SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Hanya dalam hitungan jam, aparat kepolisian berhasil menangkap pelaku utama pembunuhan sopir truk di Palembang, Yepren Firmansyah (38) yang tewas dikeroyok pada, Selasa (2/6/2026) malam.
Unit Reskrim Polsek Sukarami bersama Satreskrim Polrestabes Palembang menangkap pelaku di tempat persembunyiannya.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Musa Jedi Permana, melalui Kapolsek Sukarami, Kompol Alex Andriyan, membenarkan adanya penangkapan tersebut.
"Sudah terungkap, pelaku dan barang bukti lengkap, tidak sampai 24 jam. Pelaku yang diamankan satu orang, pelaku utama," katanya singkat saat dihubungi melalui ponsel pribadinya, Rabu (3/6/2026) malam.
Pelaku diketahui berinisial OI. Ia mengenakan kaus hitam dan tertunduk usai ditangkap dan dibawa ke Polsek Sukarami.
Barang bukti berupa pisau yang digunakan pelaku OI turut diamankan.
"Ada senjata tajamnya. Barang bukti yang kami amankan adalah pisau yang digunakan pelaku," katanya.
Selanjutnya, tim masih melakukan pendalaman dan mencari keberadaan 6 pelaku lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
"Masih didalami, yang jelas ini pelaku utama yang sudah kami tangkap. Nanti akan disampaikan ketika rilis resmi," tutupnya.
Kronologi Sopir Truk Tewas Dikeroyok
Yepren mengalami luka tusuk di sekujur tubuhnya yang mengakibatkan korban tewas.
Sebelum kejadian, pria asal Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan itu sedang mengantre BBM di Jalan Noerdin Pandji, Palembang.
Tiba-tiba, mobil pelaku menyerobot antrean.
Lalu korban menegur pelaku dan pelaku tidak terima ditegur korban, hingga antara pelaku dan korban sempat berkelahi di pintu keluar SPBU kemudian dilerai oleh sesama sopir.
Selanjutnya, pelaku pergi meninggalkan lokasi kejadian.
Setelah 30 menit, pelaku membawa rombongan sekitar 7 orang dengan mengendarai sepeda motor.
Mereka langsung menyerang dan mengeroyok secara membabi buta dengan menggunakan senjata tajam.
Kemudian, korban melarikan diri dengan membawa truk dan kabur, lalu dikejar oleh para pelaku.
Dikarenakan korban luka parah, truk yang dikendarainya menabrak dan berhenti sendiri karena korban tidak sadarkan diri.
Kemudian, ia masih diserang oleh para pelaku sampai korban tidak sadarkan diri di tempat kejadian perkara, setelah itu korban pun ditinggalkan.
Warga yang melihat korban bersimbah darah langsung membawanya ke RS Myria bersama saksi dan sesama sopir lainnya.
Saat tiba di rumah sakit, korban dinyatakan tewas akibat mengalami luka tusukan pada bagian dada, rusuk, punggung, dan lengan sebelah kanan.