TRIBUNNEWS.COM – Buku pelajaran IPAS kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi) halaman 101 bab 5.
Salah satu materi yang dibahas pada buku pelajaran buku pelajaran IPAS kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi) halaman 101, karangan Kusumawardhani Ardilla, dkk. terbitan Kemdikbud Ristek tahun 2025 yakni bijak menggunakan uang.
Bijak menggunakan uang adalah sikap menggunakan uang dengan hati-hati, sesuai kebutuhan, dan tidak boros. Orang yang bijak dalam menggunakan uang akan memikirkan terlebih dahulu sebelum membeli sesuatu.
Dengan bijak menggunakan uang, kita dapat belajar hidup hemat, teratur, dan lebih menghargai hasil kerja keras orang tua.
Pada latihan soal kali ini, siswa diminta menjawab pertanyaan terkait aktivitas yang ada dalam halaman tersebut.
Sebagai catatan, sebelum melihat kunci buku pelajaran IPAS Kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka halaman 101 siswa diminta untuk terlebih dahulu menjawab soal secara mandiri.
Kunci jawaban ini digunakan sebagai panduan dan pembanding oleh orang tua untuk mengoreksi pekerjaan anak.
Kunci Jawaban IPAS Kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka Halaman 101: Belanja Zaman Dahulu
Belanja Zaman Dahulu: Tukar Barang, Bukan Bayar Uang
Dahulu, sebelum ada uang, orang memenuhi kebutuhan dengan cara barter. Barter artinya saling menukar barang atau jasa. Misalnya, beras ditukar dengan ikan, ayam ditukar dengan buah, atau kayu bakar ditukar dengan singkong.
Namun, barter mempunyai banyak kesulitan. Dalam barter, sulit untuk menentukan nilai barang. Misalnya, apakah 12 jeruk sama dengan 1 kilogram gandum?
Barter juga hanya bisa terjadi kalau kedua orang samasama membutuhkan. Barter kadang sulit dibagi, seperti ayam ditukar dengan meja. Barang yang ditukar juga bisa terlalu berat untuk dibawa, seperti kerbau, atau cepat rusak, seperti buah yang membusuk.
Baca juga: Kunci Jawaban IPAS Kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka Hal 86 Edisi Revisi: Amati Tumbuhan di Sekitar
Karena banyak kesulitan itu, orang mulai mencari cara baru. Awalnya, manusia menggunakan barang berharga sebagai alat tukar, misalnya garam, kulit kerang, atau hasil bumi. Namun, barang-barang ini juga terbatas dan tidak selalu praktis.
Selanjutnya, orang mulai memakai logam mulia, seperti emas, perak, dan tembaga. Uang logam pertama kali dibuat oleh bangsa Lydia di Turki sekitar tahun 580 SM. Uang logam ini terbuat dari emas dan perak, bentuknya kecil seperti kacang polong, dan lebih mudah dipakai daripada barter.
Beberapa ratus tahun kemudian, di Tiongkok pada masa Dinasti Song, muncullah uang kertas sekitar abad ke-10 Masehi. Uang kertas diciptakan karena uang logam terlalu berat jika jumlahnya banyak.
Dari sinilah, kita tahu bahwa uang muncul untuk memudahkan manusia berjual beli. Dengan demikian, kebutuhan hidup dapat terpenuhi dengan lebih cepat dan mudah. uliskan jawaban dari pertanyaan berikut dalam buku tugasmu.
1. Apa yang digunakan orang untuk memenuhi kebutuhannya sebelum ditemukannya uang?
2. Mengapa kegiatan barter mulai ditinggalkan?
3. Apa alat tukar yang digunakan sebelum uang ada?
4. Mengapa alat tukar itu sudah tidak digunakan lagi?
Jawaban :
1. Sebelum ditemukan uang, orang memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara barter. Barter adalah kegiatan saling menukar barang atau jasa dengan barang atau jasa lainnya.
Misalnya, seseorang menukar beras dengan ikan, ayam dengan buah, atau kayu bakar dengan singkong. Dengan cara barter, orang dapat memperoleh barang yang mereka butuhkan tanpa menggunakan uang. Pada zaman dahulu, barter menjadi cara utama masyarakat untuk melakukan jual beli dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
2. Kegiatan barter mulai ditinggalkan karena memiliki banyak kesulitan dan tidak praktis. Dalam barter, orang sering kesulitan menentukan nilai barang yang akan ditukar.
Contohnya, sulit menentukan apakah 12 jeruk sama nilainya dengan 1 kilogram gandum. Selain itu, barter hanya bisa dilakukan jika kedua orang sama-sama membutuhkan barang yang dimiliki pihak lain.
Ada juga barang yang sulit dibagi, misalnya ayam ditukar dengan meja. Beberapa barang terlalu berat dibawa seperti kerbau, dan ada barang yang cepat rusak seperti buah atau sayuran. Karena banyak kendala tersebut, masyarakat mulai mencari alat tukar yang lebih mudah digunakan.
3. Sebelum ada uang seperti sekarang, orang menggunakan berbagai barang berharga sebagai alat tukar. Contohnya adalah garam, kulit kerang, hasil bumi, emas, perak, dan tembaga.
Barang-barang tersebut dianggap memiliki nilai sehingga bisa digunakan untuk membeli atau menukar barang lain. Setelah itu, manusia mulai membuat uang logam dari emas dan perak.
Uang logam pertama kali dibuat oleh bangsa Lydia di Turki sekitar tahun 580 Sebelum Masehi. Beberapa ratus tahun kemudian, masyarakat di Tiongkok mulai menggunakan uang kertas agar lebih praktis dan mudah dibawa.
4. Alat tukar tersebut akhirnya sudah tidak digunakan lagi karena dianggap kurang praktis untuk kegiatan jual beli sehari-hari. Barang seperti garam, kulit kerang, atau hasil bumi jumlahnya terbatas dan tidak selalu mudah ditemukan.
Selain itu, barang-barang tersebut kadang sulit dibawa dan tidak tahan lama. Uang logam juga dianggap terlalu berat jika digunakan dalam jumlah banyak.
Oleh sebab itu, manusia mulai menggunakan uang kertas dan uang modern karena lebih ringan, mudah dibawa, mudah disimpan, dan mempermudah kegiatan jual beli. Dengan adanya uang, kebutuhan manusia dapat dipenuhi dengan lebih cepat dan mudah.
*) Disclaimer:
(Tribunnews.com/Namira)