Sore hari, warga terkejut. Sebentuk kepala yang kira-kira sebesar kepalan tangan orang dewasa menyembul dari sumur. Itu ular piton.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Batang Hari dihubungi. Mereka segera meluncur ke lokasi.
Namun, proses evakuasi binatang melata itu tidak mudah.
Ruang yang sempit, gelap, juga air yang dalam membuat proses evakuasi lebih menantang. Apalagi, panjang ulat itu sekitar 4 meter.
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN -- Butuh waktu sekitar tiga jam untuk memindahkan reptil itu keluar dari sumur milik warga di kawasan Pal 1, Muara Bulian.
Mula-mula, petugas mencari wujud dari ular pelilit itu. Yang tampak hanya kepalanya, sesekali muncul, lalu tenggelam lagi.
Proses evakuasi ular piton yang terjebak di dalam sumur warga berlangsung cukup menantang.
Awalnya, petugas hanya dapat melihat bagian kepala ular yang sesekali muncul ke permukaan sebelum kembali menyelam ke dasar sumur.
Selama upaya penyelamatan berlangsung, petugas harus beberapa kali turun langsung ke dalam sumur dan menguras air guna mempermudah penangkapan.
Namun langkah tersebut belum membuahkan hasil karena ular terus menghindari petugas dengan menyelam ke dasar sumur setiap kali hendak diamankan.
Petugas Disdamkarmat Kabupaten Batang Hari, Ridwansyah, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga terkait keberadaan ular tersebut sekitar pukul 16.00 WIB pada Senin (1/6/2026).
Setelah menerima informasi, tim segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan evakuasi.
"Kami menerima laporan dari warga sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah mendapatkan laporan itu, tim langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan evakuasi," katanya.
Setibanya di lokasi, petugas menemukan seekor ular piton berukuran besar berada di dalam sumur milik warga.
Kondisi tersebut membuat proses evakuasi berjalan cukup sulit karena ular terus berusaha menghindari upaya penangkapan.
Ular Menyembul dan Menyelam
Ridwansyah menjelaskan, setiap kali petugas mencoba menjepit tubuh ular menggunakan alat khusus, reptil tersebut langsung bergerak turun ke dasar sumur.
"Kesulitannya karena ular ini beberapa kali menyelam ke dalam air saat akan kami tangkap.
"Jadi ketika petugas sudah bersiap menjepit, ular kembali masuk ke dasar sumur," jelasnya.
Untuk mengatasi kendala tersebut, berbagai cara dilakukan petugas.
"Selain turun langsung ke dalam sumur, mereka juga mengurangi volume air agar posisi ular lebih mudah dijangkau.
"Kami sampai beberapa kali masuk ke dalam sumur. Air sumur juga kami kuras untuk memudahkan proses evakuasi, tetapi upaya itu belum berhasil karena ular sangat aktif bergerak," ujarnya.
Menurut Ridwansyah, ukuran ular yang mencapai hampir empat meter menjadi salah satu tantangan utama dalam proses evakuasi.
Selain itu, ular hanya sesekali memperlihatkan bagian kepalanya ke permukaan.
"Ular ini ukurannya besar, panjangnya hampir empat meter. Saat kami hendak menjepit, yang muncul hanya bagian kepala.
"Ketika akan diangkat, ular kembali menyelam sehingga beberapa kali percobaan kami gagal," jelasnya.
Gunakan Senapan Ikan
Petugas terus berupaya mengamankan ular tersebut hingga akhirnya berhasil mengendalikan situasi setelah bekerja selama kurang lebih tiga jam.
Evakuasi baru berhasil dilakukan setelah petugas menggunakan senapang ikan untuk melumpuhkan ular tersebut.
"Setelah berbagai upaya dilakukan, akhirnya ular berhasil kami evakuasi sekitar pukul 19.00 WIB.
"Prosesnya memang cukup lama karena kondisi di lapangan dan ukuran ular yang cukup besar," katanya.
Setelah berhasil dievakuasi, ular piton tersebut langsung diamankan dan dibawa ke Markas Komando Disdamkarmat Kabupaten Batang Hari untuk penanganan lebih lanjut.
"Ular langsung kami amankan dan dibawa ke Mako Disdamkarmat. Dalam kejadian ini tidak ada korban, baik dari warga maupun petugas," pungkasnya.
(Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)
Baca juga: Saat Soekarno Lepas Tiket Timnas Indonesia ke Piala Dunia 1958 demi Bela Palestina
Baca juga: Pria Menjerit lalu Keluar dari Warung di Lembah Masurai dengan Luka di Dada
Baca juga: Daftar 90 Lokasi ATM Bank Jambi yang Aktif dan Dapat Digunakan untuk Transaksi