Jejak Kontroversi Dadan Hindayana, Pemborosan Anggaran, Libatkan TNI-Polri, Dicopot dari Kepala BGN
ninda iswara June 03, 2026 03:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan di jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) setelah mengevaluasi kinerja lembaga tersebut selama hampir satu setengah tahun masa pemerintahannya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan berbagai program strategis yang berada di bawah tanggung jawab BGN.

Pengumuman pergantian pimpinan itu disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.

Menurut Prasetyo, keputusan Presiden diambil setelah melalui proses evaluasi berkala terhadap capaian dan pelaksanaan program-program prioritas nasional yang dijalankan lembaga tersebut.

Ia menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari langkah penyegaran organisasi demi memperkuat kinerja pemerintahan.

Baca juga: Dadan Hindayana Dicopot, Sufmi Dasco Minta BGN Berbenah: Pemerintah Dengarkan Aspirasi Masyarakat

"Maka pada hari ini, Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo.

Dalam perombakan tersebut, Dadan Hindayana yang selama ini menjabat sebagai Kepala BGN resmi diberhentikan dari posisinya.

Tidak hanya pada level pimpinan tertinggi, Presiden juga melakukan perubahan pada jajaran wakil kepala lembaga tersebut.

Dua Wakil Kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Soni Sanjaya, turut diganti dalam keputusan yang sama.

Pergantian ini menandai babak baru bagi Badan Gizi Nasional di tengah upaya pemerintah memperkuat pelaksanaan program-program yang berkaitan dengan peningkatan gizi masyarakat.

Pemerintah tetap menyampaikan apresiasi atas kontribusi mereka dalam membangun fondasi awal lembaga yang menjadi pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.

"Tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi selama ini dalam membangun pondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional," ujar Prasetyo.

Presiden kemudian menunjuk Nani S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru.

Sementara posisi wakil kepala diisi Agustina Arumsari dan Mayjen Eddy Trenggono.

Pergantian ini terjadi di tengah berbagai sorotan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang selama ini menjadi program unggulan pemerintahan Prabowo.

Program MBG Kerap Tuai Kritik

Sejak diluncurkan, Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu program paling ambisius pemerintah.

Program tersebut ditargetkan menjangkau puluhan juta pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di seluruh Indonesia.

Namun dalam pelaksanaannya, berbagai persoalan muncul di lapangan.

Salah satu kritik yang paling sering muncul adalah belum meratanya pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sejumlah daerah mengeluhkan belum tersedianya dapur MBG sehingga distribusi makanan bergizi belum dapat berjalan optimal.

Beberapa kajian bahkan menunjukkan masih terdapat ratusan kecamatan yang belum memiliki titik layanan SPPG.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan infrastruktur program nasional tersebut.

Polemik Keterlibatan TNI-Polri

Kontroversi lain muncul saat BGN menggandeng unsur TNI dan Polri dalam mendukung pelaksanaan MBG.

Kebijakan itu sempat menuai perdebatan di ruang publik.

Sejumlah pihak mempertanyakan alasan keterlibatan aparat keamanan dalam program yang berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat.

Menanggapi kritik tersebut, jajaran BGN saat itu menegaskan bahwa TNI dan Polri hanya membantu aspek pendukung.

Pihak BGN menyebut proses memasak dan penyediaan makanan tetap dilakukan oleh relawan serta tenaga yang telah disiapkan khusus.

Meski demikian, polemik mengenai pembagian peran tersebut terus menjadi bahan diskusi publik.

Baca juga: Prabowo Sudah Bidik Dadan Hindayana Sebelum Dicopot, Dugaan Pemborosan Anggaran, BGN Target OTT KPK?

DADAN HINDAYANA DICOPOT - Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya sebagai Kepala BGN
DADAN HINDAYANA DICOPOT - Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya sebagai Kepala BGN (Tribunnews.com/Jeprima)

Persoalan Kualitas dan Pengawasan

Selain persoalan infrastruktur, pengawasan kualitas makanan juga beberapa kali menjadi perhatian.

Di sejumlah daerah sempat muncul laporan mengenai keterlambatan distribusi makanan.

Ada pula keluhan terkait kualitas menu yang dinilai belum seragam antarwilayah.

Meski jumlah kasusnya relatif terbatas dibanding cakupan program secara nasional, persoalan tersebut tetap menjadi sorotan karena menyangkut kesehatan penerima manfaat.

BGN saat itu berulang kali menegaskan bahwa evaluasi terus dilakukan untuk memperbaiki standar operasional.

Dadan Hindayana juga beberapa kali menyampaikan bahwa program sebesar MBG membutuhkan proses penyesuaian di lapangan.

Menurutnya, tantangan utama adalah memastikan standar kualitas yang sama di seluruh Indonesia.

Target Besar dan Beban Anggaran

Program MBG juga menjadi perhatian karena membutuhkan anggaran yang sangat besar.

Pemerintah mengalokasikan dana ratusan triliun rupiah secara bertahap untuk mendukung program tersebut.

Besarnya anggaran membuat berbagai kalangan menuntut transparansi dan akuntabilitas yang tinggi.

BGN dituntut mampu memastikan setiap rupiah yang digunakan benar-benar berdampak terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Sejumlah pengamat kebijakan publik menilai pengawasan program harus dilakukan secara ketat mengingat skala program yang sangat besar.

Karena itu, evaluasi terhadap kinerja BGN terus menjadi perhatian pemerintah.

Evaluasi dan Arah Baru BGN

Pemerintah menegaskan pergantian pimpinan bukan berarti menghentikan Program Makan Bergizi Gratis.

Sebaliknya, langkah tersebut disebut sebagai upaya memperkuat pelaksanaan program agar lebih efektif.

Presiden Prabowo meminta jajaran baru BGN segera melakukan konsolidasi internal.

Koordinasi dengan kementerian, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan juga diminta diperkuat.

Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan evaluasi dilakukan berdasarkan berbagai masukan yang diterima pemerintah.

Masukan tersebut berasal dari kementerian terkait, masyarakat, hingga penerima manfaat program.

Pemerintah berharap kepemimpinan baru mampu mempercepat penyelesaian berbagai kendala yang selama ini muncul.

Dengan pergantian ini, BGN memasuki babak baru dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Publik kini menanti apakah kepemimpinan baru mampu menjawab berbagai kritik dan memastikan program prioritas nasional tersebut berjalan lebih optimal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

(TribunTrends/WartaKotalive)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.