TRIBUNSUMSEL.COM- Setelah sempat dicari oleh tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Silmy Karim secara kooperatif menyerahkan diri ke Gedung Merah Putih KPK pada Rabu (3/6/2026) malam.
Pukul 22.38 WIB, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) itu terlihat tiba di pelataran gedung KPK dengan mengenakan kemeja taktis lengan panjang berwarna gelap.
Silmy Karim hanya tertunduk dan bergegas naik ke ruang pemeriksaan dengan dikawal ketat oleh empat orang ajudannya.
Baca juga: Sosok Ronald Arman Abdullah, Kepala Imigrasi Jakbar Terjaring OTT KPK Terkait Izin Tinggal WNA
Sebelumnya, KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) senyap di lingkungan Kantor Imigrasi Jakarta Barat pada Rabu sore
“Tim masih terus melakukan pencarian,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, dalam keterangannya, Rabu, dilansir dari Kompas.com
Pada Rabu malam, Budi mengimbau Silmy Karim untuk bersikap kooperatif dengan menyerahkan diri ke KPK sehingga turut membantu proses penanganan perkara.
“Kami juga mengimbau agar yang bersangkutan juga bisa kooperatif barangkali bisa menyerahkan diri ke KPK sehingga bisa membantu proses penanganan perkara ini,” ujar Budi.
Budi mengatakan, KPK akan menelusuri peran Silmy Karim dalam operasi senyap yang menjerat sejumlah pejabat di lingkungan Imigrasi Jakarta Barat tersebut.
“Sehingga, tim tentunya kemudian membutuhkan kehadiran dan juga keterangan dari yang bersangkutan,” tutur dia.
Budi juga mengatakan, tim mendapatkan informasi bahwa Silmy berada di Jakarta.
“Informasi terakhir yang tim dapatkan, keberadaan SK ada di Jakarta dan sekitarnya,” ucap dia.
Dalam operasi tersebut, KPK mengendus adanya praktik suap dan gratifikasi massal terkait pengurusan dokumen izin tinggal Warga Negara Asing (WNA).
Sejumlah pejabat imigrasi tingkat bawah dan barang bukti uang ratusan juta rupiah langsung diamankan di tempat kejadian.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menteri Imipas) Agus Andrianto mengaku sempat bertemu dan berkomunikasi dengan Wamen Imipas Silmy Karim di kantor Kementerian Imipas, Jakarta, saat KPK masih mencari keberadaan Silmy.
Agus sempat memberikan saran kepada Silmy.
“Tadi sempat komunikasi dan saran saya akomodatif,” kata Agus, melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Rabu (3/6/2026) malam.
Baca juga: Blak-blakan Sony Sonjaya Eks Wakil Kepala BGN Sebelum Ditahan, Anak Ikut Kelola Proyek Dapur SPPG
“(Silmy di) Jakarta, karena siang tadi ketemu dengan saya di kantor,” sambung dia.
Agus juga menyatakan pihaknya wajib menghormati proses hukum yang sedang berjalan di KPK.
Diketahui, KPK menangkap 17 orang dalam operasi senyap yang digelar di lingkungan Kantor Imigrasi Jakarta Barat, sejak, pada Selasa (2/6/2026) malam.
Dari tujuh belas orang tersebut, tiga orang di antaranya adalah mantan Plt Dirjen Imigrasi Saffar Godam, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Dirjen Imigrasi Jawa Barat Jaya Saputra, dan Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Ronald Arman Abdullah.
Budi mengatakan, 17 orang yang ditangkap KPK terdiri dari delapan merupakan penyelenggara negara dan PNS, dan sembilan orang merupakan swasta.
“2 orang swasta diamankan di wilayah Bali, kemudian 1 PN (Penyelenggara Negara) diamankan di wilayah Jawa Barat, yang merupakan Kakanwil Jawa Barat, Kakanwil Imigrasi Jawa Barat (Jaya Saputra). Kemudian pihak-pihak lainnya diamankan di Jakarta dan sekitarnya,” ujar dia.
Selain itu, Budi juga telah menyita sejumlah bukti. Rinciannya yaitu 7 mobil, 15 motor, dan 11 sepeda.
“Selain itu juga tim mengamankan logam mulia dalam bentuk emas ada sekitar ratusan gram,” ujar dia.
Budi menuturkan, KPK bakal melakukan gelar perkara atau ekspose untuk menetapkan status hukum dari 17 orang yang diamankan.
“Jadi, kita sama-sama tunggu nanti pihak-pihak siapa saja yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka dari peristiwa tertangkap tangan ini,” ucap dia
OTT yang menjerat pejabat Imigrasi Jakarta Barat terkait dengan dugaan pemerasan izin Tenaga Kerja Asing (TKA).
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com