Dulu Ramai, Kini Terminal Pangkajene Sidrap hanya Hidup Saat Hari Pasar
Alfian June 03, 2026 10:08 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP - Terminal Pasar Sentral Pangkajene di Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, masih berdiri dan berfungsi hingga saat ini. 

Namun, denyut aktivitasnya tidak lagi seramai beberapa tahun lalu.

Jika aktivitas naik dan menurunkan penumpang makin surut, maka hal tersebut berdampak bagi pendapatan para sopir mobil angkutan.

Terminal yang berada di depan Pasar Sentral Pangkajene tersebut kini lebih banyak digunakan pada hari pasar, saat pedagang dan masyarakat dari berbagai wilayah datang bertransaksi. 

Lokasi terminal berada di kawasan strategis pusat ekonomi Pangkajene dan masih menjadi salah satu simpul transportasi masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sidrap, Andi Bahari Parawansa, mengatakan terminal tersebut sebenarnya masih berfungsi dan tetap dimanfaatkan masyarakat.

"Terminal ini masih digunakan sampai sekarang, terutama pada hari pasar. Aktivitas angkutan dan masyarakat masih ada, meski tidak seramai dulu," kata Andi Bahari kepada Tribun-Timur.com, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, kondisi terminal yang tidak seramai dulu tidak terlepas dari kebijakan efisiensi anggaran yang terjadi di berbagai daerah sebagai dampak penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat.

Akibatnya, sejumlah program pemeliharaan dan penataan fasilitas terminal belum dapat dilakukan secara maksimal.

"Kalau untuk pengecatan dan pengindahan fasilitas sebenarnya sudah kami rencanakan. Namun karena adanya efisiensi anggaran, beberapa kegiatan belum bisa dilaksanakan. Kami tetap berupaya agar fasilitas yang ada tetap terjaga dan bisa digunakan masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Terminal Daya Diwacanakan Jadi Pusat Aktivitas Logistik

Meski demikian, Dishub Sidrap tidak menutup mata terhadap harapan masyarakat agar terminal kembali hidup dan ramai seperti dahulu.

Andi Bahari menilai kebangkitan terminal tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik.

Hal tersebut juga perlu didukung aktivitas ekonomi dan transportasi yang berkelanjutan.

"Kalau ingin terminal kembali hidup, maka harus ada aktivitas yang terus berlangsung. Angkutan umum perlu diberdayakan, trayek harus aktif, dan masyarakat juga perlu kembali menjadikan terminal sebagai titik keberangkatan maupun kedatangan," terangnya.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha transportasi, pedagang, dan masyarakat menjadi kunci menghidupkan kembali kawasan terminal.

"Terminal bukan sekadar tempat kendaraan berhenti. Ini adalah pusat pergerakan ekonomi masyarakat. Kalau aktivitas transportasi tumbuh, maka pedagang bergerak, usaha kecil hidup, dan kawasan sekitar ikut berkembang," tambahnya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sidrap berharap terminal tersebut dapat kembali menjadi pusat mobilitas masyarakat.

Juga sekaligus mendukung geliat ekonomi di kawasan Pasar Sentral Pangkajene.

Di tengah keterbatasan anggaran, terminal yang masih beroperasi pada hari pasar itu menjadi bukti bahwa fasilitas publik tersebut belum kehilangan fungsinya. 

Kini, yang dibutuhkan bukan sekadar cat baru di kawasan terminal, melainkan hadirnya aktivitas yang mampu menghidupkan kembali transportasi dan perdagangan di pusat Kota Pangkajene (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.