TRIBUNJAMBI.COM - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, mengungkapkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, diyakini masih hidup meski hingga kini belum pernah tampil di hadapan publik sejak konflik besar Iran dengan Amerika Serikat dan Israel pecah pada awal 2026.
Pernyataan itu disampaikan Rubio dalam sidang Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, Selasa (2/6/2026).
Menurut Rubio, terdapat sejumlah indikasi yang menunjukkan Mojtaba Khamenei masih terlibat dalam proses pengambilan keputusan penting di Iran, meskipun seluruh komunikasi dilakukan secara tertutup melalui perantara.
"Kami belum melihatnya tampil di depan umum. Namun ada indikasi bahwa ia masih memiliki keterlibatan dalam proses pengambilan keputusan pada tingkat tertentu," ujar Rubio.
Ia menambahkan, situasi keamanan yang dihadapi para petinggi Iran pasca-konflik membuat kemunculan publik dinilai berisiko.
Baca juga: Video Dua Pria Mahasiswa di Perpustakaan Ciuman Heboh, Ayah Pelaku Bersujud dan Minta Maaf
Baca juga: Info Kabar Kejagung Jemput Dadan Hindayana, Nama Lodewyk Pusung dan Sonny Sonjaya Terseret
Keputusan Iran Disebut Sangat Terpusat
Rubio menjelaskan bahwa struktur pengambilan keputusan di Iran masih sangat terpusat.
Menurutnya, setiap hasil pembicaraan yang dibawa para negosiator Iran harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari lingkaran kepemimpinan sebelum respons resmi diberikan kepada pihak luar.
"Informasi yang kami terima menunjukkan bahwa para negosiator Iran harus kembali ke dewan kepemimpinan dan menunggu arahan sebelum memberikan jawaban resmi. Proses itu bisa memakan waktu antara tiga hingga lima hari," katanya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya diplomatik yang masih berlangsung antara Washington dan Teheran setelah berbulan-bulan konflik bersenjata.
Negosiasi AS-Iran Dikabarkan Melambat
Meski Presiden AS Donald Trump dan Marco Rubio berulang kali menyatakan komunikasi dengan Iran masih berjalan, sejumlah media Iran melaporkan bahwa pertukaran pesan antara kedua negara mengalami perlambatan dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi itu disebut berkaitan dengan sulitnya akses komunikasi terhadap lingkaran pimpinan tertinggi Iran.
Pemerintah AS dan Iran saat ini masih berupaya mengubah gencatan senjata yang tercapai menjadi kesepakatan jangka panjang yang lebih komprehensif.
Konflik yang berlangsung sejak 28 Februari 2026 tersebut menelan ribuan korban jiwa dan memicu ketegangan besar di kawasan Timur Tengah.
Mojtaba Khamenei Disebut Berada di Bunker Rahasia
Sementara itu, laporan sejumlah media Amerika menyebut Mojtaba Khamenei kini berada di lokasi yang sangat dirahasiakan dengan pengamanan ketat.
Ia disebut belum terlihat di depan publik sejak pecahnya perang yang juga menewaskan ayahnya, mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
Berdasarkan laporan CBS, pejabat intelijen AS meyakini Mojtaba Khamenei saat ini berada di sebuah bunker rahasia dan hanya dapat dihubungi melalui jaringan kurir serta perantara khusus.
Sistem komunikasi tersebut disebut membuat proses penyampaian pesan dari dan ke pemerintahan Iran berjalan lebih lambat dibanding biasanya.
Meski demikian, seorang pejabat senior pemerintahan AS mengklaim Mojtaba Khamenei telah menyetujui garis besar rancangan kesepakatan yang sedang dibahas antara Washington dan Teheran.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran terkait keberadaan maupun kondisi terkini Mojtaba Khamenei.