Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Di tengah capaian kelulusan 100 persen bagi peserta Ujian Akhir Sekolah (UAS), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bengkulu Tengah masih menghadapi persoalan putus sekolah yang menyebabkan puluhan siswa gagal menyelesaikan jenjang pendidikannya tahun ini.
Berdasarkan data Dikbud Bengkulu Tengah, sebanyak 31 siswa dari jenjang SD dan SMP dinyatakan tidak lulus karena tidak mengikuti UAS setelah lebih dulu berhenti sekolah.
Kepala Dinas Dikbud Bengkulu Tengah, Erriyanto, melalui Kabid Pembinaan SD, Sri Rusniati, menjelaskan, pada jenjang SD terdapat 1.703 siswa yang tercatat sebagai peserta UAS dari 94 sekolah.
Namun, hanya 1.686 siswa yang mengikuti ujian hingga selesai. Sebanyak 17 siswa lainnya tidak mengikuti UAS karena telah putus sekolah, sehingga tidak dapat dinyatakan lulus.
"Untuk siswa SD yang mengikuti UAS seluruhnya lulus 100 persen. Sedangkan 17 siswa yang tidak lulus merupakan siswa yang sudah berhenti sekolah dan tidak mengikuti ujian," ujar Sri Rusniati saat dihubungi, Kamis (4/6/2026).
Kondisi serupa juga terjadi di tingkat SMP. Dari total 1.632 siswa yang terdaftar sebagai peserta UAS, hanya 1.618 siswa yang mengikuti ujian.
Sebanyak 14 siswa tidak hadir hingga pelaksanaan ujian berakhir karena sudah tidak lagi bersekolah. Akibatnya, mereka dinyatakan tidak lulus.
Meski seluruh peserta ujian berhasil lulus, Dikbud Bengkulu Tengah menilai angka putus sekolah tersebut masih menjadi perhatian serius.
Baca juga: Motif Pelajar di Bengkulu Tengah Tusuk Teman Sekolah, Tak Terima Diejek soal Penampilan
Pihaknya mengaku belum mendapatkan data rinci terkait alasan para siswa memilih berhenti sekolah menjelang akhir masa pendidikan mereka.
Karena itu, Dikbud berharap kasus serupa dapat ditekan pada tahun-tahun mendatang melalui pengawasan dan pendampingan yang lebih intensif terhadap siswa yang berisiko putus sekolah.
Menurut Sri Rusniati, upaya menekan angka putus sekolah juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah yang ingin memastikan seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh hak pendidikan hingga tuntas.
"Kami berharap ke depan tidak ada lagi siswa yang putus sekolah. Ini juga menjadi komitmen pemerintah daerah agar seluruh anak di Bengkulu Tengah dapat menyelesaikan pendidikannya," tutupnya.