Narkoba kini semakin mudah diakses karena harganya makin terjangkau, dan telah menyasar usia muda

Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengajak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut untuk memperkuat kolaborasi dan mengintervensi pemberantasan narkoba di daerah.

"Pertemuan ini, saya ingin adanya kolaborasi kuat dalam penuntasan narkoba. Saya minta kita lakukan intervensi secara terpusat," ucap Bobby Nasution usai menerima Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Tatar Nugroho di Kantor Gubernur Sumut, Selasa.

Khususnya, lanjut dia, pemberantasan narkoba difokuskan pada beberapa daerah di Sumatera Utara yang menjadi titik masuk utama, dan pusat peredaran narkoba.

Gubernur menegaskan, bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut menyatakan siap mendukung sisi anggaran agar penanganan narkoba dilakukan secara serius dan tuntas.

Bobby mengaku khawatir terhadap masa depan generasi muda di Sumut. "Narkoba kini semakin mudah diakses karena harganya makin terjangkau, dan telah menyasar usia muda," jelasnya.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, ungkap dia, Pemprov Sumut mengambil langkah konkret dengan memperbanyak kegiatan masyarakat, dan program-program positif di daerah rawan narkoba.

Data Kepolisian Daerah Sumut mengungkapkan, sebanyak 1,6 ton narkotika jenis sabu-sabu di wilayah hukumnya sepanjang 2025 mengalami kenaikan sekitar 0,4 ton dari tahun sebelumnya mencapai 1,2 ton sabu-sabu.

"Selain itu, Pemprov Sumut juga memperkuat edukasi dengan mendorong setiap kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan menyisipkan pesan bahaya narkoba," tutur Bobby.

Gubernur juga mengakui, hingga kini masih terdapat kendala di tingkat provinsi, terutama keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus penanganan narkoba masif.

Atas keterbatasan anggaran yang dihadapi oleh BNNP Sumut, Gubernur juga menyatakan, bahwa komitmen Pemprov Sumut untuk dapat membantu.

"Kita minta program konkret dari BNNP. Mengenai anggaran, Pemprov Sumut akan berupaya membantu. Kita harus serius agar Sumut benar-benar terbebas dari narkoba,” tegas Bobby.

Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Tatar Nugroho mengungkapkan, Sumatera Utara saat ini masih menempati peringkat pertama nasional dalam jumlah pengguna narkoba.

"Dari sekitar 15 juta total penduduk Sumut, terdapat 10 persen menjadi pengguna narkoba. Tingkat penyebarannya pun belakangan ini sudah merambah hingga ke desa-desa,” ungkap Tatar.

Ia menjelaskan, tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Sumut dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya kondisi geografis Sumut menjadi jalur utama masuknya narkoba.

Kemudian, wilayah Sumut juga diapit sejumlah titik rawan di bagian selatan yang menjadi pintu masuk penyelundupan.

Menurut Tatar, pada 2025 penyalahgunaan narkoba didominasi usia produktif 15 hingga 45 tahun. "Tapi kini trennya mulai merambah anak-anak usia sekolah," paparnya.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, lanjut dia, BNNP Sumut tetap fokus menekan peredaran narkoba di pintu-pintu masuk utama serta wilayah pedesaan.

Upaya tersebut, menurutnya, mulai menunjukkan hasil dengan adanya penurunan angka peredaran di sejumlah wilayah Sumatera Utara.

"Kami sangat mengapresiasi sambutan Bapak Gubernur. Kami berharap momentum audiensi ini dapat memperkuat kolaborasi nyata dengan Pemprov Sumut guna menyelamatkan generasi bangsa,” kata Tatar.