Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Mata Auffa Chika Muliyudia berkaca-kaca saat menatap layar gawainya. Remaja perempuan berhijab ini seolah masih tidak percaya bahwa impian masa kecil yang selalu ia rawat sejak dini, kini berada tepat di depan mata.
Baca juga: Cerita Siswa SMAN 14 Bandar Lampung Lolos Kedokteran Unila, Chika Pede Pilih 1 Jurusan
Namanya dinyatakan resmi diterima di Program Studi S1 Pendidikan Kedokteran Universitas Lampung (Unila) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025, sebuah pencapaian luar biasa yang mengawali babak baru dalam hidupnya.
Pencapaian Chika, sapaan akrabnya, menjadi bagian dari catatan membanggakan sekolahnya. Diketahui, 100 persen siswa lulusan SMAN 14 Bandar Lampung tahun 2026 berhasil lolos masuk ke berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang tersebar di Indonesia, dan Chika merupakan satu di antaranya.
Baginya, keberhasilan ini bukan sekadar kelulusan biasa, melainkan sebuah jembatan besar untuk mewujudkan cita-cita mulianya menjadi seorang dokter.
Saat hari pengumuman SNBP tiba, Chika memilih untuk membuka hasil seleksi secara mandiri di kamarnya. Di tengah kesunyian itu, ia sempat diliputi rasa cemas yang hebat dan keraguan yang mendalam mengenai hasil yang akan ia terima.
"Saya buka sendiri pengumumannya. Waktu itu rasanya antara percaya dan tidak percaya karena sempat ragu apakah bisa lolos atau tidak," ujarnya dengan nada haru saat diwawancarai dalam program Saksi Kata di SMAN 14 Bandar Lampung, Rabu (3/6/2026).
Namun, ketegangan itu seketika runtuh dan berubah menjadi isak tangis syukur ketika layar menampilkan ucapan selamat atas kelulusannya.
Keputusan Chika tergolong sangat berani, sebab Pendidikan Kedokteran Unila merupakan satu-satunya pilihan jurusan yang ia cantumkan dalam borang SNBP. Kenekatan tersebut lahir dari sebuah keyakinan kuat dan cinta mendalam pada cita-cita yang sudah lama ia impikan.
Keberhasilan Chika tidak terlepas dari dukungan besar pihak sekolah dalam mempersiapkan masa depan para muridnya.
Menurutnya, SMAN 14 Bandar Lampung telah memberikan pembinaan yang sangat terstruktur sejak awal semester dua kelas XII.
Para siswa mendapatkan berbagai latihan intensif sebagai persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) maupun Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
Selain itu, kehadiran Guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah dirasakannya bagai kompas yang mengarahkan langkahnya ke jalur yang tepat.
Guru BK membimbing Chika dengan penuh ketelitian dalam memetakan peluang akademik berdasarkan nilai yang ia miliki.
"Dari BK sangat mendukung. Kami ditanya ingin kuliah di mana, kemudian diberikan gambaran peluang berdasarkan nilai yang dimiliki. Sekolah juga memberikan berbagai masukan terkait jurusan yang dipilih," terangnya.
Melalui pendampingan yang humanis tersebut, Chika semakin yakin bahwa nilai akademik dan mata pelajaran pendukung yang ia perjuangkan selama SMA memang telah sesuai untuk menunjang peluang masuk ke Fakultas Kedokteran.
Namun, fasilitas sekolah tentu tidak akan bermakna tanpa adanya daya juang yang tinggi dari dalam diri Chika sendiri. Di luar jam sekolah, remaja ini menerapkan disiplin belajar mandiri yang sangat ketat di rumah.
Ia secara rutin mengulang materi pelajaran, memanfaatkan platform pembelajaran daring, hingga mengikuti bimbingan belajar baik secara daring maupun luring demi memperdalam pemahamannya.
Menurutnya, konsistensi untuk terus belajar di tengah rasa lelah dan kemampuan mengatur waktu adalah kunci paling krusial untuk menghadapi persaingan masuk PTN, terlebih pada jurusan kedokteran yang dikenal memiliki keketatan yang sangat tinggi.
Perjuangan tanpa lelah, air mata kecemasan, dan ketekunan yang ia pupuk setiap hari akhirnya membuahkan hasil yang manis.
Kini, dengan status sebagai mahasiswa baru Unila, Chika berjalan dengan kepala tegak, selangkah lebih dekat untuk memeluk impian masa kecilnya dan mengabdi sebagai seorang dokter di masa depan.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )