Kronologi ART di Bogor Tewas Dianiaya dan Disiram Air Panas, Berawal dari Charger Majikan Hilang hingga Pelaku Ketahuan Bohong
Nindya Galuh Aprillia June 02, 2026 07:34 PM

Grid.ID - Polisi akhirnya mengungkap kronologi ART di Bogor tewas dianiaya oleh rekan kerjanya. Sebelum kasus ini terungkap, sang pelaku sempat-sempatnya bikin skenario bohong demi lari dari hukuman.

Kasus kekerasan kembali terjadi. Kali ini peristiwa tersebut menimpa seorang asisten rumah tangga (ART) di Cileungsi, Bogor.

Korban yang berinisial RR (26) diduga dianiaya oleh tiga rekan kerjanya sesama ART hingga meninggal dunia. Peristiwa ini terjadi di rumah majikannya di perumahan Kota Wisata, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Mirisnya, pelaku sempat membuat skenario bohong sebelum akhirnya akal bulusnya terbongkar. Kapolsek Cileungsi Kompol Edison mengatakan, dugaan tindak pidana terungkap setelah pihak RT dan RW mencurigai kondisi jenazah korban.

Lantas, seperti apakah kronologi lengkapnya?

Kronologi ART di Bogor Tewas Dianiaya dan Disiram Air Panas

Kasus kekerasan yang menimpa RR ini awalnya terbongkar setelah majikannya melaporkan bahwa ART tersebut meninggal karena sakit setelah terpeleset dan terkena air panas.

"Pemilik rumah datang lalu melapor bahwa pembantunya meninggal karena sakit, terpeleset jatuh," ujar Kapolsek Cileungsi Kompol Edison dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Selasa (2/6/2026).

Namun, kata Edison, kecurigaan lain muncul ketika warga melihat adanya tanda-tanda luka melepuh pada tubuh korban sebelum jenazah dibawa untuk proses pemakaman.

"Pihak RT RW curiga, difoto, ternyata kondisi jenazah ada tanda-tanda mencurigakan, ada bekas kekerasan," kata Edison.

Foto tersebut kemudian dikirim kepada Babinsa yang selanjutnya meneruskan informasi itu kepada pihak kepolisian. Melihat hal itu, pihak Polsek Cileungsi lalu memeriksa salah seorang ART yang berada di lokasi.

Awalnya saksi tersebut mengaku korban terjatuh ke air panas akibat terpeleset. Namun setelah diperiksa lebih lanjut, ia akhirnya mengakui adanya tindakan pengeroyokan, perundungan dan penganiayaan terhadap korban R.

"Akhirnya dia menangis, mengakui bahwa betul dia bertiga dengan temannya melakukan perundungan terhadap korban," kata Edison.

Dari hasil pemeriksaan, diketahuilah bahwa korban dianiaya oleh tiga rekannya sesama ART yakni NR, FR, dan J. Masalah ini dipicu ketika majikan mencari kabel charger jam tangan sebelum pergi berlibur ke luar kota.

Dua hari dicari, kabel itu tak kunjung ditemukan. NR, FR, dan J kemudian menyalahkan R. Dalam penyeledikian, NR pun jujur bahwa dia dan rekan-rekannya menganiaya korban dengan cara menyiram air panas, memukul pakai sapu, hingga menyemprotkan racun serangga.

"Kan ada teman saya terus karena dia nggak temuin kabel itu jadi saya disuruh siram air panas," kata NR dikutip dari Tribun Bogor.

Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison membenarkan bahwa pelaku sempat membuat skenario berbohong.

"Begitu kita dalami interogasinya terus, akhirnya mengaku bahwa korban ini dilakukan perundungan oleh tiga orang sesama ART lainnya di kamar atas," katanya.

Dijelaskan Edison, R disiksa dalam kamar mandi. Pelaku berinisial J kemudian meminta korban membuka pakaian. Korban yang ketakutan menuruti permintaan tersebut dan masuk ke kamar mandi. Di lokasi itu, korban diduga disiram air panas secara bergantian oleh tiga pelaku.

"Saat disiram, korban menjerit kesakitan. Kemudian mulutnya dipukul menggunakan botol semprot," ujar Edison.

Setelah kejadian itu, korban dibawa ke kamar pembantu dalam kondisi lemah. Pada Rabu (27/5/2026) atau tepat hari Idul Adha, korban masih bisa berjalan tetapi kondisi kesehatannya terus menurun.

"Pada tanggal 28-nya sudah tidak bisa beraktivitas, sudah lemah sekali. Tanggal 30 itulah sekitar pukul 19.00 korban meninggal," kata Edison.

Akibat aksi penganiayaan ini, ketiga pelaku dijerat Pasal 466 ayat (3) karena diduga bersama-sama melakukan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Sekarang sedang dalam proses pemeriksaan," ujar Edison.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa ember, gayung, sapu, dan botol semprotan. Sementara itu, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil otopsi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.