TRIBUN-MEDAN.com - Inilah peringatan Noel Ebenezer ke Prabowo usai divonis 4,5 tahun penjara.
Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) itu menyingung terkait potensi gejolak politik dan sosial dalam waktu dekat.
Baca juga: FANTASTIS Harta Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Izin Tinggal WNA: Rp 234,5 Miliar
Menurut Noel, pemerintah perlu mewaspadai berbagai dinamika yang berpotensi memicu eskalasi politik hingga gelombang aksi besar di masyarakat.
Ia menilai kondisi ekonomi yang sedang dihadapi saat ini dapat menjadi salah satu faktor pemicu munculnya gejolak sosial.
"Saya coba ingatkan Pak Prabowo. Dalam bulan Juni-Juli ini akan ada peristiwa besar. Ada eskalasi politik yang ujungnya adalah menggulingkan pemerintahan Prabowo," kata Noel kepada wartawan di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Baca juga: Usai Bungkam Timor Leste 3-0, Nova Arianto Minta Timnas Indonesia U-19 Langsung Fokus Hadapi Vietnam
Noel mengklaim terdapat konsolidasi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kelompok sipil, mahasiswa hingga buruh.
Menurutnya, konsolidasi tersebut tinggal menunggu momentum yang dapat memicu pergerakan yang lebih besar.
"Konsolidasi sipil, mahasiswa, buruh dan semuanya sudah matang. Tinggal satu pemicu," ujarnya.
Ia bahkan menyebut potensi munculnya situasi yang mengingatkan pada gelombang reformasi 1998 apabila kondisi tersebut tidak diantisipasi sejak dini.
Selain menyinggung situasi politik, Noel juga menyoroti sejumlah kasus hukum yang belakangan menjerat pejabat negara.
Baca juga: Polisi Tangkap Pria Pemilik Tiga Paket Sabu di Siantar Utara
Ia menyinggung penetapan tersangka terhadap sejumlah pejabat, termasuk mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim.
Meski demikian, Noel menegaskan dirinya tidak ingin memberikan kesimpulan lebih jauh karena seluruh perkara masih berada dalam proses hukum.
"Saya tidak mau memberi kesimpulan karena semuanya masih dalam proses hukum," katanya.
Noel juga mengaitkan potensi gejolak sosial dengan sejumlah indikator ekonomi yang menurutnya perlu menjadi perhatian pemerintah.
Ia menyoroti pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta kondisi pasar modal yang dinilai dapat memengaruhi situasi sosial di masyarakat.
"Jika tidak peka terhadap kondisi ini, gejolak ekonomi bisa menjadi pemicu gejolak sosial," ujarnya.
Sebelumnya, Noel Ebenezer divonis bersalah dalam perkara korupsi pengurusan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan.
Baca juga: AWAL Mula Remaja Dikeroyok Teman Sampai Tewas, Ditinggal Usai tak Sadarkan Diri, Korban Sempat Koma
Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 4 tahun 6 bulan penjara serta denda Rp200 juta subsider 90 hari kurungan.
Selain itu, Noel juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp3,4 miliar dengan ketentuan subsider satu tahun penjara.
(*/ Tribun-medan.com)