- Politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli menyinggung nasib eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang dilantik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Dadan kini menjadi tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (3/6/2026).
Sebelum jadi tersangka, Dadan Hindayana dicopot Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN per Selasa 2 Juni 2026.
Guntur mengatakan Dadan bukanlah sembaran pejabat. Dadan, kata Guntur Romli, merupakan ahli serangga lulusan universitas di luar negeri.
"Tidak punya keahlian gizi dan pengelolaan pangan, tiba-tiba ditunjuk Jokowi menjadi kepala Badan Gizi Nasional," kata Guntur Romli.
Guntur Romli mengingatkan Dadan dilantik pada 19 Agustus 2024 menjelang detik-detik terakhir kekuasaan Jokowi.
"Titipan yang rapi dan Prabowo menerimanya tanpa protes. Membiarkan dadan mengelola program MBG dengan anggaran 1,2 triliun per hari," kata Guntur Romli.
Kemudian, kata Guntur, skandal mulai bermunculan antara lain triliunan rupiah untuk pengadaan motor trail listrik. Lalu triliunan rupiah untuk IT. Kemudia miliaran rupiah untuk kaos kaki, seragam, semir, tablet dan pengadaan sertifikasi halal serta lain-lain yang tidak ada hubungannya dengan gizi.
"Jual-beli titik dapur MBG dan puluhan ribu siswa keracunan. Rakyat murka tapi Presiden Prabowo seperti diam," kata Guntur Romli.
Guntur juga mengungkit Dadan berani membohongi Presiden Prabowo Subianto terkait 19 ribu ekor sapi dipotong setiap hari serta satu ekor lele tiap anak.
"Videonya itu viral dan menjadi bahan ejekan netizen. MBG sampai dipelesetkan oleh Tiyo Ardianto, ketua BEM UGM saat itu sebagai maling berkedok gizi," ujar Guntur.
"Selama hampir dua tahun Dadan tak tersentuh Karena menyentuh Dadan seperti menyentuh Jokowi," sambung Guntur Romli.
Menurut Guntur, situasi berubah saat Jokowi hendak keliling daerah.
(*)
# Guntur Romli # pdip # Dadan Hindayana # jokowi # Prabowo Subianto