjadi kepala negar tersering yang melakukan perjalanan ke luar negeri sejak awal menjabat.
Menurutnya perjalanan kepala negara ke luar negeri memakan anggaran cukup besar, termasuk biaya rombongan tim pendahulu, biaya pesawat, hotel, logistik, konsumsi, protokoler, sampai pengamanan.
"Dalam perhitungan kami, dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri. Kunjungan kepala negara ke luar negeri memakan biaya yang besar dan bahkan sangat besar. Ini termasuk biaya rombongan tim pendahulu, biaya pesawat, biaya hotel, biaya logistik, biaya konsumsi, biaya protokoler dan pengamanan," katanya.
Sekretaris Kabinet RI Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo Subianto menanggung kelebihan biaya dari kunjungannya ke luar negeri menggunakan uang pribadi.
Menurut Teddy, itu dilakukan Kepala Negara jika anggaran kunjungan ke luar negeri telah melebihi dari yang ditetapkan.
"Masalah biaya bila ke luar negeri ini sudah dijelaskan beberapa kali," kata Teddy dalam keterangannya.
"Jadi, segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo."
Selain itu, Teddy menambahkan, Prabowo telah mengurangi jumlah rombongan ketika berkunjung ke luar negeri.
Dengan begitu, kata dia, biaya operasional seperti akomodasi hingga protokoler bisa ditekan.
Menurut Teddy, Prabowo mengurangi jumlah rombongan hingga 50 persen dari sebelumnya.
Jadi, Teddy menyebut tiap kunjungan ke luar negeri Prabowo membawa sekitar 50-60 rombongan.
"Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran, lebih dari separuh dari periode sebelumnya," kata Teddy.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t