Laporan Jemaah Haji Riau, Ibnu Mas'ud dari Arab Saudi
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji, perhatian jemaah kini mulai tertuju pada persiapan pulang ke tanah air. Suasana di hotel-hotel jemaah Indonesia di Makkah maupun Madinah mulai berbeda. Koper-koper besar kembali diturunkan dari lemari kamar, oleh-oleh mulai dirapikan, dan para jemaah sibuk menimbang barang bawaan agar tidak melebihi batas yang ditentukan.
Bagi sebagian jemaah, masa menjelang kepulangan ini sering menjadi momen yang cukup menegangkan. Hampir setiap musim haji selalu ada koper yang kelebihan berat, barang bawaan yang tidak sesuai aturan, atau jemaah yang masih nekat memasukkan air Zamzam ke dalam koper bagasi.
Karena itu, pemerintah kembali mengingatkan agar seluruh jemaah mematuhi ketentuan barang bawaan yang berlaku pada penerbangan haji tahun ini. Tujuannya bukan untuk mempersulit, melainkan agar proses kepulangan berjalan aman, tertib, dan tidak menghambat jemaah lain dalam satu kelompok terbang.
Dalam penerbangan haji, setiap jemaah hanya diperbolehkan membawa tiga jenis barang. Pertama tas paspor yang selalu dibawa bersama jemaah. Kedua koper kabin dengan berat maksimal tujuh kilogram. Ketiga koper bagasi dengan berat maksimal 32 kilogram yang akan masuk ke ruang penyimpanan pesawat.
Petugas haji hampir setiap hari mengingatkan agar jemaah mulai memilah barang sejak jauh hari sebelum jadwal kepulangan. Pengalaman selama ini menunjukkan banyak jemaah baru menyusun koper pada malam terakhir sehingga sering terjadi kelebihan berat atau masih terdapat barang yang tidak diperbolehkan dibawa.
Salah satu barang yang paling sering menjadi perhatian adalah air Zamzam. Meskipun hampir semua jemaah ingin membawa pulang air Zamzam sebanyak mungkin untuk keluarga dan kerabat, aturan penerbangan tidak memperbolehkan air Zamzam dimasukkan ke dalam koper bagasi maupun tas kabin.
Saat ini pemeriksaan koper dilakukan dengan peralatan yang cukup canggih sehingga keberadaan air Zamzam dapat langsung terdeteksi. Jika ditemukan, botol atau kemasan Zamzam tersebut akan dikeluarkan oleh petugas sebelum koper diberangkatkan ke pesawat.
Sebenarnya jemaah tidak perlu khawatir. Pemerintah sudah menyiapkan distribusi resmi air Zamzam untuk seluruh jemaah haji Indonesia. Setiap orang akan mendapatkan jatah lima liter yang dibagikan saat tiba di asrama haji debarkasi di tanah air.
Selain Zamzam, jemaah juga diminta tidak membawa barang-barang yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan seperti bahan yang mudah terbakar, petasan, benda tajam, maupun cairan dalam jumlah tertentu yang tidak sesuai ketentuan maskapai dan otoritas penerbangan.
Pemulangan jemaah haji merupakan bagian akhir dari perjalanan panjang ibadah di Tanah Suci. Karena itu, kepatuhan terhadap aturan barang bawaan menjadi salah satu bentuk ikhtiar agar perjalanan pulang berlangsung lancar. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik, tentu semua berharap dapat kembali ke kampung halaman dengan aman, nyaman, serta membawa kenangan indah dari Tanah Suci. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)