Siswa SD di Kepahiang Bengkulu Diduga Korban Keracunan MBG Bertambah, Dapur SPPG Terancam Disegel
Ricky Jenihansen June 04, 2026 03:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Jumlah korban dugaan keracunan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, bertambah pada Kamis (4/6/2026).

Sebelumnya, sejumlah pelajar SD di Kabupaten Kepahiang dilarikan ke UPT Puskesmas Kelobak Kepahiang akibat mengalami keracunan.

Keracunan tersebut diduga terjadi setelah mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SD 18 Kepahiang.

Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda mengatakan, jumlah korban dugaan keracunan tersebut mencapai 16 orang.

"Perlu kami sampaikan bahwa terjadi siswa, guru dan penjaga sekolah sekitar 16 orang terkontaminasi makanan MBG," ucap AKBP Yuriko Fernanda.

Sampel Makanan Diuji Laboratorium

Atas kejadian tersebut, Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda mengunjungi Puskesmas Kelobak untuk meninjau korban keracunan tersebut.

Selain itu, ia bersama pihaknya juga mendatangi dan meninjau pihak sekolah untuk mencari sumber kontaminasi keracunan tersebut.

"Kemudian kita juga mendatangi pihak sekolah untuk melihat apakah terkontaminasi di dapur atau di sekolah," ungkap Yuriko.

Sementara itu, untuk SPPG tersebut menaungi lima sekolah dengan 1.700 penerima.

"Satu SPPG ini menaungi lima sekolah wilayah Kecamatan Kepahiang dengan 1.700 penerima," beber Yuriko.

Yuriko menyampaikan pihaknya juga telah melakukan penyidikan lebih dalam dengan mengambil sampel untuk diuji laboratorium.

"Iya pasti kita melakukan penyidikan lebih dalam. Kita sudah mengambil sampel makanan dan sudah dibawa ke laboratorium serta kita akan periksa hasil laboratoriumnya," kata Yuriko.

SPPG Terancam Disegel

Hasil perkembangan uji laboratorium sampel tersebut nanti juga akan disampaikan ke publik.

"Untuk hasil uji sampelnya nanti kita sampaikan perkembangannya," ujar Yuriko.

Tindak lanjut ke depan, pihaknya juga masih menunggu hasil uji laboratorium.

"Kedepan kita koordinasi dengan MBGnya boleh atau tidak menyuplai makanan. Sementara penyegelan nanti kita lihat hasil laboratoriumnya dulu," pungkas Yuriko.

KERACUNAN- Pelajar Kepahiang saat di Puskesmas Kepahiang pada Kamis (4/6/2026). Sebanyak 12 pelajar SD di Kabupaten Kepahiang dilarikan ke UPT Puskesmas Kelobak Kepahiang akibat mengalami keracunan pada Kamis (4/6/2026).
KERACUNAN- Pelajar Kepahiang saat di Puskesmas Kepahiang pada Kamis (4/6/2026). Sebanyak 12 pelajar SD di Kabupaten Kepahiang dilarikan ke UPT Puskesmas Kelobak Kepahiang akibat mengalami keracunan pada Kamis (4/6/2026). (M. Bima Kurniawan/Bima Kurniawan)

Keracunan Massal

Keracunan tersebut diduga terjadi setelah mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SD 18 Kepahiang.

Sehingga, usai mengalami keracunan tersebut, sejumlah siswa dilarikan ke UPT Puskesmas Kelobak Kepahiang sejak pukul 09.00 WIB.

Kepala UPT Puskesmas Kelobak Kepahiang, Rosdiana Sidabutar (51), menerangkan jumlah orang yang sudah masuk ke puskesmasnya.

"Kalau jumlah siswa yang sudah masuk ke puskesmas kita itu 13 orang satu orang penjaga," jelas Rosdiana.

Kondisi Pelajar

Ia menerangkan bahwa empat pelajar sudah mulai membaik dan sisanya masih dalam penanganan pihaknya.

"Tujuh orang sudah membaik dan sudah di buka impus, karena pelayanan sudah dimaksimalkan," tegas Rosdiana.

Penyebab Keracunan Ditelusuri

Rosdiana mengungkapkan bahwa pihaknya masih menelusuri penyebab pasti keracunan pelajar.

"Belum diketahui, masih di telusuri," pungkas Rosdiana.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.