Sosok Prof Jan Lombok Rektor Pertama Unima, Dedikasikan Hidupnya hingga Akhir Hayat untuk Pendidikan
Indry Panigoro June 04, 2026 01:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dunia pendidikan Sulawesi Utara (Sulut) kehilangan salah satu putra terbaiknya.

Prof Dr Jan Lukas Lambertus Lombok SH MSi atau Prof Jan Lombok, akademisi senior yang dikenal sebagai Rektor pertama Universitas Negeri Manado (Unima), meninggal dunia pada Rabu 3 Juni 2026 setelah menjalani perawatan di RS Siloam Manado.

Kepergian Prof Jan Lombok meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, kolega, hingga ribuan mahasiswa dan alumni yang pernah merasakan sentuhan pemikiran serta pengabdiannya.

Di mata banyak orang, ia bukan sekadar guru besar, melainkan figur yang ikut membentuk arah pendidikan tinggi di Sulawesi Utara.

Nama Prof Jan Lombok memiliki tempat tersendiri dalam sejarah Unima.

Ia tercatat sebagai Rektor terakhir IKIP Manado sekaligus menjadi Rektor pertama Unima saat kampus tersebut resmi bertransformasi menjadi universitas negeri pada tahun 2000.

Perubahan besar tersebut tidak lepas dari peran dan perjuangannya.

Karena kontribusinya yang besar dalam proses konversi IKIP Manado menjadi Unima berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 127 Tahun 2000, Prof Jan Lombok dikenal sebagai salah satu tokoh utama atau founding father kampus kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara tersebut.

Sepanjang karier akademiknya, Prof Jan Lombok dikenal sebagai dosen di Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Unima.

Latar belakang pendidikan sebagai profesor, doktor, magister sains, dan sarjana hukum, ia mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk dunia pendidikan.

Tidak hanya membangun institusi, Prof Jan Lombok juga dikenal konsisten memperjuangkan nilai-nilai moral dalam kehidupan akademik.

Ia kerap menyuarakan pentingnya integritas, etika, serta penolakan terhadap praktik plagiarisme di lingkungan perguruan tinggi.

Dedikasi tersebut bahkan tetap terlihat pada masa-masa terakhir hidupnya.

Putranya, Billy Lombok yang juga sebagai anggota DPRD Sulut, mengenang sang ayah sebagai sosok yang tidak pernah jauh dari dunia kampus. Saat menjalani perawatan di rumah sakit, Prof Jan Lombok masih memikirkan aktivitas perkuliahan dan mahasiswa.

Billy mengungkapkan, ayahnya pernah menyampaikan keinginan untuk pulang dari rumah sakit karena ingin kembali ke Tondano dan mengajar.

Bahkan ketika kondisi kesehatannya menurun, Prof Jan Lombok masih menghubungi sejumlah dosen untuk menanyakan perkembangan perkuliahan serta mengingatkan agar mahasiswa tetap mendapatkan hak belajar mereka.

Ungkapan Dukacita dan Kehilangan dari Kolega

Ayah dari anggota DPRD Sulawesi Utara, Billy Lombok ini menghembuskan nafas terakhir di RS Siloam Manado pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 WITA. 

Prof Lombok tutup usia 81 tahun, 3 bulan, 29 hari. 

Kepergian sang profesor meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawat dan anak didiknya.

Salah satu dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Unima Jeane Mantiri, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya sang mentor.

"RIP Prof. Dr. Jan Lombok. Beristirahatlah dalam Damai Yesus Kristus Prof. Dr. J.L.L Lombok, SH, M.Si. Tuhan Yesus menguatkan dan menghibur keluarga yang ditinggalkan," ungkap Jeane.

Jeane juga menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala dedikasi dan bimbingan yang telah diberikan oleh almarhum semasa hidupnya.

"Terima kasih Prof, untuk semua hal baik yang sudah Prof ajarkan bagi kami. Saya bersyukur pernah menjadi salah satu dari sekian banyak orang yang merasakan kebaikan, perhatian, dan bimbingan Beliau. Terima kasih untuk setiap nasihat, setiap ilmu, dan setiap kebaikan yang telah dibagikan bagi kami," kuncinya.

Saat ini jenazah Prof Lombok disemayamkan di rumah duka, kediaman Keluarga Lombok-Tangkau di Kelurahan Kleak, Kecamatan Malalayang Manado. 

Berikut rangkaian ibadah persemayaman dan pemakaman jenazah Prof Lombok:
 
Ibadah Penghiburan I, Rabu, 3 Juni 2026 
Pukul 19.30 WITA
Pelaksanan Jemaat GMIM Musafir Kleak
Khadim Pdt Dr Jemmy R. Matheos MTh MPdK 

Ibadah Penghiburan II, Kamis, 4 Juni 2026 Pukul 19.00 WITA 
Pelaksana Ibadah Jemaat GMIM Sion Winangun 

Ibadah Pelepasan, Jumat, 5 Juni 2026 
Pukul 09.30 WITA
Khadim Pdt. Seldie H. Saroinsong STh MTh 

Ibadah Penghiburan III, Jumat, 5 Juni 2026 Pukul 19.00 WITA  
Tempat Rumah Keluarga di Desa Kumelembuai, Minahasa Selatan 

Ibadah Pelepasan, Sabtu, 6 Juni 2026 Pukul 10.00 WITA  

Tempat Rumah Keluarga di Desa Kumelembuai, Minahasa Selatan, Pelaksana Ibadah Jemaat Setempat. 

Ibadah Pemakaman  

Hari Sabtu, 6 Juni 2026 Pukul 15.00 WITA Gedung Gereja GMIM Musafir Kleak 
Khadim Dari Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM 

Putra Prof Lombok, Billy Lombok mengungkapkan, sebelum dibawa ke Kumelembuai jenazah akan disemayamkan sebentar di Kantor Sinode GMIM dan Rektorat Unima di Tondano pada Jumat siang. 

Hal ini akan dilakukan untuk memberi ruang bagi keluarga besar BPMS GMIM, pegawai kantor Sinode dan lainnya untuk memberi penghormatan terakhir. 

"Papa pernah menjadi Anggota BPS (Badan Pekerja Sinode) GMIM periode 1999-2004," kata Billy di rumah duka, Rabu sore. 

Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke Unima mengingat dedikasinya bagi kampus tersebut. Prof Lombok tercatat sebagai Rektor Unima periode 1999-2008.

Sementara, ibadah pemakaman digelar di Gereja Musafir Kleak, sebuah bentuk penghormatan atas dedikasi pelayanannya sebagai Pelayan Khusus di jemaat tersebut. 

Adapun jenazah Prof Lombok akan dimakamkan di Pemakaman Umum Arimatea, Kairagi Manado.

KENANGAN: Jenazah Prof Jan LL Lombok SH MSi, mantan Rektor Unima disemayamkan di rumah duka, Kleak, Malalayang, Manado, Rabu 2 Juni 2026. Terungkap keinginan terakhir sang guru.
KENANGAN: Jenazah Prof Jan LL Lombok SH MSi, mantan Rektor Unima disemayamkan di rumah duka, Kleak, Malalayang, Manado, Rabu 2 Juni 2026. Terungkap keinginan terakhir sang guru. (Tribun Manado/Fernando Lumowa)

Sosok Prof Jan Lombok 

Sosok almarhum Prof Jan LL Lombok SH MSi merupakan sosok pendidik sejati.

Ia merupakan Profesor, Doktor, Magister Sains (M.Si) dan Sarjana Hukum (S.H)

Jan Lombok merupakan dosen pengajar di Program Studi S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Unima.

Dalam kondisi terbaring lemah di rumah sakit, mantan Rektor IKIP dan Rektor Unima ini masih punya kerinduan pada dunia kampus. 

Putra semata wayang Prof Lombok, Billy Lombok mengungkapkan kisah hari saat tengah dirawat di RS. Almarhum pernah memintanya untuk pulang. 

"Saat masih sadar, papa bertanya, berapa biaya untuk naik taksi online. Saya bilang kalau mobil sekitar Rp 40 ribu. Papa kemudian bilang, ambil ATM saya lalu kasih Rp 10 juta ke dokter biar diizinkan pulang. Papa mau ke Tondano, mau mengajar," kata Billy di rumah duka, Jalan Bukit Zaitun, Kelurahan Kleak, Kecamatan Malalayang, Manado, Rabu 2 Juni 2026.

Apa yang diceritakan Billy merupakan kenangan betapa cintanya Prof Lombok pada dunia pendidikan.

"Meski sakit, dia masih telpon dosen-dosen, tanya kelasnya bagaimana, jangan lupa mengajar, kasihan mahasiswa," kata Billy lagi. 

Kata anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara ini mengungkapkan, meski berusia lanjut, Prof Lombok tetap mengajar.

Bahkan ia masih tercatat sebagai dosen tamu di sebuah perguruan tinggi di Batam. 

Prof Lombok benar-benar menjadi sosok pendidik teladan.

Kecintaannya pada dunia pendidikan tak pernah luntur sampai akhir hayat. 

Ada begitu banyak kenangan yang ditinggalkan Prof Lombok bagi Billy dan keluarga besarnya. 

Billy mengenang pada pertengahan era 2000-an, Prof Lombok sakit.

Di tengah perawatan, ia selalu berdoa. 

"Salah satu pokok doanya, Tuhan, jika boleh saya mau lihat anak saya menjadi anggota DPRD," ujar Billy. 

Harapan itu terkabul. Billy kini tercatat sebagai anggota DPRD Sulawesi Utara untuk periode ketiga. 

Mantan Ketua Pemuda GMIM ini mengungkapkan, ayahnya punya kerinduan merayakan HUT ke-82 secara spesial.

Tapi harapan tinggal harapan. 

"Saat di rumah sakit, papa bilang, ia mau HUT ke-82 dibuat khusus, seperti usia 80 tahun," ujar Billy lagi. 

Prof Lombok, menghembuskan nafas terakhir Rabu 2 Juni 2026 sekitar pukul 02.00 Wita di RS Siloam Manado. Ia tutup usia 81 tahun, 3 bulan 29 hari. 

Sebelumnya, Prof Lombok menjalani perawatan intensif di RS Siloam Manado. 

Billy mengungkapkan, sang ayah berjuang dengan sakit beberapa tahun terakhir. 

"Kurang lebih satu tahun ini papa beberapa kali masuk keluar rumah sakit dan ini yang terakhir," katanya. 

Guru besar yang dinobatkan sebagai peletak dasar Unima modern ini lahir di Baubau, Buton, Sulawesi Tenggara pada 5 Februari 1945.

Saat ini jenazah Prof Lombok disemayamkan di rumah duka di Kleak, Malalayang Manado. Jenazah akan diberangkatkan dari Manado menuju Desa Kumelembuai, Minahasa Selatan pada Jumat 5 Juni 2026.

Disemayamkan semalam di kampung halaman, jenazah Prof Lombok dibawa ke Manado pada Sabtu 6 Juni. 

Ibadah pemakaman akan dilaksanakan Sabtu siang di GMIM Musafir Kleak. Jenazah tokoh pendidikan Sulawesi Utara ini rencananya akan dimakamkan di Pekuburan Arimatea Manado.(ndo

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.