Sullivan mengenang berbagai aksi iseng di ruang ganti yang membuat kehidupan para pemain muda yang baru bergabung di Wimbledon menjadi cukup berat.
Memulai karier di tempat baru, baik itu pekerjaan, sekolah, maupun universitas, memang bisa terasa menegangkan, terutama ketika harus menavigasi hierarki sambil membuktikan kemampuan diri sendiri.
Sekarang bayangkan betapa lebih sulitnya hal itu ketika rekan-rekan barumu adalah anggota 'Crazy Gang' Wimbledon yang terkenal — mungkin salah satu skuad paling keras dan usil dalam sejarah sepak bola Inggris.
Bagi mantan penjaga gawang Neil Sullivan, yang menembus tim utama Wimbledon pada tahun 1986 saat 'Crazy Gang' berada di puncak kejayaannya, pengalaman itu menjadi pelajaran hidup yang tak akan pernah ia lupakan.
“Itu benar-benar berat,” ujar Sullivan dalam wawancara eksklusif dengan FourFourTwo menjelang Piala Dunia melalui PayPal Casinos UK. “Saya baru saja lulus sekolah dan bergabung dalam program YTS pada tahun 1986, jadi itu bertepatan dengan masa menuju kemenangan Piala FA. Saat itu ada pemain-pemain seperti Fash dan Vinny.”
“Memang sulit, tapi juga menyenangkan. Itu menjadi pelajaran hebat tentang dunia sepak bola, terutama ketika baru keluar dari sekolah dan masuk ke kehidupan nyata. Kamu harus bekerja keras, menyesuaikan diri dengan tim, dan saling menjaga satu sama lain. Jadi ya, berat, tapi juga sangat seru.”
Ketika ditanya apakah gaya bercanda di ruang ganti pada masa itu akan diterima di era sepak bola modern, Sullivan menjawab tegas.
“Oh, tentu tidak, sama sekali tidak,” ujar pemain internasional Skotlandia dengan 28 caps itu sambil tertawa. Sullivan, yang bertahan di Wimbledon hingga tahun 2000, menambahkan, “Ya, hampir setiap hari pasti ada saja ulah iseng. Selalu ada sesuatu yang terjadi.”
“Saya rasa sebagian cerita yang kamu dengar itu baru sebagian kecil dari apa yang sebenarnya terjadi, karena hampir setiap hari selalu ada kejadian lucu. Kamu datang ke tempat latihan, dan pasti ada seseorang yang sudah melakukan sesuatu.”
“Kadang kamu masuk ke mobilmu untuk pulang dan mendapati kuncimu hilang karena ada yang mengambil dan melakukan sesuatu pada mobilmu. Atau ketika kamu sedang berpakaian, seseorang ternyata sudah memotong bajumu. Jadi, bisa dibilang, kamu tidak pernah datang bekerja dengan pakaian terbaikmu.”