TRIBUNPRIANGAN.COM - Warga Kota Tasikmalaya yang akan beraktivitas di luar ruangan hari ini diimbau untuk bersiap-siap membawa payung atau jas hujan.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi seluruh wilayah Kota Tasikmalaya yang meliputi 10 kecamatan bakal diguyur hujan ringan sejak pagi hingga malam hari ini, Kamis (4/6/2026).
Di sisi lain, pantauan lalu lintas warga sedikit terhambat karena seluruh jaringan CCTV ATCS di Kota Tasikmalaya terpantau mengalami gangguan dan lumpuh total
Untuk cuaca, secara umum wilayah Kota Tasikmalaya pada Kamis ini dilaporkan BMKG, akan hujan ringan dengan suhu 22-27 °C, dan kelembaban 76–99 persen.
BMKG memperkirakan di Kota Tasikmalaya yang meliputi 10 kecamatan akan hujan ringan.
Perlu diketahui, cuaca hujan ringan menurut BMKG adalah intensitas hujan dengan curah hujan kecil, biasanya antara 0,5–20 mm per hari atau kurang dari 1 mm per jam. Secara visual, kondisi ini sering berupa gerimis, tidak terlalu mengganggu aktivitas luar ruangan secara drastis, dan sering terjadi pada masa peralihan musim.
Baca juga: Usai 2 Kali Imbang, Persikotas FC Wajib Menang Lawan PSN Ngada, TCS Desak Evaluasi Pelatih
Baca juga: Persigar Garut Ditahan Imbang PSAP Sigli, Puncak Klasemen Dikudeta, Lawan Pasuruan Laga Hidup Mati
Sementara itu pantauan langsung TribunPriangan.com pada Kamis, 4 Juni 2026 pagi pukul 07.33 WIB, di semua titik CCTV ATCS Kota Tasikmalaya tidak membuahkan hasil. Karena semua titik CCTV ATCS tersebut tidak bisa diakses. Diketahui gangguan CCTV ATCS tersebut terpantau sejak kemarin Rabu pagi dan hingga Kamis pagi belum bisa diakses.
Untuk diketahui, ATCS kepanjangan dari Area Traffic Control System atau yang lebih dikenal dengan istilah ATCS adalah suatu sistem pengendalian lalu lintas berbasis teknologi informasi pada suatu kawasan yang bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja jaringan jalan melalui optimasi dan koordinasi pengaturan lampu lalu lintas di setiap persimpangan. (*)
Baca juga: Drama Mencekam di Jembatan Cirahong Tasikmalaya: Tukang Cilok Asal Manonjaya Ngamuk dan Mau Lompat