BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Cara warga Bakarung HSS Kalsel bebaskan sang nenek dari lurungan api saat kebakaran rumah.
Insiden kebakaran di Desa Bakarung, RT 4, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mengakibatkan dua orang mengalami luka bakar.
Kedua korban tersebut, pemilik rumah nenek Siti Kasrah (81) dan cucunya.
Kejadian kebakaran yang menghanguskan 1 buah rumah ini, terjadi sekitar pukul 10.57 Wita, Rabu (3/6/2026).
Baca juga: Tukar Uang Menurun 50 Persen, Ini Penyebabnya
Baca juga: Antusias Warga Banua Berumrah Tetap Tinggi, Begini Perhitungan dan Promonya
Kepala Satpol PP dan Damkar HSS, Iwan Friady melalui Kabid Damkar Abdi Kusuma Jaya menyampaikan, nenek Siti mengalami luka bakar serius, sementara cucunya alami luka bakar di telapak kaki dan punggung.
"Rumah terbakar berisi 1 Kepala Keluarga dengan jumlah 1 jiwa milik Siti Kasrah. Kondisinya rusak total," katanya.
Ditambahkan Kasi Penanggulangan dan Penyelamatan, Muhammad Mukhlis bahwa Kedua korban telah dilarikan ke RSUD Brigjend H Hasan Basry Kandangan.
"Keduanya telah menjalani perawatan medis," terangnya.
Kini pihak petugas Satpol PP dan Damkar HSS tengah melaksanakan tahapan verifikasi, sementara pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.
Camat Angkinang, Sabil menyampaikan apresiasi dan terima kasih ke seluruh pihak Damkar di HSS, BPBD, relawan gabungan dan warga, serta pihak terlibat.
Api membuat geger warga di Bakarung, Kecamatan Angkinang Rabu siang. Puluhan relawan gabungan dan Damkar, serta warga saling bahu-membahu memadamkan api.
Selamatkan Nenek
Sewaktu kejadian kebakaran di Desa Bakarung, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) siang tadi, ternyata menyebabkan dua orang mengalami luka bakar.
Saat kejadian, Siti Kasrah (81 ) yang tinggal seorang diri tengah berada di dalam rumah tersebut. Beruntungnya saat insiden, Muhammad Raihan (17) yang merupakan cucu dari pemilik rumah terbakar tersebut sedang berada di rumahnya yang memang bersebelahan (bertetangga).
Raihan dengan cepat dan berani menerobos ke dalam rumah yang terbakar untuk menggendong sang nenek keluar, Rabu (3/6/2026).
Keduanya berhasil selamat, meski begitu Raihan mengalami luka bakar di bagian kaki, begitu pula sang nenek Siti Kasrah mengalami luka bakar di bagian punggung. Keduanya dilarikan ke RSUD Brigjend H Hasan Basry Kandangan untuk dirawat.
Hal tersebut diceritakan oleh ayah Raihan. Fathurrahman saat ditemui di depan rumahnya di Desa Bakarung RT 4.
“Benar, anak saya yang menolong neneknya dengan cara diangkat (digendong). Soalnya kondisi ibu saya tersebut memang sakit, sehingga di rumah saja,” katanya.
Siti Kasrah memang tinggal sendirian di rumah, sementara anak dan cucunya tadi bertempat tinggal bertetangga.
Saat itu, Raihan baru pulang sekolah, sedangkan ayahnya bersama ibu tengah tidak berada di rumah.
“Saat itu, Raihan di rumah dan mendengar neneknya minta tolong. Diceritakannya ke saya, bahwa ia segera mendatangi neneknya tersebut. Pasca kejadian, keduanya mengalami luka bakar dengan kondisi berbeda-beda,” ungkapnya.
Dibeberkan Fathurrahman, ibunya akan menjalani operasi sore hari tadi.
“Raihan ada luka bakar di bagian kaki, ia juga menghisap banyak asap. Katanya dibiarkan dulu untuk menjalani perawatan,” ungkapnya.
Pantauan di lokasi kejadian, rumah yang terbakar telah dipasang garis polisi. Kondisi bangunan mengalami kerusakan cukup berat atau total.
Bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSS dan Kecamatan Angkinang telah disalurkan ke pihak keluarga.
Sebagai pengingat, insiden kebakaran di Desa Bakarung, RT 4, Kecamatan Angkinang,mengakibatkan dua orang mengalami luka bakar.
Kedua korban tersebut, pemilik rumah nenek Siti Kasrah (81) dan cucunya.
Kejadian kebakaran yang menghanguskan 1 buah rumah ini, terjadi sekitar pukul 10.57 Wita, Rabu (3/6/2026).
Kepala Satpol PP dan Damkar HSS, Iwan Friady melalui Kabid Damkar Abdi Kusuma Jaya menyampaikan, nenek Siti mengalami luka bakar serius bagian punggung, sementara cucunya alami luka bakar di telapak kaki.
7 Cara Mencegah Kebakaran Oven dan Kompor
Dapur menjadi pusat utama untuk mengisi "bahan bakar" dan menjadi ruangan tersibuk di rumah.
Dapur menjadi ruangan dengan lalu lintas tinggi. Setiap harinya, orang keluar-masuk di dapur, entah untuk memasak, menyiapkan makanan, hingga mencuci piring di akhir hari.
Dengan banyaknya kegiatan yang dilakukan tersebut, akan sangat mudah melupakan makanan yang sedang dimasak di atas kompor atau di dalam oven serta lalai membersihkan oven dengan benar setelah selesai menyiapkan makanan.
Mengingat sebagian besar kebakaran rumah terjadi di dapur, penting untuk tetap berada di dapur selama memasak. Hal ini juga membantu mengetahui pelanggar terbesar dalam hal kebakaran oven.
Selain itu, ada beberapa cara mencegah kebakaran oven dan kompor di dapur dilansir dari Bobvila, Senin (27/2/2023), seperti berikut ini.
Pastikan oven diservis, bersih, dan dalam kondisi baik
Oven yang berfungsi baik mungkin merupakan langkah termudah menghindari kebakaran, jadi pastikan memperbaikinya setidaknya setahun sekali.
Segera bersihkan sisa makanan yang tertinggal setelah memasak dari oven, yang dapat terbakar saat menyalakan oven lagi, sehingga menghasilkan banyak asap dan berpotensi menimbulkan kebakaran.
Jangan tinggalkan rumah saat oven digunakan
Memasak tanpa pengawasan adalah penyebab utama kebakaran dapur. Karena itu, Anda perlu mengawasi oven ketika memasak makanan sehingga dapat mengetahui adanya bau, suara, atau asap yang aneh, yang dapat menandakan adanya potensi kebakaran.
Letakkan penutup pada makanan yang tercecer
Selanjutnya, cara mencegah kebakaran oven adalah meletakkan penutup pada makanan yang tercecer. Cegah minyak tidak tercecer ke seluruh bagian dalam oven atau kompor menggunakan pelindung atau penutup cipratan.
Ini akan menghemat waktu saat membersihkan dan mencegah kebakaran kompor atau oven. Lemak dan minyak yang tercecer dapat menyebabkan nyala api, yang menyebabkan kebakaran kecil. Hanya perlu beberapa menit untuk api kecil dari lemak menyala.
Pasang detektor asap
Cara pasti mengetahui ada sesuatu tidak beres di dapur adalah membunyikan alarm asap. Pastikan memasang alarm dengan benar dan letakkan pada jarak 1,8 hingga enam meter dari peralatan dapur untuk mencegah alarm palsu.
Jarak yang lebih pendek berlaku untuk detektor asap fotolistrik dan jarak enam meter untuk detektor asap ionisasi.
Waspadai anak-anak dan hewan peliharaan di dapur
Hewan peliharaan dan anak-anak suka bermain di dapur dan menyentuh berbagai permukaan, seperti kompor. Hal ini bisa berisiko mendatangkan hal buruk seperti kebakaran.
Untuk itu, penting mewaspadai anak dan hewan peliharaan yang bermain di dapur saat memasak. Si juru masak bisa tersandung anak-anak yang bermain di bawah kaki dan menumpahkan wajan berminyak ke atas kompor yang bisa terbakar.
Pantau suhu memasak
Saat menggoreng makanan, perhatikan titik nyala minyak. Pasalnya, ketika minyak cukup panas, ini dapat membuatnya meledak menjadi api.
(Banjarmasinpost.co.id/Adiyat Ikhsan/kompas.com)