TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Bali United FC kembali melakukan evaluasi besar terhadap komposisi pemain asingnya menjelang berakhirnya kompetisi musim 2025/2026.
Terbaru, Serdadu Tridatu resmi mengakhiri kerja sama dengan gelandang asing asal Luksemburg, Mirza Mustafic.
Keputusan tersebut diambil setelah sang pemain mengalami cedera serius yang membuat kontribusinya untuk Bali United terhenti dalam fase penting musim ini.
Mirza Mustafic diketahui harus menepi cukup lama akibat cedera parah pada bagian lengan kanan yang membuatnya absen selama 11 pekan berturut-turut.
Situasi tersebut akhirnya membuat manajemen dan tim pelatih mengambil langkah cepat demi menjaga stabilitas performa tim.
Perjalanan Mirza Mustafic bersama Bali United sejatinya diawali dengan ekspektasi tinggi.
Baca juga: Sinyal Kuat Bali United Buru Striker Gacor Usai Boris Kopitovic Jadi Pemain Ketiga yang Hengkang
Saat diperkenalkan pada awal musim, pemain bernomor punggung 10 itu digadang-gadang menjadi motor baru lini tengah Serdadu Tridatu.
Berbekal pengalaman bermain di Eropa bersama FK Sarajevo serta status mantan pemain timnas kelompok umur Bosnia dan Luksemburg hingga timnas senior Luksemburg, Mirza diharapkan mampu menjadi pengatur tempo permainan Bali United.
Namun, harapan besar tersebut perlahan memudar akibat masalah kebugaran yang terus menghantui.
Cedera serius mulai dialami Mirza saat Bali United melakoni laga tandang menghadapi Semen Padang.
Setelah sempat pulih, kondisinya kembali memburuk usai pertandingan melawan Persebaya Surabaya.
Dalam laga tersebut, Mirza terjatuh dengan posisi yang salah hingga mengalami cedera serius pada lengan kanannya dan harus ditarik keluar sejak babak pertama.
Sejak saat itu, proses pemulihan berjalan cukup lama dan membuatnya menghilang dari skuad Bali United dalam sejumlah pertandingan penting, termasuk saat menghadapi Persita Tangerang.
Absennya Mirza berdampak cukup besar terhadap permainan Bali United, khususnya di sektor tengah.
Tim pelatih bahkan harus melakukan beberapa perubahan skema demi menutup lubang yang ditinggalkan sang playmaker.
Sebelum cedera, Mirza Mustafic sebenarnya sempat menunjukkan kualitasnya bersama Bali United.
Gelandang serang bertinggi 175 cm tersebut mencetak gol debut lewat titik penalti yang membawa Bali United menang 1-0 atas Madura United pada pekan keempat.
Ia juga sempat mencuri perhatian lewat gol penting saat Bali United menahan imbang Persija Jakarta di Jakarta International Stadium (JIS) pada putaran pertama.
Secara statistik, Mirza memiliki rekam jejak yang cukup impresif di Eropa dengan catatan:
Namun padatnya kompetisi dan kondisi fisik yang belum stabil membuat kiprahnya di Pulau Dewata harus berakhir lebih cepat dari harapan.
Chief Executive Officer (CEO) Bali United, Yabes Tanuri, menegaskan bahwa keputusan berpisah dengan Mirza Mustafic diambil berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.
“Kami mengumumkan bahwa Bali United dan Mirza Mustafic telah sepakat untuk mengakhiri kerja sama kontrak lebih awal. Keputusan ini diambil berdasarkan kesepakatan bersama demi kebaikan kedua belah pihak,” ujar Yabes Tanuri, Rabu 3 Juni 2026.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja keras, profesionalisme, dan dedikasi yang ditunjukkan Mirza selama berada di tim ini. Kami mendoakan yang terbaik untuk kesuksesan karier beliau di masa depan,” sambungnya.
Hengkangnya Mirza Mustafic membuat Bali United kini memiliki tambahan slot pemain asing kosong.
Sebelumnya, Serdadu Tridatu juga telah melepas striker asal Montenegro, Boris Kopitovic.
Situasi ini membuat manajemen Bali United diprediksi bakal aktif bergerak di bursa transfer untuk mencari pengganti yang lebih siap secara fisik dan mampu memberikan dampak instan bagi tim.
Nama-nama baru pun mulai dikaitkan dengan Bali United demi mendampingi pemain asing lain yang masih bertahan, termasuk Teppei Yachida.
Evaluasi besar-besaran ini menjadi bagian dari upaya Bali United untuk kembali bersaing di papan atas kompetisi domestik sekaligus menjaga peluang tampil di level Asia musim depan.
(*)