Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir | Kota Langsa
SERAMBINEWS.COM, KOTA LANGSA - Klub PSBL Langsa U-13 dan U-17 untuk pertama kali dalam sejarah sepak bola Aceh dipastikan tidak bisa ikut di kompetisi Piala Soeratin musim tahun 2026 ini.
Ketidakikutsertaan klub berjuluk Elang Biru kebanggaan masyarakat Kota Langsa ini, karena hingga kini PSBL Langsa tidak memiliki anggaran.
Kepastian ini diambil setelah Pengurus Harian Klub PSBL Langsa bersama Dewas PSBL menggelar rapat di Sekretariat PSBL, di Stadion Langsa, Rabu (3/6/2026) malam.
Rapat itu dipimpin Ketum PSBL H Hasan Basri, Sekum Ray Iskandar, Ketua Dewas M. Basyir Hasan, Syahrul Sulaiman, dan pengurus harian PSBL Langsa lainnya.
Ketum PSBL, H. Hasan Basri, menyampaikan, dalam rapat ini dewas dan pengurus mengambil keputusan atau sepakat, PSBL untuk pertama kalinya akan absen dari ajang Piala Soeratin 2026.
Meski kompetisi ini merupakan even pembinaan pemain usia-usia muda, keputusan terpaksa diambil karena PSBL mengalami ketiadaan dana.
Baca juga: PSBL Langsa Krisis Dana Ikuti Liga 4 Musim Ini, Pengurus Harapkan Dukungan Penuh Wali Kota dan DPRK
Menurutnya, klub sendiri menerima surat resmi dari PSSI Aceh No. 027/PSSI Aceh/V/2026 tanggal 6 Mei 2026, terkait kompetisi usia muda dengan kategori U-13, U-15, dan U-17.
"Tahun ini untuk pertama kalinya kita (PSBL-red) PSBL U-13 dan U-17 tidak bisa bergabung di Piala Soeratin 2026, karena kekosongan kas," jelasnya.
Pada musim sebelumnya, hal yang sama juga dialami oleh Skuad PSBL Langsa, pada Kompetisi Liga 4 Aceh Tahun 2025 lalu untuk menuju nasional gagal mengikutinya.
Salah satu klub besar di Provinsi Aceh yang telah banyak melahirkan pemain-pemain sepak bola di level provinsi hingga nasional ini mengalami ketiadaan dana.
Ditambahkan Hasan Basri, sekarang PSBL mengalami kekosongan kas bahkan terutang, hingga kini PSBL belum mendapatkan bantuan atau suntikan dana dari Pemko Langsa.
Klub PSBL tahun 2026 telah melayangkan proposal permohonan bantuan dana kepada Pemko Langsa, namun hingga kini belum terealisasi.
Baca juga: Bertemu Pengurus PSBL Langsa, PTPN IV Reg VI Janji Bantu Elang Biru di Kompetisi Liga 4 Musim Ini
Pengurus Klub PSBL masih menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kota atau Pemko Langsa terkait kondisi keuangan yang dialami PSBL Langsa ini.
Wali Kota Jeffry Sentana yang juga Dewan Pembina Klub PSBL diharapkan untuk melihat kondisi ini, agar PSBL bisa ikut serta di Liga 4 PSSI Piala Presiden RI.
Liga 4 Musim 2026 yang di tingkat provinsi dilaksanakan oleh PSSI Aceh ini dijadwalkan akan dimulai pada Agustus 2026 mendatang.
Hasan Basri menegaskan bahwa PSBL tetap berkomitmen menjaga nama baik klub dan Kota Langsa dalam kegiatan olahraga, baik di level provinsi hingga nasional.
Sementara untuk kategori U-15, pada Piala Soeratin 2026 disepakati keikutsertaannya akan diwakili oleh SSB Elang Biru, sekolah sepak bola binaan Klub PSBL.
PSBL U-15 yang pemainnya rutin berlatih di Stadion Langsa akan menggunakan dana mandiri untuk mengikuti kompetisi itu.
Dalam rapat malam itu, untuk PSBL U-15 akan ikut di Piala Soeratin dengan komitmen donasi dari orang tua pemain.
Selain itu juga, dukungan donasi Pengurus Klub PSBL Langsa dan para pihak ketiga yang tidak mengikat.
Langkah ini menjadi bentuk konsistensi PSBL dalam mendukung pembinaan usia dini.
Sekaligus sebagai upaya menjaga eksistensi klub di kancah sepak bola Aceh.
"Kita akan tetap berusaha mencari dukungan dari berbagai pihak melalui donasi yang tidak mengikat," paparnya.
Seperti diketahui dalam sejarah sepak bola Aceh, PSBL dikenal sebagai klub yang tidak pernah absen di kalender PSSI, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
"Semoga semangat ini terus terjaga, meski dengan segala keterbatasan yang kita alami sekarang," kata Hasan Basri.
Pengurus juga menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua siswa SSB Elang Biru U-13, U-15 dan U-17, serta masyarkat Kota Langsa, atas absennya PSBL pada kompetisi Piala Soeratin PSSI tahun 2026 ini.
"Semoga pada kompetisi Liga 4 PSSI Piala Presiden RI musim 2026 ini kita bisa ikut serta, dan berharap dukungan dari Pemko Langsa," pungkas Hasan Basri. (*)