Membaca Masa Depan Gen Z, Memperkuat Minat Baca Babel, dalam Tranformasi Perpustakaan di Era Digital
Hendra June 04, 2026 10:03 PM

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Podcast Ruang Berdaya kembali menghadirkan informasi-informasi menarik ke masyarakat Bangka Belitung.

Kali ini, program ruang berdaya, mengangkat tema membaca masa depan Gen Z, memperkuat minat baca Babel, dalam tranformasi Perpustakaan di era digital.

Dialog dilakukan pada Kamis (4/6/2026) di Perpustakaan Provinsi Bangka Belitung.

Dialog itu, dipandu langsung oleh Jurnalis Bangka Pos Andini Dwi Hasanah.

Dengan narasumber Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Babel, Harpin, dan Wakil Ketua Komisi I DPRD Babel, Mulyadi.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Babel, Harpin, mengatakan, melihat minat baca mengacu pada 2024 untuk Provinsi Babel minat bacanya tertinggi se Indonesia urutan kedua. 

"Minat baca ini secara indikator ada namanya indeks pembangunan literasi masyarakat (IPLM), kemudian ada tingkat kegemaran membaca. Kebetulan di 2024, kita itu tingkat Indeks 82 koma sekian sudah berada di peringkat kedua seluruh Indonesia dan tingkat kegemaran membaca (TKM) kategori baik," kata Harpin.

Ia menjelaskan, pada 2025 terjadi perubahan formulasi penghitungan sehingga seluruh provinsi di Indonesia menggunakan angka awal yang awal, menyebabkan indikator IPLM dan TKM mengalami perubahan yang cukup signifikan.

"Sementara kalau dihubungkan dengan generasi Gen Z, berdasarkan data sensus untuk Babel, persentase 25 persen dari jumlah penduduk di Babel, di usia 13-28 tahun dikategorikan Gen Z," katanya.

Ia mengatakan, berdasarkan data jumlah pengunjung Perpustakaan Babel pada 2025 mencapai 2.225 orang. Sementara hingga Juni 2026, jumlah pengunjung tercatat sebanyak 1.625 orang, yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA.

"Kalau pada era digital ini tidak dipungkiri bahwa tantangan kedepan dengan adahnya teknologi informasi, handphone, apalagi ada AI. Tentunya kita juga melakukan antisipasi dampak negatif ditimbulkan, kita ada namanya e-book meningkatkan minat baca dari para Gen-Z," ungkapnya.

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan digitalisasi layanan perpustakaan melalui penyediaan buku elektronik (e-book) yang dapat diakses melalui aplikasi E-Pusda Babel yang tersedia di Play Store. 

"Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mencari informasi dan membaca berbagai koleksi e-book hasil kerja sama dengan Gramedia," katanya.

Dia menyampaikan, pada 2026, kerja sama penyediaan e-book tersebut kembali diperpanjang untuk memperluas akses layanan literasi digital bagi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Babel, Mulyadi, mengatakan, tantangan peningkatan minat baca saat ini cukup besar, terutama pada generasi Z yang lahir sekitar 1997 hingga 2012. 

Menurutnya, generasi tersebut cenderung lebih menyukai bacaan singkat yang banyak ditemukan di media sosial, seperti TikTok.

Sehingga, Ia menilai, upaya meningkatkan minat baca perlu disesuaikan dengan kebiasaan generasi saat ini. Karena banyak menghabiskan waktu di kafe, namun tetap memiliki ketertarikan untuk membaca dalam bentuk yang lebih praktis dan ringan.

"Disitu banyak sekali anak-anak kita gemar membaca. Kalau sekarang fisik buku hampir ketinggalan, cerita pendek banyak di sosial media anak sekarang gemar itu," katanya.

Mulyadi mengatakan, Komisi I DPRD Babel mendukung upaya peningkatan minat baca dengan memperbanyak ruang-ruang membaca yang lebih aktif, seperti fasilitas membaca dapat dikembangkan diberbagai tempat.

Ia juga menilai masih minim karya bacaan yang mengangkat kondisi masyarakat Melayu dan prospek sektor timah di Bangka Belitung. 

"Padahal tema-tema tersebut dapat menjadi sarana untuk menarik minat baca generasi Z. DPRD Babel, mendorong dan mensuport penganggaran dan pengawasan apa yang dibutuhkan Perpuskaan agar meningkatkan gemar membaca," katanya.

Ia menegaskan, DPRD Babel siap memberikan dukungan terhadap program peningkatan minat baca yang dijalankan oleh perpustakaan sesuai dengan mekanisme dan alur yang berlaku.

Karena, menurutnya, budaya gemar membaca menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kemajuan Provinsi Bangka Belitung untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.