Update Hari ke-97 Perang Iran: Teheran Tegaskan Tak Takut Ancaman AS, Israel Kembali Gempur Lebanon
Amirullah June 04, 2026 04:24 PM

Update Hari ke-97 Perang Iran: Teheran Tegaskan Tak Takut Ancaman AS, Israel Kembali Gempur Lebanon

SERAMBINEWS.COM – Memasuki hari ke-97 perang Iran, ketegangan di kawasan Timur Tengah masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Meski jalur diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat tetap terbuka, Teheran mengaku belum melihat adanya kemajuan berarti dalam upaya mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama lebih dari tiga bulan.

Dikutip Serambinews.com melalui Al Jazeera (4/6/2026), Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan komunikasi dengan Washington masih berlangsung.

Namun, hingga kini belum ada perkembangan konkret yang dapat mengarah pada kesepakatan damai.

Di sisi lain, situasi di Lebanon kembali memanas setelah Israel melancarkan serangan pesawat tak berawak hanya beberapa saat setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.

Baca juga: Trump Akui “Gelisah”, Soroti Netanyahu yang Terus Berperang dengan Lebanon

Negosiasi Iran-AS Masih Buntu

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa pembicaraan dengan Amerika Serikat belum menghasilkan kemajuan signifikan.

Meski demikian, kedua negara masih mempertahankan saluran komunikasi untuk mencegah konflik semakin meluas.

Araghchi juga membela serangan Iran terhadap sejumlah negara sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk pertahanan diri setelah pasukan AS menyerang kapal tanker minyak Iran di Selat Hormuz serta fasilitas komunikasi di Pulau Qeshm.

Iran mengklaim serangan terhadap target yang berafiliasi dengan AS di Bahrain dan Kuwait dilakukan sebagai respons langsung atas tindakan Washington.

Teheran menegaskan akan terus membalas setiap serangan yang mengancam wilayah maupun kepentingan nasionalnya.

Baca juga: Trump Ngamuk ke Netanyahu karena Merusak Negosiasi: Gila! Kalau Bukan Saya, Anda Sudah Dipenjara

Serangan Rudal di Kuwait Timbulkan Korban

Ketegangan konflik turut berdampak pada negara-negara Teluk.

Pemerintah Kuwait melaporkan serangan rudal dan pesawat tanpa awak Iran pada Rabu mengakibatkan satu orang tewas dan lebih dari 60 orang lainnya mengalami luka-luka.

Serangan tersebut menghantam terminal di bandara internasional Kuwait.

Otoritas setempat menyebut kerusakan material yang ditimbulkan cukup besar dan mengganggu aktivitas operasional di kawasan bandara.

Krisis Energi Membayangi Iran

Di tengah perang yang berkepanjangan, Iran juga menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat.

Meningkatnya kebutuhan energi selama musim panas memperparah kesenjangan antara pasokan dan konsumsi listrik.

Sejumlah warga dan pelaku usaha melaporkan lonjakan tagihan listrik dalam beberapa bulan terakhir.

Mereka menilai kenaikan tersebut berkaitan dengan tekanan ekonomi akibat perang yang masih berlangsung.

Pemerintah Iran kini menghadapi tantangan besar untuk menjaga stabilitas energi sekaligus mempertahankan pembiayaan perang dan kebutuhan domestik.

Baca juga: AS dan Iran Kembali Saling Serang, Negosiasi Gencatan Senjata Mandek di Tengah Ketegangan

Gencatan Senjata Israel-Lebanon Masih Rapuh

Amerika Serikat sebelumnya mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon telah menyepakati penerapan gencatan senjata setelah serangkaian pembicaraan di Washington.

Kesepakatan tersebut mencakup penghentian serangan Hizbullah, penarikan pasukan kelompok tersebut dari wilayah selatan Sungai Litani, serta pembentukan zona keamanan yang dikendalikan penuh oleh militer Lebanon.

Meski demikian, para analis menilai implementasi kesepakatan masih menghadapi banyak tantangan.

Hizbullah diperkirakan akan menuntut jaminan bahwa Israel benar-benar menarik pasukannya dari Lebanon selatan dan menghentikan seluruh operasi militer sebelum mereka memberikan komitmen penuh.

Kegagalan sejumlah gencatan senjata sebelumnya juga membuat kedua pihak masih saling curiga.

Israel Kembali Melancarkan Serangan

Situasi semakin rumit setelah laporan adanya serangan pesawat tak berawak Israel terhadap sebuah kendaraan di wilayah Jalan Zefta-Kfarwa, Lebanon selatan.

Serangan itu menyebabkan sejumlah korban luka.

Peristiwa tersebut terjadi hanya beberapa waktu setelah kesepakatan penghentian perang diumumkan.

Sementara itu di Gaza, sedikitnya sembilan warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel yang menghantam bangunan tempat tinggal pada malam hari.

Menurut saksi mata, para korban sedang tidur ketika serangan terjadi.

Tim penyelamat harus bekerja di tengah kobaran api dan reruntuhan bangunan untuk mengevakuasi korban yang terjebak.

Baca juga: Update Hari ke-96 Perang Iran: AS dan Iran Kembali Saling Serang, Negosiasi Damai Semakin Rumit

Tekanan Politik terhadap Trump Meningkat

Di Amerika Serikat, tekanan politik terhadap Presiden Donald Trump juga semakin besar.

Dewan Perwakilan Rakyat AS menyetujui rancangan yang mengharuskan presiden memperoleh izin Kongres sebelum melakukan tindakan militer terhadap Iran.

Selain itu, anggota Kongres Thomas Massie menyatakan dukungannya terhadap rancangan undang-undang yang bertujuan membatasi transfer senjata ofensif ke Israel.

Menurutnya, Amerika Serikat memiliki tanggung jawab moral untuk menghentikan dukungan terhadap konflik yang telah menimbulkan korban sipil dalam jumlah besar.

Meski demikian, Trump tetap optimistis.

Ia mengatakan negosiasi dengan Iran berjalan cukup baik dan peluang tercapainya kesepakatan damai masih terbuka dalam waktu dekat.

"Kesepakatan bisa saja tercapai akhir pekan ini. Namun siapa yang tahu?" kata Trump.

Baca juga: AS dan Iran Kembali Saling Serang, Kapal Tanker dan Pangkalan Militer di Kuwait-Bahrain Jadi Sasaran

(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.