Euforia menjelang Piala Dunia 2026 mulai terasa di seluruh Bali. Menyambut ajang sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut, TVRI Bali sebagai pemegang hak siar resmi mengimbau masyarakat serta pelaku usaha untuk menaati ketentuan penyelenggaraan nonton bareng (nobar) demi menghindari pelanggaran terhadap hak siar FIFA.
Pihak TVRI membagi izin nobar menjadi dua kelompok utama, yakni kategori komersial dan non-komersial. Kategori komersial diperuntukkan bagi hotel, restoran, kafe, beach club, bar, dan berbagai tempat usaha lainnya yang mendapat keuntungan dari kegiatan nobar. Sementara itu, kategori non-komersial ditujukan untuk kegiatan sosial masyarakat tanpa adanya pungutan biaya atau tiket masuk.
“Nonton bareng ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu komersial dan non-komersial. Untuk tempat usaha seperti hotel dan kafe otomatis masuk kategori komersial. Perhitungannya nanti dilihat berdasarkan jumlah meja dan kapasitas pengunjungnya,” ujar Mustito.
Untuk kategori komersial, biaya lisensi resmi dimulai dari Rp10 juta dan mencakup seluruh rangkaian pertandingan Piala Dunia 2026, mulai dari fase grup hingga partai final.
“Tarif terendah adalah sepuluh juta rupiah untuk semua pertandingan, bukan per laga. Ini legal karena semua pendapatan masuk sebagai PNBP langsung ke Kementerian Keuangan,” jelas Mustito.
Ia juga menegaskan bahwa penyelenggara nobar non-komersial tidak diperbolehkan memungut biaya masuk dalam bentuk apa pun. “Yang paling penting dan wajib diingat, dalam aturan nobar non-komersial ini penyelenggara dilarang keras menarik biaya tiket masuk dalam bentuk apa pun kepada masyarakat,” tegasnya.
Selain membahas perizinan nobar, TVRI Bali juga mengingatkan masyarakat terkait teknis penyiaran Piala Dunia 2026. Mustito memastikan bahwa siaran melalui parabola akan sepenuhnya diacak sesuai aturan FIFA untuk melindungi hak siar.
Karena itu, masyarakat diimbau segera beralih ke siaran digital terrestrial atau menggunakan perangkat Set Top Box (STB). “Masyarakat yang menggunakan parabola tidak akan bisa menonton siaran ini karena pasti diacak. Solusinya, mereka perlu memasang antena luar biasa dan beralih ke siaran digital atau memasang Set Top Box (STB),” katanya.
TVRI Bali memastikan seluruh infrastruktur pemancar digital di wilayah Bali telah siap menayangkan Piala Dunia 2026 dengan kualitas HD. “Saat ini semua pemancar digital TVRI di Bali, mulai dari Bukit Bakung Jimbaran, Kintamani, Gunung Seke Karangasem, hingga Gunung Kutul Pupuan, sudah aktif dan siap memancarkan siaran digital berkualitas HD ke seluruh pelosok Bali,” tutur Mustito.
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi terbesar dalam sejarah turnamen sepak bola dunia. Ajang ini akan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Untuk pertama kalinya, FIFA akan menerapkan format baru dengan 48 negara peserta yang terbagi ke dalam 12 grup. Secara keseluruhan, akan ada 104 pertandingan yang digelar di 16 stadion di tiga negara tuan rumah tersebut.
Perubahan format ini membuat Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi ajang paling meriah dalam sejarah sepak bola dunia. Selain menghadirkan lebih banyak pertandingan, sistem baru tersebut juga memberikan peluang lebih besar bagi negara-negara dari Asia, Afrika, dan Oseania untuk tampil di panggung dunia.
Indonesia sendiri memiliki kesempatan mencatat sejarah jika mampu lolos ke Piala Dunia 2026 melalui putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia zona Asia yang akan berlangsung pada Oktober mendatang.