Pesan Menohok Sonny Sanjaya dari Balik Tahanan untuk Kepala BGN Baru: Terima Kasih Hadiah Indah Ini
Rita Lismini June 04, 2026 03:54 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Sebuah surat yang diunggah dari akun media sosial milik mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sonny Sanjaya, mendadak menjadi sorotan publik.

Di tengah proses hukum yang sedang dijalaninya, Sonny menyampaikan ucapan selamat kepada Nanik S Deyang yang baru dipercaya memimpin BGN.

Namun bukan ucapan selamat itu yang menjadi perhatian utama, melainkan kalimat yang ia sisipkan dalam surat tersebut.

"Terima kasih atas hadiah indah yang Ibu berikan," tulis Sonny.

Kalimat singkat itu langsung memicu beragam spekulasi di media sosial. 

Tak sedikit yang mempertanyakan maksud dari frasa "hadiah indah" yang ditujukan kepada Nanik.

Sejumlah akun bahkan mengaitkannya dengan dinamika yang terjadi di internal BGN dalam beberapa waktu terakhir.

"Nanik ini mantan jurnalis dan dia pernah menjadi saksi di sebuah kasus. Di persidangan kata terdakwa,Nanik ini pintar bersandiwara. Jadi bisa saja nanik pintar bermain dgn petinggi⊃2; BGN ini buat ngincar posisi yang dia inginkan, apalagi dia mantan jurnalis yg pasti bisa mengolah informasi yg dia dapatkan utk menjadi senjata dia kedepannya, si nanik ini pintar cara mainnya buat ngejatuhin teman⊃2; sejawatnya. Kalau klian sering melihat konten Sidak BGN oleh bu nanik ini, pasti tau karakternya gmna," tulis salah satu netizen.

"Saya sudah follow akun bu Nanik sejak 2018, dia tipikal ibu-ibu rumah tangga pada umumnya yang hobi kerja dan membantu orang-orang miskin dengan kegiatan jumat berkah atau berbagi sembako kepada masyarakat bawah. Jiwa keadilan dan kejujurannya besar. Semoga dia tidak ditekan oleh politikus dan bisa memperbaiki kerusakan di BGN. lanjutkan menutup banyak SPPG kalau perlu MBG itu dilaksanakan di daerah miskin dan 3T," balas netizen. 

Tidak sedikit yang menduga Sonny masih menyimpan informasi penting terkait perkara yang menyeret sejumlah pejabat BGN.

"Ini bukan sekadar ucapan selamat. Ada pesan yang ingin disampaikan," tulis netizen lain. 

Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Sonny maupun pihak keluarga mengenai maksud sebenarnya dari surat tersebut.

Begitu pula dengan pihak Badan Gizi Nasional yang belum memberikan tanggapan terkait ramainya perbincangan publik atas unggahan tersebut.

Pengamat komunikasi publik menilai fenomena ini menunjukkan bagaimana setiap pesan yang berasal dari figur publik yang tengah tersangkut perkara hukum akan selalu ditafsirkan secara beragam oleh masyarakat.

"Ketika seseorang sedang berada dalam posisi yang menjadi perhatian publik, pesan sesederhana apa pun bisa dimaknai lebih luas daripada maksud awalnya. Apalagi jika berkaitan dengan pergantian jabatan dan dinamika lembaga negara," ujar seorang pengamat komunikasi politik.

Terlepas dari berbagai spekulasi yang berkembang, surat ucapan selamat yang diunggah dari akun Sonny Sanjaya telah berhasil menarik perhatian publik dan memunculkan tanda tanya baru.

Di tengah proses hukum yang masih berjalan, setiap pernyataan maupun pesan yang muncul dari sosok mantan petinggi BGN itu tampaknya akan terus menjadi bahan perbincangan masyarakat.

Apakah surat tersebut murni bentuk apresiasi kepada pemimpin baru BGN atau menyimpan pesan lain yang lebih dalam, publik masih menunggu penjelasan dari pihak-pihak terkait.

Sonny Ditangkap Berserta Kepala BGN 

Sebelumnya Kejagung menggeledah kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, pada Rabu (3/6/2026).

Penggeledahan dilakukan di Lantai 2 Ruang Pimpinan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) yang berlokasi di Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Para karyawan BGN tidak diperbolehkan masuk ke dalam kantor karena adanya penggeledahan tersebut.

"Digeledah, lantai 2, banyak orangnya, enggak boleh mendekat," kata salah satu karyawan BGN, ketika ditanya di depan kantor BGN, Rabu.

Setelah kabar penggeledehan kantor BGN heboh, kini Eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana ditangkap Kejaksaan Agung (Kejagung). 

Ia terlihat mengenakan rompi pink serta diborgol saat digiring keluar dari Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2026).

Penampakan Dadan yang mengenakan rompi tahanan Kejaksaan Agung sontak menjadi sorotan publik.

Ia terlihat hanya tertunduk saat digiring penyidik menuju mobil tahanan yang telah menunggu di lokasi.

Dadan diketahui baru sehari sebelumnya dicopot Presiden Prabowo Subianto dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Tak hanya Dadan, dua mantan Wakil Kepala BGN yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya juga turut diperiksa oleh Kejaksaan Agung.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribunnews, Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya diamankan penyidik Kejaksaan Agung pada Rabu (3/6/2026).

Kejaksaan Agung disebut telah menjemput ketiganya sejak pukul 04.00 WIB.

Diketahui, mantan Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya sempat tidak berada di kediamannya saat tim penyidik melakukan penjemputan.

Saat itu Sony dikabarkan berada di luar Jakarta sehingga penyidik melakukan pengejaran hingga ke wilayah Jawa Barat.

“Pengejaran di daerah Jawa Barat. (hingga) Jam 10.00 WIB semua sudah (dijemput),” kata sumber tersebut.

Sumber yang sama juga menyebut ketiga mantan petinggi BGN tersebut diduga terlibat dalam praktik korupsi berupa jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Pada pukul 04.00 WIB ketiganya sudah ditangkap penyidik. Saat salat subuh dia salat di Kejagung,” ujarnya.

Profil Kepala BGN Baru 

Profil dan jejak karir Nanik sontak jadi sorotan.

Nanik disebut sudah dikenal sebagai orang dekat Prabowo sejak lama.

Sebelum dipercaya memegang tongkat estafet kepemimpinan BGN, perempuan kelahiran Madiun, 3 Januari 1968 ini merupakan Wakil Kepala BGN yang membidangi sektor Komunikasi Publik dan Investigasi.

Jauh sebelum masuk ke dalam pusaran birokrasi dan jabatan publik, Nanik merupakan seorang jurnalis senior yang memiliki rekam jejak panjang di industri media cetak nasional.

Ia mengawali kariernya sebagai wartawati di bawah naungan jaringan media Persda Kompas-Gramedia sejak tahun 1989.  

Ia tercatat pernah menjadi wartawan untuk Tabloid Bangkit. 

Karir jurnalistiknya terus menanjak hingga dipercaya mengemban posisi pemimpin redaksi dan mengelola berbagai produk media di bawah Kelompok Media Peluang (KMP) serta MNC Media, seperti majalah bisnis Prospektif, tabloid Genie, dan tabloid Mom and Kiddie.  

Selama aktif sebagai wartawati, lulusan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ini dikenal sebagai figur jurnalis perempuan yang kritis dalam menyuarakan isu-isu sosial, politik, hingga ekonomi nasional.

Karier Nanik di lingkaran pemerintahan terhitung melesat sejak masa transisi pemerintahan pasca-Pilpres. 

Kiprahnya di birokrasi dimulai saat dilantik sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan atau BP Taskin pada Oktober 2024. 

Di lembaga tersebut, ia fokus mengintegrasikan program penanganan kemiskinan dengan pemenuhan gizi di wilayah 3T atau Terdepan, Terluar, dan Tertinggal.

Selain di badan pengentasan kemiskinan, alumni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ini juga sempat dipercaya masuk ke sektor korporasi negara.

Ia tercatat pernah diangkat menjadi Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) pada pertengahan Juni 2025 lalu.

Sebelum masuk ke ranah birokrasi dan BUMN, Nanik lebih dikenal sebagai tokoh yang memiliki kedekatan politik jangka panjang dengan Prabowo Subianto. 

Ia aktif menjadi bagian dari tim sukses pasangan Prabowo-Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 silam.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.