TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Peristiwa tenggelamnya seorang remaja 14 tahun menyisakan luka yang mendalam.
Mirisnya, korban yang pergi ke Bendung Campuan di Banjar Rangdu, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Jembrana bersama dua temannya, tak selamat.
Seorang siswa SMP, I Made Negara (14) saat itu pergi bersama dua orang rekannya yang tinggal di asrama sebuah yayasan menuju Bendung Campuan di Banjar Rangdu sekitar pukul 13.00 WITA.
Mereka pergi ke bendung yang jaraknya 1,5 km itu menggunakan sepeda gayung.
Setibanya di lokasi, dua orang temannya atau para saksi duduk di pinggir bendung sisi barat, sementara korban membuka baju dan celana di pintu air bendung.
Baca juga: Ombak Beringas Rusak Tanggul di Pantai Pebuahan, Bronjong Buatan Warga Tak Mampu Bendung Abrasi
Ia sempat diperingatkan oleh seorang temannya.
"Do mecebur, awak sing bisa ngelangi (Jangan lompat, kamu tidak bisa berenang)," kata saksi melarang korban untuk mencebur ke TKP.
Namun peringatan tersebut tak digubris, korban menggelengkan kepala dan menceburkan diri.
Dugaan temannya tak meleset, saat di dalam air, korban meronta-ronta seperti meminta pertolongan karena tenggelam.
Salah satu rekannya kemudian menceburkan diri bermaksud menolong korban, namun tangan korban terlepas saat itu dan langsung tenggelam.
Baca juga: CEBURKAN DIRI ke Laut di Klungkung, Gede NA Tak Mampu Bendung Kesedihan karena Putus Cinta
Rekannya kemudian berenang ke pinggir karena melihat korban sudah tenggelam.
Sementara satu rekan lainnya bergegas balik ke asrama untuk menginformasikan kejadian tersebut.
Informasi itu lantas diteruskan ke para pihak termasuk Pos Pencarian dan Pertolongan SAR Jembrana.
Sekitar pukul 15.30 WITA, tim SAR Jembrana akhirnya tiba di lokasi untuk melakukan penanganan.
Sedikitnya ada dua orang penyelam dikerahkan dan akhirnya korban ditemukan di dalam sungai sekitar 6 meter dari permukaan.
Korban akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 16.10 WITA dalam keadaan meninggal dunia dan dievakuasi ke RSU Negara untuk proses lebih lanjut.
"Awalnya mereka datang ke lokasi ini, kemudian korban menceburkan diri ke bendung campuan tersebut dan tenggelam," ungkap Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika saat dikonfirmasi, Rabu 3 Juni 2026.
Baca juga: KRONOLOGI LENGKAP Anak SMP Tewas di Jembrana, Ceburkan Diri Hingga Tenggelam
Beberapa waktu kemudian, kata dia, korban berhasil ditemukan oleh Tim SAR Jembrana dengan metode penyelaman.
Korban kemudian dievakuasi
"Korban sempat dilarang oleh temannya, namun tetap menceburkan diri dan akhirnya tenggelam. Memang sempat ditolong oleh rekannya namun tangannya terlepas," tuturnya.
Terpisah, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan SAR Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan menyebutkan, setelah menerima laporan, tim SAR Jembrana langsung menuju lokasi untuk melakukan proses pencarian.
Sedikitnya ada dua orang penyelam yang dikerahkan untuk menemukan korban.
"Korban ditemukan di kedalaman sekitar 6 meter. Karena artinya keruh, tim kami melakukan pencarian dengan meraba-raba bagian dasar. Korban kemudian dievakuasi ke RSU Negara," tandasnya. (*)