Selain Rupiah, Kelangkaan Solar Bikin Ongkos Angkut Plastik Naik Rp300 per Kilo
Rezi Azwar June 04, 2026 10:02 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kelangkaan solar dalam sebulan terakhir mulai memicu lonjakan harga barang pokok di Kota Padang, salah satunya komoditas plastik di Pasar Raya Padang.

Sulitnya mendapatkan bahan bakar truk pengangkut ini membuat jalur distribusi terhambat hingga memaksa pedagang menaikkan harga jual akibat membengkaknya ongkos angkut.

Pedagang plastik Pasar Raya Padang, Fahrul, menyebut melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS berdampak terhadap harga plastik.

Selain nilai tukar rupiah, kesulitan mendapatkan BBM subsidi jenis solar bagi para pengendara, khususnya truk pengangkut barang juga membuat harga melonjak.

"Solar sudah sebulan lebih sudah, distribusi barang ke Kota Padang juga terganggu, bahkan habis beberapa hari baru sampai," kata Fahrul, saat ditemui di kedainya, Pasar Raya Padang, Kamis (4/6/2026).

Baca juga: Dampak Rupiah Melemah, Harga Plastik di Pasar Raya Padang Tembus Rp48 Ribu Sekilo

Di sisi lain, peningkatan ongkos distribusi juga meningkat. Dari sebelumnya Rp1.200 untuk sekilo plastik, sekarang menjadi Rp1.500.

Sehingga, penjualan juga harus mengikuti biaya produksi yang meningkat tersebut. 

"Ongkos pengangkutan menjadi naik, akibat solar susah, terpaksa menambah Rp300 untuk per kilogram plastik yang dibawa," sebutnya.

Harga Plastik di Pasar Raya Padang Tembus Rp48.000 Sekilo

HARGA PLASTIK- Penampakan tumpukan barang berbahan plastik di sebuah kedai di Pasar Raya, Kampung Jawa, Kota Padang, Kamis (4/6/2026). Pedagang, Fahrul sebut harga plastik melonjak naik seiring melemahnya kurs rupiah.
HARGA PLASTIK- Penampakan tumpukan barang berbahan plastik di sebuah kedai di Pasar Raya, Kampung Jawa, Kota Padang, Kamis (4/6/2026). Pedagang, Fahrul sebut harga plastik melonjak naik seiring melemahnya kurs rupiah. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Akibat nilai tukar rupiah terus melemah, harga plastik di Pasar Raya, Kelurahan Kampung Jawa, Kota Padang melonjak naik.

Sejumlah pedagang mengaku harga jual plastik polyethylene (PE) mencapai Rp47.000 hingga Rp48.000 sekilo.

Pedagang, Fahrul, mengatakan harga jual plastik PE biasanya hanya berkisar Rp28.000 per kilogram.

"Penjualannya untuk saat ini Rp47.000-48.000 sekilo, kalau dulu cuma Rp28.000," kata Fahrul.

Baca juga: Rupiah Terus Tertekan, Ekonom Unand Minta Sumbar Perkuat Pariwisata dan Ekspor Produk Lokal

Ia menjelaskan, sebelum terjadi kenaikan plastik yang diimpor tersebut, modal awal hanya Rp26.000 per kilogram.

Sedangkan untuk sekarang, modalnya melonjak mencapai Rp46.000 untuk satu kilogramnya.

"Tapi kebanyakan barang di toko saya masih stok lama, beberapa sudah ada stok baru, dan modalnya masih tinggi," ujarnya.

Senada, pedagang lainnya bernama Ronal mengatakan bahwa harga styrofoam dengan ukuran kecil dari Rp28.000, kini sudah dijual Rp40.000 an per pack.

Untuk satu pack styrofoam berjumlah 25 biji. Sedangkan untuk ukuran besar dari harga jual Rp38.000 menjadi Rp50.000.

"Umumnya berefek, namun berbahan utama plastik. Seperti plastik PE, styrofoam hingga thinwal," kata dia.

Baca juga: Ekonom Unand Minta Pemerintah Contoh BJ Habibie dalam Memulihkan Kepercayaan Pasar dan Rupiah

Untuk diketahui, thinwal adalah wadah kemasan makanan plastik sekali pakai namun serbaguna yang memiliki dinding tipis, ringan, transparan, dan ekonomis

Untuk harganya kata Ronal, naik merata dari Rp5.000 hingga Rp10.000 per pack isi 25 biji.

"Naik semuanya, merata untuk plastik," tutupnya.

Fahrul mengaku plastik di tokonya, umumnya diambil dari daerah Jawa dan Medan, Provinsi Sumatera Utara.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.