- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendadak membantah dirinya berselisih dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Padahal sebelumnya Trump mengakui bahwa dirinya kesal dengan Netanyahu hingga mencaci maki Perdana Menteri Israel tersebut.
Dalam wawancara yang dipublikasikan New York Post pada Rabu (3/6), Trump terang-terangan mengaku bahwa ia terlibat percakapan tegang dalam sambungan telepon dengan Netanyahu.
Trump kesal karena Netanyahu terus memerintah militer Israel untuk membombardir Lebanon.
Ia bahkan menyebut tindakan Netanyahu adalah hal yang gila.
Di sisi lain, Netanyahu membantah bahwa dirinya berselisih dengan Trump.
Netanyahu mengatakan bahwa Trump justru sepakat untuk melucuti senjata Hizbullah.
Menurut Netanyahu, Trump memiliki pemikiran yang sama dengannya dalam menangani konflik di Lebanon.
Netanyahu menilai satu-satunya jalan mengakhiri perang dengan Lebanon adalah melucuti senjata Hizbullah.
Perdana Menteri Israel itu mengakui bahwa terkadang dirinya berbeda pandangan dengan Trump.
Namun menurut Netanyahu perbedaan pandangan itu bisa diselesaikan berdasarkan kepentingan yang sama antara Amerika Serikat dengan Israel.
"Ada perbedaan pendapat taktis. Kami selalu menemukan cara untuk menyelesaikannya, dan kami melakukannya sebagai teman baik. Kami bisa berbeda pendapat di pagi hari, dan pada sore hari, kami telah melakukan tindakan bersama," katanya.