TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Saat aktivasi atau soft launching Museum Pajajaran Kota Bogor, Wali Kota Dedie Rachim menceritakan proses panjang di baliknya.
Salah satunya ketika ingin memperluas area lahan museum namun terkendala adanya rumah seseorang.
"Ini ada jalan, makanya ke belakang sana ada perumahan. Di antara jalan dengan Batu Tulis ini ada rumah. Saya mencari-cari, ini rumah siapa?," cerita Dedie Rachim, Rabu (3/6/2026).
Dedie pun mengaku sampai meminta bantuan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mencari tahu pemilik lahan dan rumah tersebut.
Setelah diketahui, ternyata nama pemiliknya bukan sosok sembarang.
Dedie pun mengakui bahwa untuk menghubungi pemilik rumah itu dia sampai melalui perantara Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
"Kemudian dibantu oleh BPN waktu itu, Pak Rahmat dan para staf, dicarikan datanya, 'Pak, ini rumahnya Bu Mega', katanya, 'yang bener?'," terang Dedie.
Setelah dia melihat sendiri datanya, Dedie mendapati bahwa memang rumah tersebut pemiliknya atas nama dari keluarga Presiden ke-1 RI Soekarno.
Dedie pun sampai berdiskusi dengan pihak lain bagaimana caranya bertemu dengan pemilik rumah tersebut.
Sampai akhirnya Dedie dihubungkan dengan Pramono Anung.
"Jadi tadi perjalanan berapa belas kali ke Jakarta ketemu keluarga Bu Mega, ketemu dengan Pak Pramono Anung. Difasilitasi oleh Pak Pramono Anung, pada saat itu beliau sebagai Menteri Sekretaris Kabinet," katanya.
Sampai akhirnya, harapan Dedie untuk memperluas lahan di sekitara museum dan situs Batutulis tercapai.
"Tetapi, semua yang terjadi sekarang itu tidak ada sesuatu yang kebetulan, karena Allah semua sudah atur," kata Dedie.
Akhirnya cita-cita membangun Museum Pajajaran tercapai dan diaktivasi dalam momen Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 pada 3 Juni 2026.
Kata Dedie, tercapainya pembangunan museum ini juga atas berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak.
Ada bantuan dalam bentuk CSR perusahaan, hingga ada bantuan menambah koleksi di dalam museum.
Pembanguna di sekitar museum, kata Dedie, juga masih akan berlanjut.
"Jadi di Batu Tulis sekarang, tahun ini akan kita bangun Leuweung Batu Tulis, akan kita bangun jalan baru," kata Dedie.
"Kemudian ini di depan ini ada koridor namanya Koridor Binokasih. Jadi kita akan bangun semuanya, dalam rangka tadi, pembangunan bukan hanya pembangunan infrastruktur tetapi membangun manusianya," ungkapnya.
Terpantau, aktivasi museum ini selain dihadiri Wali Kota Bogor, juga dihadiri para pejabat terkait, pengusaha Bogor, serta para budayawan.
Soft launching ini terpantau ditandai dengan pemnukaan tirasu yang menutup tugu berisi nama 'Museum Pajajaran' di depan gerbang museum.