Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo menegaskan tidak dapat membuka secara rinci seluruh data hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Program Khusus Surakarta kepada publik.
Penegasan ini disampaikan setelah ada orang tua murid yang meminta seluruh hasil seleksi dibuka secara transparan usai anaknya tidak lolos dalam proses penerimaan.
Menurut Anik, permintaan tersebut muncul saat pengumuman hasil SPMB Program Khusus Surakarta pada Rabu (3/6/2026).
Orang tua murid yang keberatan datang langsung untuk meminta penjelasan terkait hasil seleksi anaknya.
Setelah dilakukan penelusuran terhadap data peserta, diketahui siswa tersebut tidak lolos pada tahapan tes IQ karena belum memenuhi kategori rapid learner yang menjadi salah satu syarat utama dalam seleksi.
“Di seleksi kita ada tahapannya. Tahapan pertama IQ harus masuk kategori rapid learner. Ketika kita cari ternyata dia gagal di IQ,” ungkapnya.
Anik menjelaskan, Disdik tetap memberikan ruang bagi orang tua yang ingin mengetahui hasil seleksi anaknya secara lebih detail.
Namun, informasi tersebut hanya dapat disampaikan secara personal kepada pihak yang bersangkutan.
Kebijakan itu diterapkan untuk menjaga kerahasiaan data peserta sekaligus memastikan proses seleksi berjalan sesuai aturan perlindungan data pribadi.
Setelah mendapat penjelasan dari pihak Disdik, orang tua murid tersebut akhirnya dapat menerima hasil seleksi yang telah ditetapkan.
Lebih lanjut, Anik mengatakan sistem SPMB saat ini hanya menampilkan hasil akhir berupa akumulasi nilai.
Sementara rincian skor pada setiap komponen penilaian tidak dapat ditampilkan secara terbuka.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk keseimbangan antara transparansi proses seleksi dan perlindungan data pribadi peserta didik.
“Di sistem sudah penjumlahan. Karena kalau kita buka kita melanggar aturan. Karena IQ, TKA itu kan rahasia. TKA nilainya jumlah tidak per mapel,” terangnya.
Baca juga: SPMB Program Khusus Surakarta 2026 Tuai Protes, Ada Siswa Gugur di Tes IQ dan Kesamaptaan
Selain kasus tersebut, Disdik Kota Solo juga menerima satu aduan lain melalui kanal Lapor Mas Wali yang diteruskan dari pesan kepada Wali Kota Solo.
Dalam kasus itu, peserta sebenarnya memiliki hasil akademik yang cukup baik.
Nilai IQ masuk kategori rapid learner, nilai NPK tergolong tinggi, dan hasil wawancara memperoleh rekomendasi.
Namun peserta tetap tidak lolos karena gagal memenuhi syarat pada aspek kesamaptaan yang mengukur kebugaran fisik dan kesiapan stamina.
“Ada. Sampai sekarang ada 2. Yang Bapaknya kemarin sudah selesai karena sudah bisa menerima. DM Pak Wali diteruskan ke kita. IQ tinggi masuk kategori rapid. Nilai NPK lumayan. Terus tes wawancara rekomendasi tapi jatuh di kesamaptaan jadi tidak bisa diterima. Yang masuk kuat secara kognitif dan fisiknya. Ada yang lolos scholarship maka di-support terkait fisiknya,” ungkapnya.
(*)