Menekraf Riefky: Film Animasi Indonesia Mulai Dilirik Pasar Luar Negeri
Acos Abdul Qodir June 05, 2026 02:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Film animasi Garuda di Dadaku mulai menarik perhatian pasar luar negeri bahkan sebelum resmi tayang. Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menilai perkembangan tersebut menjadi sinyal bahwa karya animasi Indonesia semakin diperhitungkan di tingkat internasional.

Perhatian dari luar negeri itu diungkapkan dalam acara nonton bareng Garuda di Dadaku di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026) malam.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan sejumlah pihak dari Malaysia telah menanyakan peluang penayangan film tersebut di negara mereka.

"Pas aku nonton, kebetulan ada government officer juga dari Malaysia. Mereka sudah nanya, 'Garuda di Dadaku gimana?' Mereka sudah pengin bawa ke Malaysia. Sudah nanya ke aku, 'Kita bisa nontonnya kapan?'" ujar Irene.

Menurut Irene, respons tersebut menunjukkan animasi Indonesia mulai mendapat perhatian di pasar internasional.

"Berarti kan animasi Indonesia itu sudah sangat dilirik," katanya.

Tak hanya itu, produser Garuda di Dadaku, Shanty Harmayn, mengungkapkan film tersebut akan mewakili Indonesia dalam kompetisi animasi di Shanghai International Film Festival 2026.

"Main Competition Animation," kata Shanty.

Shanty juga menyebut Garuda di Dadaku telah memiliki distributor internasional dan dipasarkan ke sejumlah negara, meski belum merinci negara tujuan distribusi tersebut.

Menekraf Ingin Animasi Indonesia Tembus Internasional

Menanggapi perkembangan tersebut, Menekraf Teuku Riefky Harsya mengatakan semakin banyaknya film animasi karya anak bangsa menunjukkan industri animasi nasional terus berkembang.

"Kami dari Kementerian Ekonomi Kreatif sangat bangga karena semakin banyak film-film animasi anak bangsa," kata Riefky.

Baca juga: Bongkar Realita Syuting Masa Lalu: Rachel Amanda Akui Pernah Ambruk Akibat Kejar Tayang

Menurutnya, Garuda di Dadaku tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga membawa pesan tentang sportivitas, persahabatan, kerja sama tim, dan semangat berprestasi.

Riefky berharap film-film Indonesia tidak hanya memperoleh penonton di pasar domestik, tetapi juga mampu menjangkau pasar internasional.

"Dan tentu harapannya film kita tidak hanya jadi tuan rumah di negeri sendiri, tapi juga mendunia," ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah akan terus mendorong karya kreatif nasional agar memiliki peluang tampil di festival internasional dan menjangkau pasar yang lebih luas.

"Terus juga bisa mengikuti festival-festival, dapat award-award internasional, dan juga harapannya bisa masuk ke pasar regional atau global," katanya.

Remake Film Populer

Garuda di Dadaku merupakan film animasi yang diadaptasi dari film berjudul sama yang pertama kali dirilis pada 2009.

Film ini menjadi salah satu karya animasi Indonesia yang tengah bersiap memperluas jangkauan pasar ke luar negeri, seiring meningkatnya minat terhadap industri animasi nasional.

Dalam acara nonton bareng tersebut turut hadir sejumlah anggota Kabinet Merah Putih, antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Isyana Bagoes Oka, serta Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.