DPD PDI Perjuangan DIY Kick Off Seleksi Tim Banteng Istimewa Yogyakarta untuk Soekarno Cup 2026
Hari Susmayanti June 03, 2026 09:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta resmi membuka tahapan seleksi dan latihan perdana Tim Banteng Istimewa Yogyakarta, Senin (1/6/2026). 

Kegiatan kick off yang digelar di Stadion Tridadi, Sleman, menandai dimulainya persiapan serius DPD PDI Perjuangan DIY dalam menghadapi Soekarno Cup 2026.

Soekarno Cup merupakan turnamen sepak bola yang diinisiasi dan digelar oleh DPP PDI Perjuangan, mempertemukan tim perwakilan kader moncong putih dari berbagai daerah di Indonesia. 

Soekarno Cup kali kedua dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 di Surabaya, Jawa Timur.

Tim Banteng Istimewa Yogyakarta dibentuk dari proses seleksi terbuka yang melibatkan potensi pemain muda dari seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta, mencakup Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul.

Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Nuryadi, hadir langsung memimpin kegiatan kick off tahap seleksi dan latihan perdana.

Ia memberikan arahan sekaligus apresiasi kepada seluruh peserta seleksi yang secara teknis ditangani oleh Tim Manajemen Banteng Istimewa Yogyakarta.

"Ini Soekarno Cup yang kedua. Waktu pertama yang digelar di Bali, kita belum bisa berpartisipasi. Semoga persiapan yang lebih matang ini berhasil menorehkan prestasi juara. Sekilas tadi saya menyaksikan skillnya lumayan," ujar Nuryadi di hadapan para peserta seleksi.

Baca juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, DPD PDIP DIY Perintahkan Kader Bantu Rakyat Hadapi Goncangan Ekonomi

Nuryadi mengungkapkan bahwa ketidakikutsertaan DIY pada Soekarno Cup pertama menjadi pelajaran berharga. 

Kali ini, persiapan dilakukan jauh lebih awal dengan menunjuk beberapa kader yang memang kompeten di bidang olahraga, di antaranya Wahyudi Kurniawan selaku manajer tim dan Susanto Dwi Antoro sebagai manajer teknis.

Dalam arahannya, Nuryadi menekankan pentingnya komitmen Banteng Istimewa Yogyakarta menjunjung tinggi nilai sportivitas. 

Menurutnya, sportivitas bukan sekadar kewajiban, melainkan cerminan karakter partai.

"Tim akan bertanding membawa marwah PDI Perjuangan DIY di tingkat nasional. Kita harus komitmen menjunjung fair play di dalam dan di luar lapangan," tegasnya.

Nuryadi juga memotivasi para pemain akan pentingnya ketahanan mental di atas lapangan. 

Ia mengingatkan bahwa dalam sepak bola, setiap detik memiliki nilai dan tidak ada momen yang boleh disia-siakan.

"Sisa satu menit pun harus dimanfaatkan sebagai peluang. Mental juara tidak mengenal menyerah," ungkapnya menyemangati para calon pemain.

Proses seleksi ini menjadi bagian dari upaya DPD PDI Perjuangan DIY membangun satu tim yang tidak hanya kompetitif secara teknis, tetapi juga solid secara kolektif. Tim Manajemen Banteng Istimewa Yogyakarta dijadwalkan melanjutkan serangkaian sesi latihan intensif dalam beberapa pekan ke depan sebelum keberangkatan menuju Surabaya.

Kehadiran Tim Banteng Istimewa Yogyakarta di Soekarno Cup 2026 diharapkan menjadi ajang pembuktian bahwa kader-kader PDI Perjuangan DIY mampu bersaing dan berprestasi di hadapan sesama kader dari daerah-daerah lain di seluruh Indonesia.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan DIY, Yan Kurnia Kustanto, menambahkan bahwa sebagai partai pelopor, PDI Perjuangan DIY memberi ruang seluas-luasnya kepada talenta muda untuk mengaktualisasikan bakat mereka di bidang olahraga. 

Ia menyoroti bahwa semangat ini sejalan dengan tradisi panjang lembaga-lembaga resmi di Indonesia yang telah lama membina klub sepak bola sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia.

"Sepak bola adalah milik semua anak bangsa, milik semua golongan. Kompetisi nasional internal partai ini harus kita lihat sebagai langkah maju dalam memperkuat ekosistem sepak bola nasional. Fasilitasi seperti ini tentu sangat bermakna bagi anak-anak muda di pelosok negeri yang memiliki mimpi menjadi pemain sepak bola nasional," ujar Yan Kurnia. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.