Apa Saja Aturan VAR di Piala Dunia 2026?
Dewi Rahayu June 03, 2026 09:45 PM

Turnamen yang diikuti oleh 48 tim di Amerika Utara dan akan dimulai minggu depan ini akan menerapkan serangkaian perubahan besar pada peraturan, termasuk dua di antaranya yang berkaitan dengan VAR.


Piala Dunia 2026 akan memperkenalkan lima aturan baru yang bertujuan meningkatkan kualitas dan integritas pertandingan yang digelar musim panas ini di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.


Turnamen ini akan dimulai pada 11 Juni dengan laga pembuka antara Meksiko melawan Afrika Selatan — menjadi dua tim pertama yang akan memainkan pertandingan di bawah aturan baru Piala Dunia tersebut.


Perubahan pertama pada aturan VAR berkaitan dengan situasi sepak pojok, yang sebelumnya tidak dapat diperiksa — hal ini sering menyebabkan keputusan tendangan sudut yang keliru dan bahkan berujung pada gol.


Pemeriksaan harus dilakukan dengan cepat dan sebelum permainan dimulai kembali, artinya tim tidak dapat mengajukan tantangan setelah sepak pojok diambil, terlepas dari apakah keputusan awal benar atau tidak.


Hal ini serupa dengan aturan “challenge” di NBA, di mana anggota tim harus terlebih dahulu meminta time-out dan memberi tahu wasit bahwa mereka bermaksud menantang keputusan di lapangan.


Jika proses tersebut tidak dilakukan dengan cukup cepat — atau dalam konteks Piala Dunia, tim dan stafnya tidak bereaksi dalam waktu yang cukup atau bahkan tidak menyadari adanya kesalahan — maka keputusan di lapangan akan tetap berlaku, apa pun dampaknya terhadap hasil pertandingan.


Perubahan kedua pada aturan VAR berkaitan dengan situasi di mana seorang pemain menerima dua kartu kuning yang berujung pada kartu merah.


VAR kini diperbolehkan memeriksa kartu kuning kedua yang diterima pemain, namun tidak dapat memeriksa kartu kuning pertama dengan alasan potensi terjadinya kartu kedua di kemudian hari.


Perubahan ini bertujuan mencegah keputusan pengusiran pemain yang tidak adil, meskipun tetap dimungkinkan bahwa kartu pertama diberikan secara keliru sementara kartu kedua memang pantas diterima.


Salah satu perubahan aturan baru lainnya ditujukan untuk menekan ‘time-out taktis’ yang dilakukan oleh penjaga gawang dengan tujuan menghambat tempo permainan dan memberi kesempatan timnya untuk berdiskusi dengan area teknis.


Jika penjaga gawang mengalami cedera, para pemain dari kedua tim kini dilarang mendekati area teknis masing-masing untuk melakukan pembicaraan tim.


Selain itu, penerapan hitungan mundur untuk mencegah pemborosan waktu juga diperkenalkan, mirip dengan “serve clock” yang digunakan dalam pertandingan tenis.


Tendangan gawang dan lemparan ke dalam kini akan memiliki batas waktu lima detik untuk dilakukan, guna mengurangi pemborosan waktu dan memastikan alur permainan yang lebih lancar selama Piala Dunia 2026.


Pemain pengganti yang meninggalkan lapangan juga akan dikenai batas waktu serupa — kali ini sepuluh detik — dan pemain yang melanggar aturan hitungan mundur tersebut akan dikenai sanksi.


Perubahan aturan terakhir berkaitan dengan kebiasaan pemain menutupi mulut mereka — sebuah perubahan yang menimbulkan kontroversi dan kebingungan di kalangan penggemar sepak bola di seluruh dunia.


Pemain biasanya melakukan hal ini untuk mencegah kamera atau pembaca gerak bibir memahami percakapan mereka, baik dengan rekan setim maupun pemain lawan.


Mereka yang tampil di Piala Dunia kini dapat langsung menerima kartu merah jika menutupi mulut dalam konteks yang bersifat konfrontatif.


Tujuan dari aturan ini adalah untuk mencegah pemain menggunakan tindakan tersebut sebagai alasan untuk menghindari tanggung jawab jika mereka mengucapkan kata-kata bernada kasar.


Para penggemar sepak bola akan menyaksikan seluruh perubahan aturan tersebut diterapkan sepanjang bulan Juni dan Juli, ketika turnamen terbesar dalam sejarah Piala Dunia resmi dimulai.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.