Disbunnak Kalbar Sebut Pemotongan Hewan Kurban 2026 Tembus 17 Ribu Ekor
Maudy Asri Gita Utami June 04, 2026 10:32 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Jumlah pemotongan hewan kurban di Provinsi Kalimantan Barat pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026 mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. 

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, total hewan kurban yang dipotong tahun ini mencapai 17.019 ekor.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 16,29 persen dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 14.635 ekor hewan kurban.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Ignasius, mengatakan peningkatan jumlah pemotongan hewan kurban menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam melaksanakan ibadah kurban.

Menurutnya, peningkatan itu juga mencerminkan kemampuan ekonomi masyarakat yang dinilai semakin baik sehingga lebih banyak warga dapat berpartisipasi dalam ibadah kurban pada tahun ini.

Ignasius menjelaskan, data tersebut diperoleh berdasarkan hasil pendataan dan pengawasan petugas yang dilakukan di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat selama pelaksanaan Iduladha 2026.

• Disdik Landak Ungkap Kekurangan Guru Agama di Sekolah Dasar Capai Ratusan Orang

Dari total 17.019 ekor hewan kurban yang dipotong, terdiri atas 10.079 ekor sapi, 6.896 ekor kambing, 33 ekor domba, dan 11 ekor kerbau.

Ia menambahkan, meningkatnya jumlah hewan kurban juga didukung oleh ketersediaan stok ternak yang mencukupi serta pengawasan kesehatan hewan yang dilakukan secara intensif menjelang Hari Raya Iduladha.

Menurut Ignasius, seluruh hewan kurban yang dipotong telah melalui pemeriksaan kesehatan baik sebelum maupun sesudah penyembelihan guna memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat aman, sehat, utuh, dan halal.

Data iSIKHNAS

Berdasarkan data yang dihimpun melalui Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional atau iSIKHNAS, Kabupaten Sambas menjadi daerah dengan jumlah pemotongan hewan kurban tertinggi di Kalimantan Barat pada tahun ini.

Jumlah hewan kurban yang dipotong di Kabupaten Sambas tercatat mencapai 3.717 ekor. Posisi berikutnya ditempati Pontianak dengan 3.209 ekor dan Kabupaten Kubu Raya sebanyak 1.694 ekor.

Sementara itu, Kabupaten Sintang mencatat sebanyak 1.337 ekor hewan kurban dipotong, disusul Kabupaten Ketapang 1.251 ekor, Singkawang 1.119 ekor, dan Kabupaten Kapuas Hulu sebanyak 1.066 ekor.

Untuk daerah lainnya, Kabupaten Bengkayang tercatat sebanyak 750 ekor, Melawi 571 ekor, Mempawah 539 ekor, Sekadau 516 ekor, Kayong Utara 492 ekor, Landak 437 ekor, dan Sanggau 321 ekor.

Selain melakukan pengawasan pemotongan, petugas kesehatan hewan juga melaksanakan pemeriksaan postmortem terhadap organ dan daging hewan kurban guna memastikan seluruh produk yang dibagikan kepada masyarakat tetap aman dikonsumsi.

• ‎Perahu Motor Tenggelam di Pulau Maya Karimata, Delapan Penumpang Berhasil Diselamatkan

Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah kasus penyakit dan kelainan organ pada hewan kurban. 

Beberapa di antaranya adalah kasus fasciolosis pada 227 ekor sapi dan satu ekor kambing, paramphistomum pada satu ekor sapi, pneumonia pada lima ekor sapi dan empat ekor kambing, serta kasus thelaziasis pada satu ekor sapi.

Meski ditemukan beberapa kasus penyakit, Ignasius memastikan seluruh penanganan telah dilakukan sesuai prosedur veteriner sehingga tidak memengaruhi keamanan daging yang dibagikan kepada masyarakat.

Ia menegaskan, organ yang ditemukan mengalami kelainan langsung dipisahkan dan ditangani sesuai ketentuan kesehatan hewan, sementara daging yang dinyatakan sehat tetap layak untuk dikonsumsi masyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.