Sosok Hendra Kusuma Setiyabudi, Anak Muda Sulut Founder Xavera Aperture, Industri Fotografi
Rizali Posumah June 04, 2026 08:22 PM

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan persaingan industri kreatif, seorang anak muda asal Sulawesi Utara, berhasil membuktikan bahwa fotografi bukan sekadar hobi, melainkan profesi yang mampu menjadi sumber penghidupan.

Dialah Hendra Putra Kusuma Setiyabudi, founder Xavera Aperture, sebuah studio foto di Manado, Sulawesi Utara.

Di tegah persaingan, Hendra berhasil membangun Xavera Aperture dengan fasilitas yang nyaman serta pilihan latar foto yang beragam.

Meski saat ini dikenal sebagai pelaku usaha di bidang fotografi, perjalanan Hendra menuju titik tersebut bukanlah sesuatu yang terjadi dalam waktu singkat. 

Di balik studio yang kini berdiri dengan fasilitas yang semakin lengkap, terdapat proses belajar yang panjang, berbagai tantangan yang harus dihadapi, serta komitmen untuk terus meningkatkankemampuan di bidang yang telah menjadi passion-nya sejakbertahun-tahun lalu.

Menariknya, Hendra memiliki latar belakang akademikyang berbeda dari dunia fotografi. Ia merupakan lulusan Magister Hukum dari Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT). 

Namun, kecintaannya terhadap fotografi sudah tumbuh sejaklama, bahkan jauh sebelum ia mendirikan studio foto miliknyasendiri.

Saat diwawancarai TribunManado.Com, Hendra mengatakan ketertarikannya terhadap dunia fotografi mulai muncul sekitar tahun 2018. 

Pada masa itu, ia sering menghabiskan waktu untuk memotret motor pribadinya maupun motor milik teman-temannya. 

Aktivitas yang awalnya hanya dilakukan sebagai hobi perlahan berkembang menjadi ketertarikan yang lebih serius terhadap seni visual dan teknik fotografi.

Seiring berjalannya waktu, rasa ingin tahunya terhadapdunia fotografi semakin besar. 

Dia mulai mempelajari berbagai aspek fotografi secara lebih mendalam, mulai dari teknikpencahayaan, komposisi, penggunaan kamera, hingga proses pengolahan gambar. 

“Tidak hanya belajar secara mandiri, saya juga aktif mengikuti berbagai workshop dan pelatihanfotografi yang diselenggarakan oleh para fotografer profesional,” tuturnya.

Kata Hendra keseriusannya dalam belajar terlihat dari investasi yang ia keluarkan untuk meningkatkan kemampuan. 

Berbagai workshop yang diikutinya memiliki biaya yang tidak sedikit, bahkan berkisar antara lima hingga sepuluh juta rupiah untuk satu program pelatihan. 

Namun bagi Hendra, biaya tersebutbukanlah pengeluaran semata, melainkan investasi untukmemperluas wawasan dan meningkatkan kualitas dirinyasebagai seorang fotografer.

“Fotografi adalah bidang yang terus berkembang. Kalau ingin serius menekuninya, kita harus terus belajar dan terbuka terhadap ilmu baru.

Ini yang menjadi prinsip yang selama ini saya pegang  dalam menjalani perjalanan di dunia fotografi,” ungkapnya.

Meski memiliki semangat belajar yang tinggi, perjalananmembangun karier di bidang fotografi tidak selalu berjalan mulus. 

Pada masa-masa awal, Hendra harus menghadapiberbagai tantangan yang tidak mudah. Salah satunya adalah membangun kepercayaan diri ketika berhadapan dengan klien.

Ia mengakui bahwa tantangan terbesar yang pernahdihadapinya bukanlah persoalan peralatan atau modal, melainkan rasa takut yang ada dalam dirinya sendiri. 

Pada awal kariernya, Hendra merasa kurang percaya diri untukmemotret orang.

Ia khawatir hasil fotonya tidak memuaskandan takut menerima kritik atau kemarahan dari orang yang menggunakan jasanya.

Perasaan tersebut sempat menjadi hambatan yang cukup besar.

Namun alih-alih menyerah, Hendra memilih untukterus berlatih dan mencari pengalaman sebanyak mungkin. 

Bahkan, pada masa awal membangun portofolio, Hendra kerap menawarkan diri untuk menjadi fotografer tanpa meminta bayaran.

Baginya, pengalaman dan kesempatan untuk belajarsecara langsung di lapangan jauh lebih berharga dibandingkan keuntungan yang diperoleh dalam jangka pendek. 

Dari berbagai sesi pemotretan itulah ia mulai memahami cara berinteraksi dengan klien, mengarahkan pose, membangun suasana yang nyaman, serta meningkatkan kualitas hasil karyanya.

Lambat laun, pengalaman yang terkumpul selama bertahun-tahun mulai membuahkan hasil.

Kemampuan teknis yang semakin matang dan kepercayaan diri yang terus tumbuh menjadi fondasi bagi lahirnya Xavera Aperture.

Saat ini, Xavera Aperture telah berkembang menjadi studio foto yang memiliki fasilitas yang lebih profesional. 

Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah pilihan latar foto yang beragam, ruang studio yang luas, serta suasana yang nyaman bagi klien yang melakukan sesi pemotretan.

Konsep tersebut dibangun untuk memberikan pengalaman yang lebihbaik bagi setiap orang yang datang ke studio.

Bagi Hendra, studio foto bukan hanya tempat untukmengambil gambar, tetapi juga ruang di mana seseorang dapatmengabadikan momen penting dalam hidupnya dengannyaman dan percaya diri. 

Oleh karena itu, kualitas pelayanan menjadi salah satu aspek yang terus dijaga dalam operasional studio.

“Salah satu pencapaian yang paling membanggakan bagi saya bukan hanya ke berhasil memiliki studio foto yang proper, tetapi juga kemampuan membimbing orang lain untuk berkembang di bidang yang sama," terang dia.

Hingga saat ini, beberapa murid yang pernah belajar bersama dirinya telah berkembang dan menjadi fotografer tetap di Xavera Aperture.

"Pencapaian tersebut memiliki makna tersendiri bagi saya. Sebab, fotografi bukan hanya tentang menghasilkan karyavisual yang baik, tetapi juga tentang bagaimana ilmu dan pengalaman dapat diteruskan kepada generasi berikutnya,” tandasnya.

Karena alasan itulah, Hendra memiliki visi yang lebih besar untuk masa depan. 

Selain terus mengembangkan Xavera Aperture, ia juga bercita-cita menjadi seorang guru fotografi. 

Ia ingin membagikan berbagai pengalaman, pengetahuan, serta pelajaran yang telah diperolehnya selama bertahun-tahunmenekuni dunia fotografi.

Menurutnya, banyak fotografer pemula yang memilikipotensi besar tetapi belum mendapatkan arahan yang tepat. Dengan berbagi ilmu, ia berharap dapat membantu lebih banyak orang untuk berkembang dan menemukan jalanmereka di industri kreatif.

Saat ini, fokus utama Hendra masih berada pada fotografi portrait, bidang yang paling sering ia tekuni dan kembangkan. 

Namun, semangat belajarnya tidak berhenti di sana. 

Dirinya terus memperdalam berbagai jenis fotografi lainnya untuk memperluas kemampuan dan menghadirkan kualitaslayanan yang semakin baik bagi para kliennya.

Perjalanan Hendra Kusuma Putra Setiyabudi menunjukkan bahwa kesuksesan tidak selalu datang dari jaluryang telah direncanakan sejak awal. 

Dari seorang lulusan magister Hukum yang gemar memotret motor, ia berhasil membangun karier dan bisnis di bidang fotografi melalui kerjakeras, konsistensi, serta kemauan untuk terus belajar.

Melalui Xavera Aperture, Hendra tidak hanya membangun sebuah studio foto, tetapi juga membangun ruanguntuk berkarya, belajar, dan berbagi pengalaman. 

Sebuah perjalanan yang membuktikan bahwa ketika passion dipadukan dengan ketekunan, sebuah hobi dapat berkembangmenjadi profesi sekaligus jalan untuk memberikan manfaatbagi banyak orang.

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.