MANGGAR, BABEL NEWS - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Belitung Timur Sabarudin menegaskan, pelaksanaan sistem penerimaan murid baru (SPMB) jenjang SD-SMP tahun ajaran 2026/2027 di Belitung Timur harus bersih dari praktik titip menitip.
Hal tersebut sangat penting agar kualitas pendidikan bisa merata dan tidak hanya bertumpu pada sekolah tertentu saja.
"Iyalah pastilah, no titip-titip. Karena semua kan dengan harapan setiap sekolah itu kualitasnya merata, jadi tidak perlu harus ke sekolah tertentu saja," kata Sabarudin, Selasa (2/6/2026).
Pihaknya memastikan pelaksanaan SPMB SD-SMP tahun 2026 sepenuhnya mengedepankan kejujuran dan keadilan bagi seluruh masyarakat.
Pada pelaksanaan SPMB tahun ini, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur mengusung tagline utama, yakni "Cerdas, Berkarakter, dan Berprestasi".
Menurut Sabarudin, esensi dari tagline dan SPMB tahun ini sejalan dengan nilai-nilai luhur Pancasila.
Ia menyebutkan penerapan nilai sila pertama, ketuhanan Yang Maha Esa, diwujudkan melalui konsep kejujuran sepanjang proses seleksi pendaftaran murid baru berlangsung.
Sementara itu implementasi sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, disimbolkan melalui komitmen pemenuhan hak pendidikan tanpa adanya praktik diskriminasi bagi seluruh warga.
"Artinya tidak ada diskriminasi. Setiap penduduk atau warga Belitung Timur yang memenuhi syarat otomatis harus diakomodir dan diterima, yang lulus SD ke SMP, yang lulus TK masuk ke SD," ujar Sabarudin.
Ia menyebut pendaftaran SPMB secara daring (online) sebenarnya sudah mulai diterapkan sejak tahun ajaran sebelumnya.
Meski begitu, pihaknya terus berusaha membuka akses seluas-luasnya sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai mekanisme pendaftaran daring ini.
"Oleh karenanya, kita menggiatkan sekolah itu, baik dari mulai TK, SD untuk menyosialisasikan secara luas. Hari ini launching, dalam minggu-minggu ini saya akan panggil seluruh kepala sekolah untuk secara masif ya menyosialisasikan ini kepada yang SD kepada lulusannya, kemudian yang TK kepada lulusannya yang masuk SD," tutur Sabarudin.
Dia juga mengingatkan seluruh pihak bahwa proses penerimaan murid baru ini sepenuhnya gratis atau tidak dipungut biaya sepeser pun. Hal ini sesuai imbauan resmi dari Ombudsman.
"Minggu-minggu ini kepsek (kepala sekolah) akan segera saya kumpulkan untuk sosialisasi secara masif, dalam bentuk media sosial misalnya. Lalu imbauan dari Ombudsman, itu gratis dan tidak dipungut biaya itu menjadi salah satu kunci," ujar Sabarudin. (z1)