DPRD Kalteng Khawatir Rupiah Melemah Ganggu Pembangunan, Berpotensi Proyek Bisa Dikurangi
Sri Mariati June 04, 2026 07:06 PM

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Melemahnya nilai tukar rupiah hingga menembus Rp18.038,45 per dolar AS tidak hanya berpotensi menekan daya beli masyarakat, tetapi juga dapat berdampak pada pelaksanaan pembangunan di daerah.

Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Sugiyarto, menilai gejolak kurs dapat memengaruhi berbagai proyek yang telah direncanakan pemerintah.

Hal itu disampaikannya usai kunjungan kerja ke Kantor BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (4/6/2026).

Menurut Sugiyarto, kenaikan nilai dolar dapat memicu peningkatan harga material dan bahan baku yang digunakan dalam proyek pembangunan.

Akibatnya, anggaran yang sebelumnya dianggap cukup bisa menjadi tidak memadai ketika proyek mulai berjalan.

"Misalnya proyek sudah dilelang dengan nilai tertentu, ternyata ketika dibelanjakan anggarannya tidak cukup karena harga material naik," kata Sugiyarto.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut dapat memaksa pelaksana proyek melakukan penyesuaian terhadap volume pekerjaan yang telah direncanakan sebelumnya.

"Yang tadinya bisa membangun 100 meter, mungkin hanya menjadi 80 meter karena biaya bahan baku meningkat," ujarnya.

Menurut Sugiyarto, dampak seperti itu bisa terjadi apabila pelemahan rupiah berlangsung dalam jangka waktu panjang dan tidak segera membaik.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan proyek pembangunan di Kalimantan Tengah yang batal akibat lonjakan kurs dolar.

"Kalau batal sementara ini belum ada. Tetapi kalau kondisi seperti ini terus berjalan, pasti akan ada penyesuaian-penyesuaian," jelasnya.

Ia menilai pemerintah perlu terus mengendalikan tekanan ekonomi agar pembangunan yang telah direncanakan tidak terganggu.


Sugiyarto berharap kondisi nilai tukar dapat segera stabil sehingga proyek-proyek pembangunan yang telah dianggarkan tetap berjalan sesuai target dan tidak mengalami pengurangan volume pekerjaan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.