TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Prabowo Subianto membeberkan alasan awal mula pencopotan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana beserta dua wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.
Prabowo menilai kualitas kepemimpinan menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan sebuah organisasi, dalam hal ini BGN.
"Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompeten, atau tidak jujur," kata Prabowo di hadapan ribuan peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), pengelola dapur MBG, dan mitra program, Rabu (3/6/2026).
Prabowo menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap penyalahgunaan amanah maupun penyimpangan dalam pengelolaan program pemerintah.
Baca juga: AKHIR Pelarian Wamen Imipas Silmy Karim, Tunduk ke KPK Rabu Malam, 17 Orang Ditahan
Negara tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang mencoba menyalahgunakan amanah rakyat.
Prabowo bahkan menyatakan siap memperkuat kapasitas lembaga pengawasan dan aparat penegak hukum untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan.
“Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan tidak ada, tidak ada pengecualian,” tegasnya.
Kepala negara mengatakan keputusan mengganti sejumlah pejabat yang sebelumnya diberi amanah dalam pelaksanaan MBG bukan langkah yang mudah.
Baca juga: BYD Buktikan Teknologi Dual Mode Efisiensi Super Irit, Gesit Taklukkan Medan-Berastagi
Namun dalam mengambil keputusan tersebut, Prabowo mengaku teringat pesan almarhum ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo.
"Kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung, atau keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu," kata Prabowo mengutip pesan ayahnya.
Prabowo pun menyampaikan betapa pentingnya peran SPPI sebagai garda terdepan keberhasilan program MBG.
Para lulusan SPPI, kata Prabowo, telah dipersiapkan secara khusus untuk memimpin dan mengelola dapur-dapur MBG di seluruh Indonesia dengan mengedepankan nilai pengabdian, integritas, dan kecintaan terhadap tanah air.
Baca juga: Bayi 18 Bulan Tewas Diduga Dianiaya Ibu dan Kekasihnya, Polisi Temukan Banyak Luka di Tubuh Korban
Prabowo meminta seluruh kepala dapur dan SPPI untuk memperkuat pengawasan di lapangan serta tidak terlibat dalam praktik-praktik yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.
Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut merupakan amanah besar yang harus dijaga bersama demi masa depan generasi Indonesia.
“Kalau kalian tidak bekerja dengan baik, kalau kalian tidak sungguh-sungguh, kalau kalian tidak setia dan loyal, silakan minggir,” kata Prabowo.
(tribun-medan.com)
Sumber: kompas.com