Poltekkes Aceh Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader dalam Pemantauan Praktik Pemberian MP-ASI
Mursal Ismail June 05, 2026 12:22 AM

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Dosen Poltekkes Kemenkes Aceh melaksanakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader dalam Pemantauan Praktik Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) di Puskesmas Juli 1, Kabupaten Bireuen, Kamis (4/6/2026). 

Kegiatan dalam upaya mendukung percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas praktik pemberian makan bayi dan anak ini diikuti 37 kader Posyandu dari 17 desa di wilayah kerja Puskesmas Juli 1.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melakukan pemantauan praktik pemberian MP-ASI pada anak usia 6–23 bulan serta memperkuat kemampuan kader dalam memberikan edukasi gizi kepada keluarga sasaran di Posyandu.

Materi yang diberikan meliputi standar praktik MP-ASI, standar Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Penyuluhan di Posyandu, praktik pemantauan praktik MP-ASI oleh kader, serta diskusi penyusunan menu PMT Penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan gizi balita.

Kepala Puskesmas Juli 1, dr. Togu Siburian, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, pelatihan ini akan memberikan manfaat besar dalam meningkatkan kapasitas kader Posyandu, khususnya dalam pemantauan praktik MP-ASI dan pelaksanaan edukasi gizi pada Meja 5 Posyandu.

Baca juga: Dosen Poltekkes Aceh Edukasikan Deteksi Dini Diabetes ke Kader Kesehatan

“Pelatihan ini akan sangat bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas kader dalam pemantauan praktik MP-ASI dan pelaksanaan edukasi gizi, khususnya di Meja 5 Posyandu.

Dengan meningkatnya kemampuan kader, diharapkan cakupan balita yang mendapatkan MP-ASI sesuai standar dapat meningkat sehingga mendukung upaya percepatan penurunan stunting dan berbagai masalah gizi lainnya pada balita,” ujar dr. Togu Siburian.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Pelatihan, Dr. Aripin Ahmad, S.Si.T., M.Kes., Dietisien, AIFO, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peran Poltekkes Kemenkes Aceh dalam melakukan pendampingan kepada Puskesmas dan Kader Posyandu untuk meningkatkan cakupan layanan indikator pencegahan stunting.

“Melalui pelatihan ini, kader dibekali pemahaman tentang konsep standar MP-ASI yang baik serta dilatih melakukan penilaian terhadap praktik pemberian MP-ASI yang dilakukan ibu kepada anaknya.

Setelah kegiatan ini, diharapkan seluruh balita usia 6–23 bulan di 17 desa wilayah kerja Puskesmas Juli 1 yang berjumlah 337 balita dapat dipantau dan dinilai praktik pemberian MP-ASI-nya, apakah sudah sesuai standar atau belum,” jelas Dr. Aripin Ahmad.

Lebih lanjut, Dr. Aripin menjelaskan bahwa praktik pemberian MP-ASI dikategorikan baik apabila anak mendapatkan MP-ASI yang beragam, yaitu mengonsumsi minimal 5 dari 8 kelompok pangan, serta mengonsumsi sumber protein hewani berupa telur, ikan, atau daging (TID).

Baca juga: Tim Dosen Poltekkes Aceh Edukasi Warga Olah Bunga Keunanga Jadi Lilin Aromatik Pengusir Nyamuk

Kedua indikator tersebut menjadi komponen penting dalam pemantauan praktik MP-ASI yang dilakukan kader di Posyandu.

Pada sesi berikutnya, Erwandi, STP., M.Kes., menyampaikan materi mengenai standar PMT Penyuluhan dan penyusunan menu PMT bagi balita.

Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya penyusunan menu PMT yang memenuhi prinsip gizi seimbang dan sesuai dengan kebutuhan anak.

“Melalui pelatihan ini diharapkan kader mampu menyusun menu PMT Penyuluhan yang beragam, padat gizi, menggunakan pangan lokal, aman dan bersih, serta memiliki bentuk dan tekstur yang sesuai dengan usia anak.

Dengan demikian, PMT Penyuluhan dapat membantu memberikan tambahan asupan energi dan zat gizi bagi balita,” ungkap Erwandi.

Pelaksanaan pelatihan turut didampingi oleh tenaga gizi dan tenaga kesehatan Puskesmas Juli 1 yang berperan aktif dalam sesi praktik dan diskusi kelompok.

Baca juga: Poltekkes Aceh Dampingi Keluarga Balita Stunting dan Cegah Risiko Diabetes 

Para kader diberikan kesempatan untuk melakukan simulasi pemantauan praktik MP-ASI serta menyusun contoh menu PMT Penyuluhan yang dapat diterapkan di Posyandu masing-masing.

Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Aceh bersama Puskesmas Juli 1 berharap kapasitas kader Posyandu semakin meningkat sehingga mampu menjadi ujung tombak dalam pemantauan praktik pemberian makan anak, edukasi gizi keluarga, serta mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting di Kabupaten Bireuen. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.