Sudah 2 Kasus Sopir Truk di Palembang Tewas Gegara Antre Solar, Terbaru Korban Dikeroyok 7 Orang
Odi Aria June 03, 2026 02:47 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Kasus sopir truk tewas gegara antre solar kembali terjadi di Palembang.

Kasus terbaru menimpa seorang sopir truk di SPBU Jalan Noerdin Panji, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang, Kamis (2/6/2026) malam.

Korban diketahui bernama Yepran Firmansyah (38), warga Komplek BSA Jalan Tanjung Api-Api, Kelurahan Talang Keramat, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.

Baca juga: Detik-detik Sopir Truk di Palembang Tewas Dikeroyok Saat Antre Solar, Korban Dihabisi di Dalam Truk

Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi di area SPBU 24.301.111 Punti Kayu, Jalan Kolonel H. Burlian KM 7, Kecamatan Sukarami, Palembang Sumsel, Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 03.50 WIB.

Seorang sopir truk berinisial MEP (26) meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk di bagian dada kiri.

Peristiwa ini diduga dipicu perselisihan saat pengisian bahan bakar solar.

Yepran Dikeroyok 7 Orang

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 21.15 WIB ketika korban sedang mengantre solar menggunakan truk BG 9479 CE di SPBU tersebut.

Saat antrean berlangsung, sebuah kendaraan diduga menyerobot barisan kendaraan yang telah lebih dahulu mengantre. Melihat hal itu, korban menegur pengemudi kendaraan tersebut.

Teguran tersebut memicu cekcok antara kedua pihak. Adu mulut kemudian berkembang menjadi perkelahian di area pintu keluar SPBU.

Baca juga: Sopir Truk Tewas Dikeroyok Saat Antre Solar di Palembang Sempat Kabur, Korban Diserang Secara Brutal

Beruntung, sejumlah sopir yang berada di lokasi berhasil melerai keduanya sehingga situasi sempat mereda.

Namun, persoalan ternyata belum selesai. Setelah perkelahian dilerai, pelaku meninggalkan lokasi kejadian.

Sekitar 30 menit kemudian, pelaku kembali ke SPBU dengan membawa sekitar tujuh orang rekannya menggunakan sepeda motor.

Kedatangan kelompok tersebut diduga sudah disertai niat untuk melakukan penyerangan.

Tanpa banyak bicara, kelompok itu langsung menyerang korban secara bersama-sama menggunakan senjata tajam.

SOPIR TRUK TEWAS- Seorang sopir truk bernama Yepran Firmansyah (38) tewas setelah diduga dikeroyok dan ditusuk sekelompok orang di SPBU Jalan Noerdin Panji, Sukarami, Palembang, usai menegur pengendara yang menyerobot antrean solar.
SOPIR TRUK TEWAS- Seorang sopir truk bernama Yepran Firmansyah (38) tewas setelah diduga dikeroyok dan ditusuk sekelompok orang di SPBU Jalan Noerdin Panji, Sukarami, Palembang, usai menegur pengendara yang menyerobot antrean solar. (Kolase)

Korban yang mengalami luka berusaha menyelamatkan diri dengan mengemudikan truknya keluar dari area SPBU.

Namun para pelaku terus melakukan pengejaran. Dalam kondisi terluka parah, korban sempat membawa kendaraannya hingga ke seberang SPBU.

Karena kehilangan banyak darah dan tidak mampu lagi mengendalikan kendaraan, truk yang dikemudikan korban akhirnya menabrak dan berhenti. Korban pun tak sadarkan diri di dalam kendaraan.

Menurut keterangan saksi, para pelaku diduga masih melakukan penyerangan terhadap korban sebelum akhirnya meninggalkan lokasi kejadian.

Warga bersama sesama sopir kemudian memberikan pertolongan dan membawa korban ke RS Myria Palembang.

Namun sesampainya di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia.

Korban mengalami sejumlah luka tusuk pada bagian dada, rusuk, punggung, serta lengan kanan yang diduga menjadi penyebab kematiannya.

Kapolsek Sukarami Kompol Alex Andriyan membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, jumlah pelaku diperkirakan sekitar tujuh orang.

"Korban sempat menegur kendaraan yang menyerobot antrean solar. Setelah itu terjadi perkelahian dan berlanjut dugaan pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia," ujarnya.

Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan intensif dan memburu para pelaku yang terlibat dalam aksi pengeroyokan maut tersebut.

Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa.

MEP Dikeroyok Petugas SPBU

Seorang sopir truk berinisial MEP (26) meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk di bagian dada kiri.

Peristiwa ini diduga dipicu perselisihan saat pengisian bahan bakar solar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika korban melakukan pengisian solar di SPBU.

Namun, proses pengisian terhenti karena operasional SPBU telah berakhir, sementara korban merasa pengisian belum maksimal.

Hal tersebut memicu cekcok antara korban dengan pengawas SPBU berinisial SI (25).

Situasi kemudian memanas. Korban sempat keluar dari area SPBU dan menunggu di seberang jalan.

Selanjutnya, SI menghubungi rekannya, EPP (22), yang merupakan petugas keamanan setempat, untuk menemui korban.

Saat pertemuan terjadi, korban turun dari kendaraan dan terlibat perkelahian dengan kedua pelaku.

Dalam peristiwa itu, SI diduga melakukan penusukan yang menyebabkan korban mengalami luka fatal.

Korban sempat dilarikan ke RS Myria Palembang, namun dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

Petugas gabungan dari Polrestabes Palembang dan Polsek Sukarami yang tiba di lokasi langsung mengamankan kedua terduga pelaku sekitar pukul 04.30 WIB.

Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk pakaian yang digunakan pelaku saat kejadian.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Musa Jedi Permana, membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa kedua tersangka tengah menjalani pemeriksaan intensif.

“Dua tersangka telah diamankan. Saat ini kami masih melakukan pencarian senjata tajam yang digunakan serta menganalisis rekaman CCTV untuk memperkuat konstruksi perkara,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan menegaskan komitmen penegakan hukum.

“Kami tidak mentolerir tindak kekerasan, terlebih yang terjadi di ruang publik. Para pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Hingga kini, penyidik masih melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi-saksi serta melengkapi alat bukti guna mengungkap secara utuh kronologi dan motif kejadian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.