TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Legenda sepak bola Indonesia, Suhatman Imam, menilai pelatih kepala baru Semen Padang FC, Nil Maizar, merupakan sosok yang sudah kenyang pengalaman di Liga 1 maupun Liga 2.
Usai degradasi dari kompetisi BRI Super League 2025/2026, Semen Padang resmi menunjuk Nil Maizar sebagai pelatih kepala baru untuk mengarungi kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.
Pernyataan ini ia sampaikan kepada TribunPadang.com di kediamannya, Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Rabu (3/6/2026).
Diketahui, Nil Maizar merupakan putra asli Minangkabau. Ia lahir pada 2 Januari tahun 1970 di Payakumbuh.
Sebelumnya, pria yang kini berusia 56 tahun ini pernah ditunjuk menjadi Pelatih Kepala Semen Padang FC pada 25 Januari 2016 hingga 04 Oktober 2017.
Baca juga: BREAKING NEWS: Nil Maizar Kembali Tukangi Semen Padang FC untuk Arungi Liga 2 Musim 2026/2027
Kemudian, juga sempat menjadi juru taksik di tim Sumsel United. Ia tercatat menjadi pelatih kepala di sana sejak 01 Juni 2025 hingga 30 April 2026.
Suhatman Imam mengatakan bahwa Nil Maizar merupakan putra asli daerah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Menurut dia, dengan identitas tersebut, Nil Maizar tentu memiliki rasa tanggung jawab yang lebih tinggi dari pelatih yang bukan putra daerah.
"Dia juga mantan pegawai Semen Padang, untuk pengalaman dia bagus, pernah melatih di nasional, Liga 1 dan 2 Indonesia," ucap pria berumur 71 tahun itu.
Dengan pengalaman yang dimiliki Nil Maizar, terbukti para klub-klub di Indonesia bahkan timnas pernah merekrut sebagai pelatih kepala.
Artinya kata Suhatman Imam, ia memiliki talenta yang bagus untuk menjadi Pelatih Kepala di Semen Padang FC.
Baca juga: Semen Padang FC Tunjuk Pelatih Nil Maizar, Manajemen Ungkap Alasan Tak Pertahankan Imran Nahumarury
"Bukti dia bertalenta, dipakai semua klub yang pernah ia latih," jelas mantan pemain tim berjulukan Kabau Sirah itu.
Suhatman menyebut, upaya menunjuk pelatih baru belumlah cukup, pihak Semen Padang FC juga harus mencari pemain yang bertalenta.
Sehingga dengan kombinasi lengkap, bisa membawa Semen Padang FC bangkit kembali dan masuk ke Liga 1 Indonesia.
"Intinya harus sinkron satu sama lain, kalau pelatih bagus, pemain tidak bagus susah juga, begitupun sebaliknya. Mulai dari pelatih, pemain, manajemen, supporter, kalau kompak, saling support, insyaallah," tambahnya.
Dikutip dari transfermarkt, ia merupakan mantan pemain Kabau Sirah pada era 1992–1997 sebelum berkarier sebagai pelatih.
Nil Maizar juga dikenal sebagai salah satu pelatih berpengalaman di sepak bola Indonesia. Ia memiliki lisensi kepelatihan AFC Pro serta dikenal dengan pendekatan permainan berformasi 4-3-3 bertahan.
Karier kepelatihannya dimulai dari lingkungan Semen Padang, mulai dari tim junior, asisten pelatih, hingga dipercaya menjadi pelatih kepala tim senior pada 2010.
Bersama Kabau Sirah, ia mencatat prestasi penting dengan membawa tim bersaing di level nasional dan meraih gelar Indonesian Premier League musim 2011/2012.
Baca juga: Semen Padang FC Pilih Nil Maizar, Indra Sjafri dan Jafri Sastra Sempat Masuk Bursa Pelatih
Kesuksesan bersama Semen Padang membuat Nil Maizar dipercaya menangani Timnas Indonesia pada periode 2012–2013.
Setelah itu, ia melatih sejumlah klub nasional seperti Putra Samarinda, Persela Lamongan, Sriwijaya FC, Dewa United, Persiba Balikpapan, PSMS Medan hingga Sumsel United.
Berdasarkan data profil kepelatihan, Nil Maizar memiliki rata-rata masa kerja hampir satu tahun di klub yang ditanganinya.(*)