BYD Buktikan Teknologi Dual Mode Efisiensi Super Irit, Taklukkan Medan-Berastagi Butuh 1 Liter BBM
Ilham Fazrir Harahap June 04, 2026 02:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com - BYD menunjukkan ketangguhan mobil dengan teknologi Dual Mode (DM) lewati jalur Medan-Berastagi sangat efisien super irit dan fleksibilitas.

Hal inilah diwujudkan BYD yang resmi menghadirkan Dual Mode (DM) Technology di Indonesia pada Mei lalu.

DM merupakan singkatan dari Dual Mode, yaitu kombinasi EV+Hybrid, sebuah teknologi berkendara berorientasi EV yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman mobilitas yang lebih fleksibel dan nyaman.

Teknologi ini juga menghadirkan total biaya penggunaan yang lebih efisien dan relevan dengan kebutuhan serta daya beli masyarakat Indonesia yang lebih luas.

Baca juga: Viral Pasangan Kekasih Dinikahkan Paksa oleh Keluarga dan Warga Desa Setelah Digerebek di Rumah

Pengujian langsung pun dilakukan BYD Indonesia dengan menjajal lintas Medan - Berastagi dengan total jarak tempuh sekitar 150 kilometer dan durasi perjalanan sekitar 6 jam.

Kegiatan yang dilangsungkan mulai Selasa, 2 Juni 2026 ini menjadi bagian dari upaya BYD memperluas pengalaman teknologi elektrifikasi kepada masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

BYD ke berastagi
BYE TEMPUH BERASTAGI - Mobil BYD M6 DM menjajal daratan Medan-Berastagi dengan menghadirkan teknologi Dual Mode yang bisa mengisi daya listrik dan juga bensin.

Melalui roadshow ini, sekira 26 peserta dari awak media diajak merasakan langsung performa teknologi BYD DM dalam berbagai kondisi perjalanan, mulai dari kawasan perkotaan, jalur antar kota, hingga medan dataran tinggi dengan tanjakan dan jalan berliku yang menjadi karakter khas Sumatera Utara.

Dalam kegiatan tersebut, peserta menempuh perjalanan dari BYD Arista Cemara Medan menuju Berastagi dan Gundaling Farmstead, kemudian melanjutkan eksplorasi ke Pancur Batu sebelum kembali ke pusat Kota Medan.

Baca juga: Mobil Driver Taksi Online di Helvetia Dicuri, Pelaku Minta Uang Tebusan Rp 65 Juta

Total jarak tempuh mencapai sekira 150 kilometer dengan durasi perjalanan sekitar enam jam.

Ternyata, setelah melakukan perjalanan ke Berastagi, Tanah Karo, kawan-kawan wartawan yang menggunakan BYD DM hanya membutuhkan Rp 300 / Km.

Di mana dalam perjalanan tersebut, posisi mobil BYD DM diisi dengan minyak Pertamax sampai penuh (Full).

Kemudian, setelah melewati semua rute, seluruh peserta yang mengendarai BYD DM dengan jumlah 11 kendaraan melakukan pengisian bahan bakar di SPBU.

Hasilnya sangat mengejutkan. BYD DM hanya membutuhkan kurang lebih 1 liter untuk menempuh jarak sejauh 150 Km.

Hal ini sungguh mengejutkan karena, BYD DM bisa mengonsumsi BBM sebanyak 1 liter untuk menempuh jarak 150 Km.

Padahal, sesuai perhitungan mobil tersebut bisa mengonsumsi bahan bakar hingga 65 Km/liter. Namun, saat pihaknya melakukan test drive untuk wartawan dengan rute ke daerah Brastagi, BYD DM bisa menempuh jarak 150 Km dengan konsumsi BBM cuma 1 liter.

Rute tersebut dirancang untuk menunjukkan kemampuan teknologi BYD DM dalam beradaptasi pada berbagai kondisi jalan sekaligus membuktikan keseimbangan antara efisiensi energi, fleksibilitas perjalanan jarak jauh, dan kenyamanan berkendara.

President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao mengatakan, pihaknya mengambil peran terdepan dalam mencatatkan sejarah baru perkembangan NEV di Indonesia melalui perluasan pasar kendaraan listrik dan peningkatan penerimaan masyarakat terhadap kendaraan energi baru secara lebih masif.

BYD Indonesia memperkenalkan teknologi Dual Mode untuk kembali membuka babak baru pasar NEV di Indonesia.

"Kami melihat momentum pertumbuhan elektrifikasi yang sangat positif tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi juga di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatera Utara yang menunjukkan perkembangan yang sangat menjanjikan. Dalam dua tahun terakhir, pertumbuhan kendaraan listrik di Sumatera Utara meningkat tajam dan BYD turut menjadi salah satu katalisator utama yang mendorong percepatan adopsi kendaraan energi baru di wilayah ini," ungkap Eagle Zhao di Medan, Rabu (3/6/2026).

Baca juga: AKHIR Pelarian Wamen Imipas Silmy Karim, Tunduk ke KPK Rabu Malam, 17 Orang Ditahan

Lanjut Eagle Zhao BYD Indonesia membawa teknologi dan inovasi BYD lebih dekat kepada masyarakat Sumatera Utara yang memiliki potensi strategis untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan NEV seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap solusi mobilitas yang lebih efisien dan berkelanjutan.

"Karena itu, melalui teknologi DM, kami ingin menghadirkan solusi mobilitas yang dapat melengkapi pertumbuhan pasar NEV yang saat ini berkembang positif agar semakin meluas dan inklusif. Teknologi ini menawarkan fleksibilitas, efisiensi, dan kemudahan akses dan biaya operasional yang lebih relevan dengan kebutuhan dan daya beli masyarakat Indonesia, sehingga mampu menjangkau lebih banyak kebutuhan dan lapisan pasar di berbagai wilayah tanah air," jelas Eagle.

Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan menjelaskan, hadirnya teknologi BYD DM mampu beradaptasi secara optimal dalam berbagai situasi perjalanan masyarakat Indonesia sekaligus menghadirkan solusi mobilitas yang efisien, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan pengguna.

"Sejalan dengan perkembangan jaringan BYD di berbagai kota serta pertumbuhan komunitas pengguna yang terus meningkat, kami berharap teknologi elektrifikasi dapat semakin dekat, mudah dipahami, dan dapat diakses oleh lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah Indonesia," sebut Luther.

Aksi penjajalan BYD M6 DM tersebut, merasakan secara langsung bagaimana teknologi DM dengan flexible powertrain menghadirkan pengalaman berkendara yang tetap nyaman, responsif, dan efisien di berbagai situasi.

BYD juga memperlihatkan teknologi DM mampu menjawab berbagai tantangan mobilitas yang masih sering dirasakan masyarakat.

Teknologi DM ini, BYD menekankan filosofi GASS, yang mencerminkan empat keunggulan utama, yaitu Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit.

Teknologi ini menawarkan respons tenaga yang cepat, performa yang dapat beradaptasi di berbagai kondisi jalan, kabin yang lebih tenang, serta efisiensi bahan bakar hingga 65 km/liter.

Dengan biaya energi sekitar Rp300 per kilometer untuk perjalanan 150 km, teknologi DM menjadi solusi mobilitas yang hemat dan nyaman.

Melalui pengenalan di Medan, BYD ingin menunjukkan bahwa teknologi elektrifikasi tidak hanya cocok untuk kota besar, tetapi juga untuk perjalanan lintas kota dan berbagai kondisi jalan di Indonesia.

(Tribun-Medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.